Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT memberikan pandangannya terkait kawasan wisata ekologi (ekowisata) Joyo Amerta, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (11/10/20). (Foto: Ari/humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT memberikan pandangannya terkait kawasan wisata ekologi (ekowisata) Joyo Amerta, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (11/10/20). (Foto: Ari/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Potensi lingkungan Joyo Amerta, menjadi perhatian Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT. Hal ini diutaran Kustamar usai mengikuti Bakti Ekologi HUT TNI ke-75 di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Minggu (11/10/20). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kodim 0833 Kota Malang ini melibatkan perguruan tinggi, Komunitas Alam Hijau, Bantuan Komunikasi Sosial Masyarakat (Baskosmas), Bisnis Lingkungan Indonesia (Bisling), dan GWN (Gubuke Wong Malang) serta masyarakat sekitar.

Dikatakan Kustamar, ITN Malang mendukung kegiatan pelestarian alam. Bahkan sudah beberapa kali Kampus Biru melakukan pengabdian masyarakat yang ada kaitannya dengan pelestarian lingkungan. Kustamar berharap ITN Malang bisa turut serta merencanakan lingkungan Joyo Amerta sebagai wisata ekologi (ekowisata).

“Saya secara pribadi senang (kegiatan pelestarian alam). ITN bisa membuat beberapa rencana untuk wisata ekologi dengan memasukkan antara teknologi, lingkungan, dan ekonomi. Saya yakin kalau ketiganya dipadukan akan berjalan baik (tempat wisata),” kata Kustamar saat ditemui di ruangannya, Senin (12/10/20).

Alasan Kustamar memadukan ketiga faktor tersebut ialah, bahwasannya teknologi tanpa memperhatikan ekologi tidak akan menyelesaikan masalah. Begitupun tanpa melibatkan ekonomi lokasi wisata tidak akan bergerak, karena ekomoni merupakan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Wisatawan Kunjungi Hotel Resort Berkonsep Arsitektur Ekologi untuk Lihat Pulau Sempu dari Dekat

“ITN akan membuat rencana desain konservasi ekologi orientasinya untuk wisata. Nanti, setelah dilakukan konservasi akan semakin sehat dan indah untuk wisata. Kalau ada (tempat) wisata berarti ekonomi akan mengeliat di sana. Pengabdian masyarakat ini juga akan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa ITN Malang dalam program Kampus Merdeka,” imbuh Kustamar optimis. Rencana tersebut didukung oleh Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika yang akan mengusulkan anggaran pembangunan wisata ekologi dari anggaran pemerintah Kota Malang.

Sementara itu Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang Sudiro, ST,MT yang turut hadir dalam kegiatan utama bersih Sungai Metro dan penghijuan tersebut berharap, kegiatan bakti ekologi akan berkelanjutan sebagai edukasi untuk masyarakat dalam menjaga sungai dari pencemaran.

 

Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang Sudiro, ST,MT (berkaos hijau) ikut membersihkan sampah bersama warga masyarakat di Sungai Metro. (Foto: Ari/humas)

Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang Sudiro, ST,MT (berkaos hijau) ikut membersihkan sampah bersama warga masyarakat di Sungai Metro. (Foto: Ari/humas)

 

“Satu hari bersih-bersih memang tidak menjamin akan kebersihan sungai tersebut. Namun, ketika kegiatan bersifat edukasi, memberi contoh ke masyarakat, maka akan bermanfaat bagus. Jadi, setelah kegiatan tersebut masyarakat bisa memanfaatkan sungai untuk mandi dan mencuci secara nyaman. Karena di situ memang ada sumber mata air yang sangat bagus,” cerita Sudiro.

Sumber air tersebut akan lestari, jika penghijauan dilakukan secara sinergi dengan sumber mata airnya. Menurut Sudiro, Teknik Lingkungan ITN Malang akan selalu berkomitmen, mendukung dan berpartisipasi aktif pada kegiatan-kegiatan untuk pelestarian alam. (me/humas)

Baca juga: Dosen ITN Malang Berdayakan Masyarakat Pesisir Surabaya Tingkatkan Sustainable Livelihood (Penghidupan Berkelanjutan)

166 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini