Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Drs. Samsul Widodo, MA memaparkan Smart Economics yang telah diterapkan di beberapa kabupaten di Lombok, Kamis (12/11/2020). (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting Kuliah Tamu Prodi PWK ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Keterlibatan perguruan tinggi dalam membangun desa dan daerah tertinggal sangat dibutuhkan. Pembangunan desa menjadi tanggung jawab bersama tidak semata-mata tugas pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Drs. Samsul Widodo, MA.

“Banyak hal yang bisa dilakukan oleh kampus. Mahasiswa bisa membantu memecahkan permasalahan yang ada di desa seperti membantu meningkatkan kegiatan ekonomi desa,” kata Samsul secara daring pada Kuliah Tamu Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (12/11/2020).

Lewat Program Kampus Merdeka mahasiswa bisa ikut memecahkan isu-isu pengembangan produk unggulan perdesaan. (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting Prodi Kuliah Tamu PWK ITN Malang)

Lewat Program Kampus Merdeka mahasiswa bisa ikut memecahkan isu-isu pengembangan produk unggulan perdesaan. (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting Prodi Kuliah Tamu PWK ITN Malang)

Lewat Program Kampus Merdeka mahasiswa bisa ikut memecahkan isu-isu pengembangan produk unggulan perdesaan. (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting Prodi Kuliah Tamu PWK ITN Malang)

Samsul mencontohkan, selama ini produk desa kesulitan mengakses pasar. Jalur distribusi yang panjang menjadi kendala. Belum lagi lemahnya kegiatan pasca panen untuk menambah nilai ekonomi barang disaat kesulitan menjual dalam keadaan segar.

“Kalau masalah permodalan itu isu klasik. Ini harus dibenahi dulu (pemasaran, red) agar pengelolaan pertanian kita baik serta biaya produksi bisa ditekan,” ujar Samsul dihadapan 222 mahasiswa PWK.

Baca juga: Rektor ITN Malang: Joyo Amerta Potensi Wisata Ekologi (Ekowisata) Padukan Teknologi, Lingkungan dan Ekonomi

Di sinilah peran mahasiswa dalam pembangunan desa. Mahasiswa bisa magang di desa untuk mempraktekkan ilmu yang didapat di kampus. Sambil belajar bermasyarakat mahasiswa bisa memberi masukan-masukkan yang positif kepada pemerintah desa dan warga.

“Ada hal yang mudah dilakukan mahasiswa. Misalnya, membantu membuat packaging dan membantu menjual produk-produk desa secara online dan lain sebagainya. Bagi desa yang mempunyai potensi pariwisata, mahasiswa atau kampus bisa membantu pengembangannya,” imbuhnya.

Baca juga: Mudahkan Wisatawan, ITN Malang Gagas Peta Wisata Kampung Heritage Kayutangan

Alumnus master La Trobe University Melbourne Australia ini mengatakan, banyak bentuk proyek yang bisa dilakukan oleh kampus untuk membantu pembangunan desa. Saat ini pemerintah juga sedang giat-giatnya membangun Indonesia timur. Pemuda Indonesia Timur mulai diajak memikirkan dan mencari jalan keluar untuk produk mereka, sehingga bisa dijual secara online.

“Teman-teman Indonesia timur mulai memikirkan bagaimana mereka bisa menjual produknya secara online. Universitas bisa berperan serta membantu memecahkan persoalan-persoalan semacam ini. Upaya digitalisasi bisa menembus batas (wilayah),” pungkas alumnus S-1 Universitas Jember ini. (me/Humas ITN Malang)

161 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini