Romo Antonius Setyo Darmanto O.Carm dari Paroki St Albertus De Trapani Blimbing saat menyampaikan homili pada Misa Perayaan Malam Natal Kapel St. Thomas Aquinas di lingkungan Kampus 2 ITN Malang, Kamis (24/12/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Misa Perayaan Malam Natal Kapel St. Thomas Aquinas Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengajak umat katolik tetap optimis meski dalam masa pandemi Covid-19. Pandemi yang berlangsung selama hampir satu tahun memang mengakibatkan dampak di semua aspek kehidupan baik dari sisi ekonomi, pekerjaan, kesehatan, pedidikan dan lain sebagainya.

“Kita tahu betapa pandemi begitu membuat manusia berada dalam suatu masa kegelapan, banyak PHK, rejeki sulit. Namun, kita yakin dalam (masa) pandemi kita menemukan berkat damai yang lahir dari iman akan Tuhan Yesus,” kata Romo Antonius Setyo Darmanto O.Carm dari Paroki St Albertus De Trapani Belimbing saat menyampaikan homili pada Misa Perayaan Malam Natal Kapel St Thomas Aquinas di lingkungan Kampus 2 ITN Malang, Kamis (24/12/2020).

Romo Eko Putranto O.Carm saat ditemui sebelum memimpin Misa Perayaan Malam Natal kedua di Kapel St Thomas Aquinas di lingkungan Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Romo Eko Putranto O.Carm saat ditemui sebelum memimpin Misa Perayaan Malam Natal kedua di Kapel St Thomas Aquinas di lingkungan Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Romo Anton mengatakan, Yesus membawa cahaya terang, membawa kemerdekaan kepada manusia dari semua penyakit, keterancaman, keterbelengguan. Sehingga dalam menyambut natal harus bersyukur, menski mengalami kondisi pandemi Tuhan Yesus tetap berjalan bersama umat dan tidak meninggalkan umat.

“Semoga perayaan ini membagkitkan kita dalam damai dan membangkitkan harapan kita di tengah cobaan. Selamat Hari Raya Natal semoga damai suka cita natal bersama kita,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Romo Eko Putranto O.Carm dalam Misa Malam Natal kedua. Perayaan natal dalam situasi masa pandemi umat dihadapkan dalam ketidak pastian. Namun, kondisi ini memberi pelajaran untuk tetap yakin akan kuasa Tuhan.

Baca juga: Istimewa! Misa Perdana Gereja ITN Malang Bersamaan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam

“Natal bagi umat kistriani adalah Allah beserta kita. Menguatkan kita bersama betapa Allah senantiasa hadir menyertai kita. Tuhan tidak pernah tidur, selalu bersama memberi harapan kepada kita,” ujar Romo Eko ditemui saat pergantian misa.

Keberadaan kapel di lingkungan kampus juga diapresiasi oleh Romo Eko. Tempat ibadah di kampus menjadi penanda bersama bahwa keberagaman itu memperkaya dan saling meneguhkan. Terutama dalam masa-masa pandemi, bagaimana menghadapi persoalan bersama dengan damai bukan dengan konfik.

“Ketika kita menghadapi masa kritis bersama, saat inilah keberagaman meneguhkan dan menguatkan kita. Untuk masa depan bangsa bagaimana kita mengupayakannya lebih baik lagi,” katanya.

Baca juga: Keberadaan Kapel St Thomas Aquinas ITN Malang Dirindukan oleh Umat Malang Utara

Misa Perayaan Malan Natal di Kapel St Thomas Aquinas memang awalnya akan dilaksanakan hanya sekali. Namun, akhirnya misa dipecah menjadi dua kali pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB dengan menerapkan protokol Covid-19. Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni, SH, pengelola kapel mengatakan, perayaan natal tahun ini penuh dengan suka cita dan keprihatinan. Prihatin dalam kondisi pembatasan segala macam ibadah. Namun, umat masih bisa menerapkan ibadah dalam suasana suka cita meski dengan tetap menjaga kedisiplinan.

“Spirit kami, dalam keprihatinan justrus ini membangun keguyuban. Dari dulupun sudah guyup, tapi kondisi sekarang lebih solid. Dengan kebersamaan bisa mengatasi segala hal terkait keterbatasan dan kendala yang ada,” tutur Yuli.

Momen natal kali ini merupakan kali pertama kapel dibuka setelah ditutup beberapa bulan lalu untuk ibadah. Keputusan ini mengikuti arahan kampus yang mengeluarkan surat edaran kuliah daring karena pandemi Covid-19. “Kampus ITN kan kampus nasionalis, kebangsaannya tinggi. Bahkan dari tahun 69 di master plane kampus sudah merencanakan ada 5 tempat ibadah. Jadi, umat kristiani menjadi bagian dari keberagaman. Kami berharap kebersamana dan toleransi yang sudah terbangun di masyarakat Indonesia semakin baik,” pungkas Yuli yang pernah menjabat sebagai Kepala Humas ITN Malang ini. (me/Humas ITN Malang)

 467 total views,  4 views today

image_pdfimage_print