Misa perdana Gereja St. Thomas Aquinas bertepatan dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Minggu (24/11/2019). (Foto: Yanuar/humas)

Misa perdana Gereja St. Thomas Aquinas bertepatan dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Minggu (24/11/2019). (Foto: Yanuar/humas)


 

Malang, ITN.AC.ID — Misa Perdana Gereja St. Thomas Aquinas berasa istimewa. Pasalnya misa perdana gereja milik Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini bertepatan dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam pada Minggu (24/11/2019).

Menurut BX Soeherman pendiri Yayasan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional), dengan digelarnya misa perdana maka gereja sudah bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kampus dan masyarakat sekitar.

Perlu diketahui ITN Malang telah memiliki tiga tempat ibadah dari lima tempat ibadah yang direncanakan di bangun di kampus 2. Setelah masjid terlebih dahulu berdiri, sekarang Kampus Biru telah memiliki gereja dan pura. Uniknya posisi gereja bersebelahan dengan pura dan satu kompleks dengan masjid.

 

BX Soeherman pendiri Yayasan P2PUTN memberikan sambutan usai misa perdana gereja ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

BX Soeherman pendiri Yayasan P2PUTN memberikan sambutan usai misa perdana gereja ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Tempat ibadah yang berada di ITN Malang ini sebagai kerukunan, pencerminan bangsa Indonesia yang bermacam-macam suku, ras, namun bisa bersatu. Harapan saya tempat-tempat ibadah yang telah direncanakan oleh ITN segera bisa berdiri. Dengan begitu kampus ITN bisa menjadi cermin sebagai kampus Pancasila,” ujar Soeherman saat ditemui usai misa.

Proses pembangunan Gereja St. Thomas Aquinas telah berlangsung dua tahun lebih. Dimana peletakan batu pertama dimulai bulan Februari 2017 yang lalu. Meskipun belum peresmian, namun keberadaan gereja yang menelan biaya 4 miliar rupiah ini sudah bisa digunakan untuk ibadah.

Bahkan support terhadap pembangunan gereja terus mengalir. Tidak hanya dari umat namun juga dari para perupa “Pewarta 12” yang menyumbangkan lukisannya untuk penggalangan dana. Bahkan sehari sebelumnya mereka juga mengadakan sarasehan di gereja ITN Malang.

Baca juga: Pasang Kontruksi Paling Sulit, Dosen ITN Malang Bocorkan Desain Kapel

Sebelum misa pada hari Minggu, ibadah diawali dengan ibadah sore pada hari Sabtu (23/11/2019) oleh mahasiswa KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), Orang Muda Katolik, dan umat sekitar kampus 2 ITN Malang.

Keberadaan gereja ITN Malang diapresiasi oleh Romo Agus Purnomo, Pastur Paroki Blimbing, Kota Malang. Menurutnya umat yang hadir untuk mengikuti misa diluar ekspektasi.

“Kemarin kami perkirakan yang hadir sekitar 300 umat, tapi hari ini yang hadir sampai kurang lebih 700 umat,” kata Romo Agus berharap bantuan untuk penyelesaian gereja dananya bisa terus mengalir.

Dikatakan Romo Agus, hari misa perdana ini memang bertepatan dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Merupakan perjalanan puncak Liturgi, pada Minggu terakhir kalender liturgi Katolik Roma. “Ya untuk mudah mengingat dan membawa berkat bagi semua,” imbuh Romo Agus.

Masih menurut Romo Agus, kampus ITN Malang merupakan satu-satunya kampus di Malang yang membangun dan mempersiapkan lima tempat ibadah. ITN menjadi pioner untuk kampus yang menawarkan keragaman. Diharapkan ITN Malang menjadi miniatur Indonesia yang penuh damai.

“Nilai keistimewaan ini (dengan adanya berbagai tempat ibadah) harus ditawarkan menjadi destinasi wisata religi. Tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (Mita Erminasari/ humas)

Baca juga: Kepala Disbudpar dan PHDI Kota Malang Apresiasi Pura Astawinayakan ITN Malang

138 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini