Mahasiswa Geodesi ITN Malang menyimak penjelasan terkait alat di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Geodesi ITN Malang menyimak penjelasan terkait alat di Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Jakarta. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID — Selain dari perkuliahan, memiliki pengetahuan lebih adalah wajib bagi seorang mahasiswa. Hal ini disadari benar oleh mahasiswa Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG), sebanyak 79 mahasiswa Kampus Biru mengunjungi lima instansi yang berhubungan dengan Teknik Geodesi, antara lain: Badan Informasi Geospasial (BIG) Bogor, PT Asaba, PT Waindo SpecTerra, Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidrosal) TNI AL, Jakarta, dan BNPB, pada Senin-Jumat (09-13/03/2020).

“Kegiatan ini kami gelar, agar kami lebih mengenal dan memahami bidang ilmu kami yakni geodesi. Tepatnya penerapan ilmu geodesi dalam pekerjaan,” terang I Gede Aldy Yoga Suyadnya, Koordinator Kegiatan Study Excursie 2020, saat ditemui di kampus 1, Senin (16/03/2020).

Dikatakan De Aldy akrab disapa, BIG, merupakan instansi yang menangani tentang geospasial se-Indonesia. Sementara PT ASABA merupakan vendor alat yang berkaitan dengan kegeodesian.

“Kami di sana (PT ASABA) dapat mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan pada alat-alat ukur, seperti TS robotic, 3D laser scaner, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Keberuntungan bagi mahasiswa SE Teknik Geodesi ITN Malang ini adalah bisa mendapat kesempatan praktek langsung proses digitalisasi foto udara 3D di PT Waindo SpecTerra. Perusahaan ini berkecimpung dalam bidang pengukuran, diantaranya penginderaan jauh dan foto udara. Tidak hanya belajar foto udara, Geodet (sapaan bagi mahasiswa Geodesi) juga belajar tentang pemetaan perairan Indonesia di Pushidroshal TNI AL.

 

Di PT Asaba Geodet diberi penjelasan mengenai alat dan fungsinya. (Foto: Istimewa)

Di PT Asaba Geodet diberi penjelasan mengenai alat dan fungsinya. (Foto: Istimewa)

 

“Pushidrosal tempat kunjungan kami yang paling disiplin, namanya juga TNI. Pushidrosal menangani pemetaan perairan Indonesia. Jadi instansi ini memetakan seluruh perairan dari batas wilayah sampai jalur transportasi laut. Kami banyak menemui hal- hal baru, banyak alat-alat yang ditunjukan kepada kami, seperti alat pemetaan hidrografi bahkan sampai alat pencetakan peta,” cerita mahasiswa asal Bali tersebut.

Baca juga: Kenali Fungsi Teknik Geodesi, Anak-anak Disabilitas Warnai Peta Indonesia

Tidak hanya belajar tentang alat saja, mahasiswa geodesi juga harus paham terhadap informasi kebencanaan. Bagaimanapun bidang keahlian mereka berkaitan langsung dengan alam. Maka, tepat sekali jika kunjungan SE kali ini ditutup di BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta.

Selain diberi penjelasan tentang informasi kebencanaan dan penanganan bencana, mahasiswa juga dijelaskan cara mitigasi bencana (upaya untuk mengurangi risiko bencana). “Di BNPB kami terhibur, karena di Kantor BNPB banyak sekali furniture-furniture pajangan yang dipamerkan. Desain ruangannya sendiri ala-ala workshop, dan ada banyak spot foto 3D keren,” imbuhnya.

Dengan SE kali ini, De Aldy berharap mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dalam bidang geodesi dan penerapannya di dunia kerja. “Kegiatan ini juga bisa menambah relasi di instansi- instansi yang kami kunjungi,” pungkas mahasiswa semester empat ini. (mer/humas)

Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Pahami Cara Kerja Vending Machine dan PLTU

30 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini