Feny Arafah, ST MT dosen Teknik Geodesi ITN Malang dalam kegiatan Geodesy Goes to School 2021 secara virtual menyampaikan, bahwa Indonesia kekurangan tenaga informasi geospasial, Kamis, (29/04/2021). (Foto: Tangkapan layar Zoom meeting Geodesy Goes to School 2021)


Malang, ITN.AC.ID – Tak kenal maka tak sayang. Pepatah inilah yang mendasari Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) Institusi Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar acara “Geodesy Goes to Campus 2021″ bertajuk “Mengembangkan dan Menciptakan Peran Milenial Menuju Geodesi yang Unggul dan Berintegritas”. Acara yang digelar secara virtual melalui Platform Zoom meeting ini juga disiarkan secara live di YouTube HMG ITN Malang, Kamis, (29/04/2021).

Dikatakan koordinator kegiatan, Tiara DE, Geodesy Goes to School 2021 membawa misi memperkenalkan Jurusan Teknik Geodesi ITN Malang ke guru dan siswa SMA/SMK sederajat. Seperti, SMKN 6 Malang, SMAN 2 BATU, SMK PU, SMKN 2 Kupang dan lainnya. Dengan menghadirkan dua narasumber yang memberi informasi tentang ilmu kegeodesian secara umum, serta prospek kerja setelah lulus dari Teknik Geodesi.

“Banyak sekolah (guru dan siswa) yang belum faham tentang Teknik Geodesi. Maka, dengan webinar ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang Jurusan Teknik Geodesi. Sehingga bisa menarik siswa untuk bergabung bersama kami (Teknik Geodesi ITN Malang),” terang Tiara.

Alumnus Teknik Geodesi ITN Malang angkatan 2016, M. Habil Yusuf Khan, ST, membeberkan deretan prospek kerja dari lulusan Teknik Geodesi. (Foto: Tangkapan layar YouTube HMG ITN Malang)

Alumnus Teknik Geodesi ITN Malang angkatan 2016, M. Habil Yusuf Khan, ST, membeberkan deretan prospek kerja dari lulusan Teknik Geodesi. (Foto: Tangkapan layar YouTube HMG ITN Malang)

Hadir secara virtual M. Habil Yusuf Khan, ST, alumnus Teknik Geodesi angkatan 2016. Alumnus asal Lombok ini membuka webinar dengan menjelaskan seluk beluk ilmu geodesi, seputar Himpunan Mahasiswa Geodesi, serta menceriterakan dereta alumni geodesi yang sudah bekerja di beberapa bidang.

“Kalian kuliah di Teknik Geodesi akan digembleng, sehingga saat lulus mempunyai kemampuan (di bidang geodesi). Salah satunya lewat praktikum. Seperti praktikum ilmu ukur tanah, survey GNSS, matra laut, matra darat, matra udara, dan lain sebagainya,” kata Habil.

Dikatakan Habil, alumni geodesi Kampus Biru saat ini sudah banyak tersebar di berbagai bidang. Antara lain, bekerja di surveyor tambang presisi, surveyor terestris sirkuit Mandalika, surveyor fotogrametri, surveyor tambang offshore (lepas pantai) dan masih banyak lagi.

“Bagi adik-adik yang suka berpetualangan bisa melanjutkan studinya ke Teknik Geodesi. Ada juga kakak-kakak (wanita) yang bekerja sebagai surveyor fotogrametri, konsultan reforma agraria, control engeener oil and gas. Semoga ini semua penginspirasi kalian,” beber Habil yang sekarang bekerja di surveyor aerial mapping PT Globe Anugerah Persada.

Baca juga: Perdalam Ilmu Geodesi, Mahasiswa ITN Malang Kunjungi Lima Instansi

Sementara dari pihak Jurusan Teknik Geodesi hadir memberikan materi adalah Feny Arafah, ST MT. Menurut Feny, Teknik Geodesi mempunyai misi yakni, mampu mendidik dan mengembangkan sumber daya manusia berwawasan global di bidang survei pemetaan baik di udara, laut, maupun darat dan sistem informasi spasial.

Oleh sebab itu, pembelajaran Teknik Geodesi dilengkapi dengan laboratorium ilmu ukur tanah dan geodesi satelit. Ini yang bergerak di bidang pengukuran terestris atau di darat. Fotogrametri untuk pemetaan udara dan juga ada studio skripsi dan ruang kuliah yang dilengkapi dengan perangkat multimedia.

“Itu beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Teknik Geodesi ITN Malang. Pastinya, kami akan terus berusaha secara profesional, inovatif, berbudi luhur, serta berjiwa technopreneurship. Kami ingin mendorong mahasiswa-mahasiswi kami untuk mempunyai jiwa technopreneurship atau jiwa berwirausaha. Tidak hanya pandai pencari kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan di bidang geodesi,” jelas dosen Teknik Geodesi ini.

Baca juga:  Geodet Serahkan Peta Citra Satelit ke Desa Gading Kembar

Menurut Feny, prospek kerja Teknik Geodesi sangat banyak. Saat ini Indonesia banyak membutuhkan tenaga informasi geospasial. Baik di lembaga pemerintahan, pusat penelitian perguruan tinggi, perusahaan swasta dalam ataupun luar negeri.

“Kebutuhan SDM masih sangat besar. Hampir semua kegiatan perencanaan membutuhkan tenaga geodesi. Kalian mau merencanakan kota, merencanakan gedung, merencanakan jalan. Itu semuanya pasti butuh tenaga geodesi untuk melakukan pengukuran dan membuat peta,” lanjut dosen kelahiran Kediri ini.

Untuk itu tidak salah jika misi Teknik Geodesi termuat dalam tiga poin. Pertam, bergerak di bidang Pendidikan, yakni menyelesaikan pendidikan di bidang survei pemetaan dan sistem informasi spasial. Kedua, menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian di bidang survei pemetaan dan informasi spasial yang aplikatif dan inovatif. Ketiga, melaksanakan pengabdian pada masyarakat dalam bidang survei pemetaan.

“Jadi, kami juga terus mendorong semua mahasiswa untuk aktif dalam melakukan penelitian. Juga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Karena kami juga ingin lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” tandas Feny. (mer/Humas ITN Malang).

 178 total views,  1 views today

image_pdfimage_print