Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni, SH, pengelola kapel dan Wincoko, Ketua Unit Pastoral Wilayah Malang Utara saat ditemui usai Misa Perayaan Malam Natal Kapel St. Thomas Aquinas yang berada di lingkungan kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Kapel St Thomas Aquinas yang berada di lingkungan kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang selama ini telah dirindukan keberadannya oleh umat nasrani Malang Utara. Hal ini diungkapkan oleh Wincoko, Ketua Unit Pastoral Wilayah Malang Utara saat Misa Perayaan Malam Natal, Kamis (24/12/2020).

Dikatakan Wincoko, mewakili umat nasrani wilayah Malang Utara mengucapkan syukur dan berterimakasih atas adanya fasilitas gereja di ITN Malang. Pangkalnya, selama ini di Malang Utara belum ada fasilitas gereja yang memadai. Sementara kalau ada kegiatan misa besar umat harus ke gereja di Blimbing yang tentu saja dalam perjalanan ke sana memakan waktu.

Misa Perayaan Malam Natal Kapel St Thomas Aquinas yang berada di lingkungan kampus 2 ITN Malang, Kamis (23/12/2020). (Foto: Mita/humas)

Misa Perayaan Malam Natal Kapel St Thomas Aquinas yang berada di lingkungan kampus 2 ITN Malang, Kamis (24/12/2020). (Foto: Mita/humas)

“Dengan adanya gereja di ITN kami sangat bersyukur dan berterimakasih bisa ikut menggunakan untuk beribadah. Karena bertahun-tahun kami merindukan di Malang Utara ada bangunan gereja, dan ternyata ITN yang bisa mengupayakan. Kami berterimakasih sekali kepada Bapak Herman (BX Soeherman pendiri Yayasan P2PUTN) yang sudah memperjuangkan pembangunan gereja di ITN. Kedepannya kami berharap gereja bisa terus digunakan dan dikembangkan,” puji Wincoko saat ditemui usai Misa Malam Natal gelombang pertama.

Keberadaan Kapel ITN Malang menjadi berkat tidak hanya bagi kampus namun juga umat sekitar. Dikatakan Elizabeth Catur Yulia Sri Wahyuni, SH, Pengelola Kapel St Thomas Aquinas, mahasiswa yang kuliah di ITN Malang sekarang merasa punya papa dan mama. Mereka menemukan sebuah keluarga baru dengan adanya kapel. Sementara, dampak eksternnya orang dari luar yang sebelumnya belum mengenal ITN Malang jadi lebih kenal. Bahkan pada waktu pembukaan kapel tamu yang datang tidak hanya dari umat wilayah Kecamatan Blimbing tapi juga dari wilayah Ijen, Langsep, bahkan datang juga dari Surabaya dan sebagainya. Mereka sangat appreciate sekali bahwa ada kampus memiliki tiga tempat ibadah (masjid, kapel dan pura).

Baca juga: Piodalan Sucikan Kembali Satu Tahun Pura Astawinayaka ITN Malang

“Mereka yang datang akhirnya tidak hanya untuk ibadah, tapi juga termotivasi untuk mengetahui tentang ITN. Ada sinergi di sini, bahwa kami memiliki tempat ibadah di dalam kampus maka kami juga memiliki kontribusi untuk mengenalkan kampus. Ini merupakan kolaborasi pihak kampus dan luar kampus,” tuturnya.

Umat Kristen Kampus Biru dan lingkungan tahun ini merayakan Misa Natal dengan penuh keprihatinan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Awalnya panitia hanya mengagendakan satu kali perayaan. Namun, dengan adanya Surat Edaran Wali Kota Malang akhirnya perayaan natal dipecah menjadi dua kali misa. “Sebenarnya awalnya panitia hanya mengadakan sekali misa. Namun, dengan adanya surat edaran wali kota, maka akhirnya kami jadikan dua kali misa, pukul 17.00 WIB dan 19.00 WIB,” lanjut Yuli.

Baca juga: Gelar Selamatan, Kuda-Kuda Kapel Santo Thomas Aquinas Siap Dipasang

Dikatakan Yuli, untuk mengantisipasi lonjakan umat yang ingin beribadah natal panitia akhirnya membatasi jumlah jemaat. Sesuai dengan surat edaran wali kota, dengan kapasitas jemaat di atas 500 orang maka jumlah maksimal yang diperbolehkan dalam kondisi pandemi untuk menjaga jarak aman adalah 190-200 orang. Panitia juga melakukan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, wajib memakai masker, serta melakukan penyemprotan desinfektan. Untuk menjaga situasi lingkungan kapel kondusif, tertib dan aman maka panitia juga bekerjasama dengan satuan pengamanan (satpam) kampus 2 ITN Malang.

“Karena harus menjaga jarak aman antar jemaat maka umat yang mendaftar kami bagi dua kali misa. Masing-masing misa berjumlah 200 jemaat. Sesi pertama kami buka untuk umum, yakni tamu dan lingkungan. Untuk sesi ke dua diisi oleh civitas akademika ITN seperti dosen, mahasiswa dan sisanya lingkungan. Kami juga membagikan kartu masuk bagi jemaat yang sebelumnya sudah didata,” sambung Yuli. (me/Humas ITN Malang)

363 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini