ITN Malang Ditetapkan Kemendikbud Sebagai Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021

Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE (kanan), menandatangani naskah MoU bersama 15 SMK Negeri dalam Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Senin (03/05/2021). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ditetapkan sebagai perguruan tinggi Pelaksana Pendampingan Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan Tahun 2021 yang ditandatangani Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, ITN Malang menjadi satu diantara 146 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia yang akan melakukan pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan. Dari jumlah tersebut ada 19 perguruan tinggi yang berada di Jawa Timur. Selain ITN Malang juga ada total 6 perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang yang mendapat kesempatan sama.

Setelah ditetapkan, maka ITN Malang dengan 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri hari ini melakukan “Rapat Koordinasi Pelaksana Pendampingan Pusat Keunggulan Tahun 2021, Program SMK 4 Tahun dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama” di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Senin (03/05/2021). 15 SMKN tersebut dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Surabaya, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk.

“Beberapa waktu lalu ITN Malang ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Unggulan dari Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud. Untuk institut di Jawa Timur hanya ITN Malang dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” kata Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, saat memberi sambutan.

Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, memberi sambutan dalam rapat koordinasi setelah Ditetapkan Kemendikbud Sebagai Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021. (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, memberi sabutan dalam rapat koordinasi setelah Ditetapkan Kemendikbud Sebagai Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021. (Foto: Yanuar/humas)

Menurut rektor, di Jawa Timur ada banyak SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun. Sehingga akan banyak yang bisa dilakukan ketika ITN Malang bisa bersinergi dengan SMK yang didampinginya. Salah satu pendampingan pada level program studi, yaitu SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun akan ada pengakuan SKS ketika masuk ke perguran tinggi dari mata pelajaran yang sudah ditempuh.

“Umumnya untuk mendapatkan ijazah sarjana mahasiswa harus menempuh 144 SKS. Kami sepakat di level institut ada pengakuan SKS dari SMK program 4 tahun, minimal 18 SKS dan maksimal 24 SKS. Artinya, kalau kita hitung calon mahasiswa hanya menempuh 120 SKS. Masing-masing mahasiswa bisa menempuh 7 sampai 7,5 semester bergantung indeks prestasi mahasiswa tersebut,” jelas rektor.

Dengan adanya kerjasama dengan SMK Negeri, rektor berharap ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan bisa berkontribusi dalam pemgembangan sumber daya manusia di level Jawa Timur, khususnya Kota Malang.

Ada beberapa tugas yang menunggu ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan. Seperti yang tertuang dalam surat keputusan, yakni melaksanakan koordinasi dengan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, melakukan pendampingan pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan dan implementasi link and match dengan dunia kerja, memfasilitasi pelatihan pelaksanaan in house training kepada kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat keunggulan serta pengawas sekolah.

Baca juga: Program Link and Match, ITN Malang digandeng SMK Negeri 6 Malang

Kemudian, memfasilitasi implementasi pembelajaran berbasis komunitas kepada kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat keunggulan serta pengawas sekolah, pendampingan kepala sekolah di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dalam penyusunan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan SMK, pendampingan penggunaan teknologi bagi kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dan penyusunan, pemantauan, evaluasi, dan pelaksanaan tindak lanjut capaian pembelajaran di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan.

Terpilihnya ITN Malang menjadi perguruan tinggi Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan tidak lepas dari peran serta SMKN 6 Malang. Perlu diketahui sebelumnya ITN Malang dan SMKN 6 Malang sudah terlebih dahulu menjalin MoU pada awal April 2021 yang lalu.

“Kami berterimakasih ke Kepala Sekolah SMKN 6 yang sudah menjembatani pertemuan ini. Momen kali ini menjadi program ITN sebagai perguruan tinggi dan sekolah untuk saling bersinergi dalam perencanaan dan pengelolaan program SMK Pusat Keunggulan,” imbuh rektor.

Baca juga:  Link And Match, ITN Malang Kolaborasi dengan KEK Singhasari

Jalinan MoU ITN Malang dengan SMKN 6 Malang dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMKN 6 Malang, Drs Sidik Priyono. Menurut Sidik, tanggal 8 April kemarin SMKN 6 Malang sudah melaksanakan MoU dengan ITN Malang. Kegiatan MoU mencakup 4 hal, yakni support ITN Malang terhadap program pendidikan 4 tahun di SMK, sehingga siswa tidak perlu mengulang materi yang sama saat meneruskan kuliah, matrikulasi dari SKS yang sudah ditempuh di SMK, pengabdian masyarakat, serta kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

“Program link and match tidak hanya dengan industri namun juga dengan perguruan tinggi. Maka, kami coba mengondisikan dengan perguruan tinggi ITN Malang. Karena prinsip SMK itu kan BMW – bekerja, melanjutkan, dan wirausaha. Ini yang akan kita laksanakan dengan ITN dalam kerjasama dengan SMK di Propinsi Jawa Timur. Semoga ITN Malang juga bisa memberikan yang terbaik, karena ITN Malang juga menjadi Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Keunggulan dengan nomor urut 77 di SK Dirjen Vokasi,” beber Sidik.

Pengakuan ITN Malang terhadap matrikulasi 18 sampai 24 SKS diapresiasi oleh Sidik. Harapannya ketika siswa SMK program 4 tahun melanjutkan ke perguruan tinggi tidak akan sama dengan yang hanya menempuh 3 tahun. “ITN mengakui minimal 18 sampai 24 SKS. Sehingga anak-anak kita yang SMK 4 tahun bisa mendapatkan jenjang lebih cepat (lulus) dari pada yang 3 tahun. Kalau mungkin ada jurusan tidak sama (dari yang sudah disepakati) silahkan berkoordinasi dengan masing-masing jurusan yang ada di ITN Malang,” tuntas Sidik. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Geodesy Goes to School 2021 Kenalkan Teknik Geodesi ITN Malang ke Pelajar

Feny Arafah, ST MT dosen Teknik Geodesi ITN Malang dalam kegiatan Geodesy Goes to School 2021 secara virtual menyampaikan, bahwa Indonesia kekurangan tenaga informasi geospasial, Kamis, (29/04/2021). (Foto: Tangkapan layar Zoom meeting Geodesy Goes to School 2021)


Malang, ITN.AC.ID – Tak kenal maka tak sayang. Pepatah inilah yang mendasari Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) Institusi Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar acara “Geodesy Goes to Campus 2021″ bertajuk “Mengembangkan dan Menciptakan Peran Milenial Menuju Geodesi yang Unggul dan Berintegritas”. Acara yang digelar secara virtual melalui Platform Zoom meeting ini juga disiarkan secara live di YouTube HMG ITN Malang, Kamis, (29/04/2021).

Dikatakan koordinator kegiatan, Tiara DE, Geodesy Goes to School 2021 membawa misi memperkenalkan Jurusan Teknik Geodesi ITN Malang ke guru dan siswa SMA/SMK sederajat. Seperti, SMKN 6 Malang, SMAN 2 BATU, SMK PU, SMKN 2 Kupang dan lainnya. Dengan menghadirkan dua narasumber yang memberi informasi tentang ilmu kegeodesian secara umum, serta prospek kerja setelah lulus dari Teknik Geodesi.

“Banyak sekolah (guru dan siswa) yang belum faham tentang Teknik Geodesi. Maka, dengan webinar ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang Jurusan Teknik Geodesi. Sehingga bisa menarik siswa untuk bergabung bersama kami (Teknik Geodesi ITN Malang),” terang Tiara.

Alumnus Teknik Geodesi ITN Malang angkatan 2016, M. Habil Yusuf Khan, ST, membeberkan deretan prospek kerja dari lulusan Teknik Geodesi. (Foto: Tangkapan layar YouTube HMG ITN Malang)

Alumnus Teknik Geodesi ITN Malang angkatan 2016, M. Habil Yusuf Khan, ST, membeberkan deretan prospek kerja dari lulusan Teknik Geodesi. (Foto: Tangkapan layar YouTube HMG ITN Malang)

Hadir secara virtual M. Habil Yusuf Khan, ST, alumnus Teknik Geodesi angkatan 2016. Alumnus asal Lombok ini membuka webinar dengan menjelaskan seluk beluk ilmu geodesi, seputar Himpunan Mahasiswa Geodesi, serta menceriterakan dereta alumni geodesi yang sudah bekerja di beberapa bidang.

“Kalian kuliah di Teknik Geodesi akan digembleng, sehingga saat lulus mempunyai kemampuan (di bidang geodesi). Salah satunya lewat praktikum. Seperti praktikum ilmu ukur tanah, survey GNSS, matra laut, matra darat, matra udara, dan lain sebagainya,” kata Habil.

Dikatakan Habil, alumni geodesi Kampus Biru saat ini sudah banyak tersebar di berbagai bidang. Antara lain, bekerja di surveyor tambang presisi, surveyor terestris sirkuit Mandalika, surveyor fotogrametri, surveyor tambang offshore (lepas pantai) dan masih banyak lagi.

“Bagi adik-adik yang suka berpetualangan bisa melanjutkan studinya ke Teknik Geodesi. Ada juga kakak-kakak (wanita) yang bekerja sebagai surveyor fotogrametri, konsultan reforma agraria, control engeener oil and gas. Semoga ini semua penginspirasi kalian,” beber Habil yang sekarang bekerja di surveyor aerial mapping PT Globe Anugerah Persada.

Baca juga: Perdalam Ilmu Geodesi, Mahasiswa ITN Malang Kunjungi Lima Instansi

Sementara dari pihak Jurusan Teknik Geodesi hadir memberikan materi adalah Feny Arafah, ST MT. Menurut Feny, Teknik Geodesi mempunyai misi yakni, mampu mendidik dan mengembangkan sumber daya manusia berwawasan global di bidang survei pemetaan baik di udara, laut, maupun darat dan sistem informasi spasial.

Oleh sebab itu, pembelajaran Teknik Geodesi dilengkapi dengan laboratorium ilmu ukur tanah dan geodesi satelit. Ini yang bergerak di bidang pengukuran terestris atau di darat. Fotogrametri untuk pemetaan udara dan juga ada studio skripsi dan ruang kuliah yang dilengkapi dengan perangkat multimedia.

“Itu beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Teknik Geodesi ITN Malang. Pastinya, kami akan terus berusaha secara profesional, inovatif, berbudi luhur, serta berjiwa technopreneurship. Kami ingin mendorong mahasiswa-mahasiswi kami untuk mempunyai jiwa technopreneurship atau jiwa berwirausaha. Tidak hanya pandai pencari kerja, tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan di bidang geodesi,” jelas dosen Teknik Geodesi ini.

Baca juga:  Geodet Serahkan Peta Citra Satelit ke Desa Gading Kembar

Menurut Feny, prospek kerja Teknik Geodesi sangat banyak. Saat ini Indonesia banyak membutuhkan tenaga informasi geospasial. Baik di lembaga pemerintahan, pusat penelitian perguruan tinggi, perusahaan swasta dalam ataupun luar negeri.

“Kebutuhan SDM masih sangat besar. Hampir semua kegiatan perencanaan membutuhkan tenaga geodesi. Kalian mau merencanakan kota, merencanakan gedung, merencanakan jalan. Itu semuanya pasti butuh tenaga geodesi untuk melakukan pengukuran dan membuat peta,” lanjut dosen kelahiran Kediri ini.

Untuk itu tidak salah jika misi Teknik Geodesi termuat dalam tiga poin. Pertam, bergerak di bidang Pendidikan, yakni menyelesaikan pendidikan di bidang survei pemetaan dan sistem informasi spasial. Kedua, menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian di bidang survei pemetaan dan informasi spasial yang aplikatif dan inovatif. Ketiga, melaksanakan pengabdian pada masyarakat dalam bidang survei pemetaan.

“Jadi, kami juga terus mendorong semua mahasiswa untuk aktif dalam melakukan penelitian. Juga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Karena kami juga ingin lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” tandas Feny. (mer/Humas ITN Malang).




Mahasiswa ITN Malang Dulang 6 Medali Kejuaraan Nasional Taekwondo

Hebat: Rocky Abraham Yunior Tuka (dua dari kanan) bersama tim UKM Taekwondo ITN Malang raih enam medali dalam ajang Indonesia Best of The Best Maluku Nasional Poomsae & Speed Kicking Taekwondo Championships 2021. (Foto: Ari/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Taekwondo Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendulang enam medali pada Indonesia Best of The Best Maluku Nasional Poomsae & Speed Kicking Taekwondo Championships 2021. Digelar secara online pada 24-25 April 2021, ke enam mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ini meraih 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Ke enam mahasiswa tersebut adalah Rocky Abraham Yunior Tuka meraih emas di kelas Senior Male Speed Kicking, M. Fikri Ardiansyah dan Khansa’ Ade Taqqiyah meraih emas di kelas Senior Male Poomsae Taegeuk 2, Ahmada Itmamunnafi’ meraih medali perak di kelas Senior Male Speed Kicking, Bernika Natasya Ifada meraih perak di kelas Senior Female Poomsae Taegeuk 6, dan Reva Nabila Putri meraih perunggu di kelas Senior Female Speed Kicking.

Tim UKM Taekwondo ITN Malang. Berdiri (ki-ka): Ahmada Itmamunnafi', Rocky Abraham Yunior Tuka, Reva Nabila Putri, dan Bernika Natasya Ifada (duduk) berpose di depan gedung Rektorat ITN Malang. (Foto: Mita/humas)

Tim UKM Taekwondo ITN Malang. Berdiri (ki-ka): Ahmada Itmamunnafi’, Rocky Abraham Yunior Tuka, Reva Nabila Putri, dan Bernika Natasya Ifada (duduk) berpose di depan gedung Rektorat ITN Malang. (Foto: Mita/humas)

Prestasi yang diraih Taekwondo Kampus Biru tidaklah mudah. Pasalnya akibat pandemi anggota UKM Taekwondo sangat jarang bertemu untuk latihan bersama. Selain itu waktu untuk persiapan juga terbatas, tidak lebih dari tiga minggu.

Rocky Abraham Yunior Tuka mengaku perlu kerja keras untuk meraih medali emas di ajang tersebut. Rocky hanya berlatih tiga minggu. Dalam satu minggu ia tiga kali latihan bersama teman-temannya. “Kami harus memaksimalkan waktu dengan rajin dan bersemangat latihan. Karena, kami lama tidak berlatih,” kata mahasiswa Arsitektur semester 4 ini saat ditemui bersama rekan-rekannya di Ruang Humas ITN Malang, Senin (26/04/2021).

Mahasiswa asal Kupang ini fokus latihan fisik, karena dalam kelasnya Senior Male Speed Kicking peserta harus melakukan tendangan secara cepat selama satu menit. Dengan variasi lebih dari 10 jenis tendangan. Diantaranya, Ap Chagi (tendangan ke arah depan, dengan menggunakan ujung depan telapak kaki), Dollyo Chagi (tendangan ke arah samping), Yeop Chagi (tendangan menyamping dengan tujuan mendorong tubuh lawan menggunakan pisau kaki), Dwi Chagi (tendangan ke arah belakang) dan masih banyak yang lainnya.

Baca juga: Hadiah Manis Dies Natalis ke-51, Taekwondo ITN Malang Bawa Pulang Lima Medali

Ketua UKM Taekwondo, Bernika Natasya Ifada mengatakan, baru kali pertama timnya mengikuti ajang kejuaraan secara online apalagi diikuti lebih dari seribu peserta. Dalam Best of The Best Maluku Nasional Poomsae & Speed Kicking Taekwondo Championships 2021, UKM Taekwondo ITN Malang menurunkan enam atlet, dan masing-masing mendapat satu medali. ”Kami mengirim 6 atlet untuk dua kategori, Speed Kicking (tendangan cepat) dan Poomsae (jurus). Kami hanya punya waktu 3 minggu, itupun kepotong harus take video lomba,” kata mahasiswa Teknik Geodesi S1 ini.

Menurut Tasya akrab disapa, untuk mengikuti lomba secara online setiap peserta diwajibkan untuk take video dan mengunggahnya di youtube channel. Kemudian panitia akan menyeleksi dan menayangkan ulang secara live bersama dengan peserta lainnya.

“Take video ini sebagai ganti karena tidak bisa kompetisi secara langsung. Tapi, sebenarnya enak secara langsung. Penilaian juga lebih fair. Karena kemarin juga ada beberapa program (secara teknis) dikeluhkan oleh peserta dan tim pelatih,” keluh Tasya.

Baca juga:  Angkat Toleransi Beragama, Mahasiswa ITN Malang Juara 2 Kompetisi Animasi Online CONVEY DAY 2021

Prestasi UKM Taekwondo diapresiasi oleh Kepala Humas ITN Malang F.X. Ariwibisono, ST., M.Kom. Menurut Ari, UKM Taekwondo yang notabene mahasiswa teknik, namun mampu menorehkan prestasi di dunia olahraga tingkat nasional. “Saya ucapkan selamat untuk Taekwondo ITN Malang yang tahun ini kembali berprestasi tingkat nasional,” katanya.

Ari mengatakan, atas prestasi Taekwondo mahasiswa layak mendapatkan penghargaan. Melalui wakil rektor 3 nantinya pimpinan akan memutuskan bentuk penghargaan tersebut. Bisa berbentuk dukungan atau fasilitas latihan di UKM, ataupun yang bersifat pribadi seperti uang pembinaan atau dana pendidikan bagi mahasiswa bersangkutan.

“Harapan institusi dengan adanya penghargaan akan menjadi motivasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi. Karena atas kerja keras dan perjuangan mereka nama ITN Malang turut terangkat,” tandasnya. (mer/Humas ITN Malang)




Anto Baret Musisi Sekaligus Budayawan Malang Hadiri Dies Natalis Himakpa ke 43

Anto Baret (tengah) musisi sekaligus budayawan Malang menghadiri dies natalis Himakpa ITN Malang ke 43, Rabu malam (21/04/2021). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Anto Baret, musisi sekaligus budayawan Malang menghadiri acara dies natalis Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himakpa) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ke 43 yang digelar di Shila Tirta, kolam renang dan café, Tumpang, Kabupaten Malang, Rabu malam (21/04/2021). Acara yang dihelat dengan menerapkan protokol kesehatan itu turut dihadiri pula oleh alumni Himakpa dari berbagai angkatan.

Performa Anto Baret memang sangat dinanti oleh anggota dan sesama alumni Himakpa. Seperti halnya Ahmad Dayu Agung Sugiharto alumnus Himakpa yang menyempatkan diri hadir. “Alhamdulillah, Mas Anto Baret juga hadir saat dies natalis Himakpa. Beliau alumnus sekaligus salah satu pendiri Himakpa di tahun ‘78 dan juga salah satu pendiri KPJ (Komunitas Penyanyi Jalanan). Ada sesi bincang-bincang bareng dengan Mas Anto Baret dan kami semua bernyanyi bersama,” kata Dayu yang pernah menjabat sebagai Ketua Himakpa 2018, saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp.

Performance musikalisasi Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himakpa) ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Performance musikalisasi Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himakpa) ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Dayu mengatakan, secara pribadi ia merasa berkesan kepada pengurus dan panitia dies natalis. Pasalnya meski musim pandemi dan bulan ramadan, panitia tetap menggelar acara dan konsisten menerapkan protokol kesehatan. Bahkan tidak melupakan rangkaian ibadah bulan ramadhan yang dibuktikan dengan acara bernuansa islami.

“Semoga di 43 tahun ini (Himakpa) bisa terus berkembang dan melahirkan solusi-solusi kreatif dalam setiap kegiatannya. Serta bisa melibatkan masyarakat, bukan hanya anggota Himakpa atau mahasiswa ITN,” kata Dayu.

Kehadiran Anto Baret menjadi kado tersendiri bagi anggota Himakpa Kampus Biru. Pasalnya Anto Baret merupakan pencipta lagu hymne Himakpa “Himakpa Bernyanyi” dan semboyan Himakpa “Yang Maha Esa dan Alam Hanya Satu. Yang Satu Itu Aku Cinta”.

Baca juga: Sambut HUT RI ke-75, Penuh Tantangan Himakpa Kibarkan Bendera Raksasa di Gunung Sangkuk

Menurut Ketua Himakpa Syauqi Azhar Dani, Anto Baret menghadiri dies natalis untuk bertemu serta melepas rindu dengan saudara-saudara di Himakpa. “Mas Anto Baret merupakan salah satu pendiri Himakpa. Dalam kegiatan tersebut beliau menyampaikan berbagai motivasi yang sangat menginspirasi dan menyebarluaskan semangat ke-Himakpa-an kepada seluruh anggota,” cerita Syauqi, saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp, Minggu (25/04/2021).

Mengusung tema “Bersemi – Bersinergi dengan Pandemi” Himakpa mencoba terus melangkah dalam berkegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kami ingin tetap berkarya dan berkreasi sekalipun dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini. Pandemi bukan alasan dan dalang dari berbagai keterbatasan, kami akan terus melangkah dan berkarya dengan bersinergi dengannya (pandemi),” imbuh mahasiswa Teknik Informatika ini.

Rangkaian kegiatan dies natalis Himakpa memang tidak melupakan ibadah Ramadhan. Hal ini dikatakan oleh ketua pelaksana dies natalis, Muhammad Bagaskara Putra K. Menurut Bagas, acara dies natalis pada Rabu malam hingga tengah malam menjelang pukul 00.30 WIB itu diawali dengan buka bersama dan salat berjamaah Maghrib, hingga Tarawih bagi yang menjalankan. Sehabis salat Tarawih baru digelar acara dies natalis yang dibuka oleh performance musikalisasi puisi dari anggota Himakpa. Dan dilanjut talkshow oleh Mas Anto Baret, atau biasanya sapa Sam Ot.

Baca juga:  Tanggap Darurat Pasca Gempa Bumi ITN Malang Lepas Relawan ke Tumpakrejo

“Mas Anto Baret juga menampilkan beberapa lagu, salah satunya adalah “Himakpa Bernyanyi” ciptaan beliau sendiri. Juga ada performance dari Joko Tebon pemusik asli Kecamatan Tumpang serta MPA Nada band yang beranggotakan mahasiswa pecinta alam Malang. Dan untuk acara terakhir kami melakukan renungan suci. Ini sebagai acara puncak dies natalis Himakpa yang diisi dengan doa dan harapan dari semua anggota dan alumni Himakpa,” beber mahasiswa Teknik Elektro S-1 ini.

Menurut Bagas, pada dies natalis kali ini alumni dari luar Malang juga hadir, seperti dari Pasuruan, Surabaya, Kediri, Mojokerto, dan paling jauh dari Semarang. Untuk memfasilitasi anggota dan alumni yang tidak bisa hadir panitia juga menyediakan layanan video conference (Vicon).

Sesuai protokol kesehatan, panitia juga menyediakan masker, hand sanitizer, dan selalu mengingatkan kepada peserta untuk menjaga jarak. Sehingga tema “Bersemi” (Bersinergi dengan Pandemi) diambil untuk mengekspresikan kemauan kuat Himakpa untuk selalu berkarya dan berkreasi di tengah pandemi.

“Karena pandemi semua bentuk kegiatan dibatasi oleh protokol kesehatan, namun kami tetap bisa berkarya dan berkreasi. Pandemi bukan penghambat berjalannya kegiatan, selama kami memakai protokol kesehatan dengan benar. Dan kata “Bersemi” sendiri dapat bermakna bahwa Himakpa akan selalu melakukan regenerasi meskipun dalam keadaan pandemi,” tukas mahasiswa asli Malang ini berharap Himakpa akan terus eksis. (mer/Humas ITN Malang)




Lebarkan Sayap Kerjasama, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang Kerjasama dengan Fakultas Pertanian Unidha

Dekan FTI ITN Malang Dr. Ellysa Nursanti, ST, MT (kanan) dan Dekan Fakultas Pertanian Wisnuwardhana Malang (Unidha), Dr. Nurul Muddarisna, SP., MP, menunjukkan MoU yang telah ditandatangani, di Ruang Sidang Kampus 2 ITN Malang, Rabu (14/05/2021). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengembangkan sayap dalam menjalin kerjasama. Lewat Fakultas Teknologi Industri (FTI), kali ini Kampus Biru menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana Malang (Unidha). Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Dekan FTI ITN Malang, Dr. Ellysa Nursanti, ST, MT dan Dekan Fakultas Pertanian Unidha, Dr. Nurul Muddarisna, SP., MP, pada Rabu (14/05/2021) yang lalu.

Dr. Ellysa Nursanti, ST, MT menyatakan, FTI ITN Malang membuka kesempatan kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak selama saling memberi manfaat. Seperti halnya dengan Fakultas Pertanian Wisnuwardhana Malang yang notabene berbeda rumpun dengan jurusan yang ada di FTI ITN Malang.

Gedung Kuliah Fakultas Teknologi Industri (FTI) di Kampus 2 ITN Malang, Jalan Raya Karanglo Km 2 Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Gedung Kuliah Fakultas Teknologi Industri (FTI) di Kampus 2 ITN Malang, Jalan Raya Karanglo Km 2 Malang. (Foto: Yanuar/humas)

“Harapannya, dengan kerjasama ini dapat meningkatkan prestasi dan semangat belajar mahasiswa. Meningkatkan semangat dan motivasi, meneliti, dan mengabdi para dosen ITN Malang. Dan, dapat memperkuat serta bisa memberi manfaat pada masing-masing institusi,” tandasnya.

Kerjasama dengan Fakultas Pertanian Unidha tidak lepas dari inisiasi Prodi Teknik Kimia ITN Malang. Berawal dari pelaksanaan MBKM Prodi Teknik Kimia yang dinilai baik oleh Dikti. Maka, Prodi Teknik Kimia diberi kesempatan mengikuti kegiatan TOT Center of Excellence (CoE) MBKM di Bali pada akhir Maret 2021 yang lalu. Dari tugas pelaksanaan CoE itulah keinginan Prodi Teknik Kimia ITN Malang melebarkan kerjasama lintas prodi dan lintas perguruan tinggi disambut hangat oleh Fakultas Pertanian Unidha.

Baca juga: Nur Hendri Wahyu Firdaus, Wisudawan Terbaik ITN Malang Ubah Limbah Organik jadi Starter Pupuk

Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Mohammad Istnaeny Hudha, ST MT mengatakan, awalnya Prodi Teknik Kimia ingin mensosialisasikan MBKM sekaligus sharing pengalaman cara mendapatkan hibah Kerjasama Kurikulum kepada Fakultas Pertanian Unidha. Sosialisasi MBKM merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Center of Excellence (CoE).

“Kami wajib menularkan semangat kampus merdeka. Maka, kemudian kami kerjasama sekalian dengan Unidha. MBKM merupakan trend kurikulum saat ini. Dimana mahasiswa kami diberi kesempatan bisa menambah kompetensi di luar Prodi Teknik Kimia. Salah satunya adalah pertukaran pelajar dengan prodi lain di luar ITN Malang,” kata Istnaeny. (me/Humas ITN Malang)




Nur Hendri Wahyu Firdaus, Wisudawan Terbaik ITN Malang Ubah Limbah Organik jadi Starter Pupuk

Nur Hendri Wahyu Firdaus, Wisudawan Terbaik Teknik Kimia S-1 pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021. (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Limbah sayuran dan limbah buah-buahan selama ini hanya dibuang dan belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Akibatkan, selain menimbulkan pencemaran lingkungan, proses pembersihannya pun memerlukan biaya yang tidak sedikit. Padahal limbah organik tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Di tangan Nur Hendri Wahyu Firdaus wisudawan terbaik wisuda ke 64 dan 65 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Tahun 2021, limbah organik diubah menjadi MOL (Mikroorganisme lokal) yang dimanfaatkan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik cair.

Mahasiswa Teknik Kimia S-1 ini memanfaatkan limbah sayuran dan buah-buahan dari pasar tradisional seperti, kubis, wortel, dan kangkung. Sementara untuk limbah buah-buahan digunakan limbah mangga, pisang, dan nanas. Masing-masing jenis limbah tersebut kemudian dicacah dan dimasukkan ke dalam tangki/fermentor. Merupakan wadah di mana di dalamnya sel (mikrobia) mengubah bahan dasar menjadi produk.

Nur Hendri Wahyu Firdaus (paling kiri) saat uji coba pembuatan MOL dengan para petani Kota Batu. (Foto: Istimewa)

Nur Hendri Wahyu Firdaus (paling kiri) saat uji coba pembuatan MOL dengan para petani Kota Batu. (Foto: Istimewa)

“Pembuatan MOL dengan limbah organik bermanfaat untuk pupuk cair sebagai bioaktivator, karena mengandung berbagai mikroorganisme yang mampu mendegradasi limbah. Prosedur yang saya gunakan hampir mirip dengan prosedur pembuatan pupuk, yaitu fermentasi. Selain limbah sayuran dan buah-buahan saya juga menambahkan limbah whey keju. Ini merupakan inovasi, karena whey keju mengandung bakteri,” terang Hendri akrab disapa.

Untuk pembuatan MOL, Hendri memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai pengganti tangki. Setelah masing-masing jenis limbah dan whey keju di masukkan dalam botol, Hendri menambahkan nasi basi sebagai sumber karbohidrat dan larutan gula merah sebagai sumber nutrisi. Masing-masing botol kemudian ditutup dan difermentasi selama tujuh hari. Whey (laktoserum) sendiri merupakan limbah dari proses pembuatan keju yang mengandung banyak bakteri Lactobacillus .

“Setelah ada endapan di dalam botol, kemudian disaring dan kandungannya dianalisa secara mikrobiologi. Nah, perbedaan dari penelitian-penelitian sebelumnya adalah tidak ada yang mengidentifikasi. Bahkan mulai dari bahan baku yang saya gunakan juga berbeda. Saya analisanya juga lebih spesifik ke kandungan mikroba dalam larutan dan jumlah populasi,” imbuhnya.

Baca juga: Ikut TOT Center of Excellence MBKM, Prodi Teknik Kimia Siap jadi Trainer

Ternyata dari hasil penelitian yang dilakukan selama satu bulan dengan menghabiskan biaya 800 ribu ini didapat hasil yang tidak stabil. Dimana jenis mikroorganisme dan jumlahnya berbeda-beda dari tiap sampel. Dari kedua jenis limbah tersebut didapat hasil terbaik adalah dari jenis limbah buah-buahan. Dengan jumlah populasi bakteri lebih tinggi dan juga jenis mikroorganismenya lebih terbaik.

Karena sebuah penelitian tidak boleh menghasilkan limbah baru, maka Hendri memanfaatkan endapan MOL sebagai kompos. Sedangkan yang bentuk cair (larutan) merupakan mikroorganisme untuk pengganti EM4 dalam pembuatan pupuk cair.

Baca juga:  Rektor ITN Malang Kukuhkan 885 wisudawan, 21.8 Persen Berpredikat Cumlaude

“Biasanya oleh masyarakat umum dikenal dengan EM4 yang merupakan activator dalam pembuatan pupuk cair. Kalau memakai larutan ini hasilnya tidak panas (di tanaman), karena tidak ada tambahan bahan kimia. Tapi kalau membeli EM4 selain harganya mahal, juga panas bila diaplikasikan ke tanaman,” tutur mahasiswa asal Pasuruan ini.

Hasil penelitian Hendri sudah diujicobakan pada pengabdian masyarakat di Kota Batu. “Saya jadi volunteer (sukarelawan) untuk memberikan materi sekaligus menguji coba pembuatan MOL di petani Batu. Penelitian ini memang belum sempurna, karena termasuk penelitian baru. Jadi, kedepannya perlu perbaikan, seperti penyimpanan dalam botol, dan penambahan whey keju harus disesuaikan,” pungkas Hendri yang lulus dengan IPK 3,92. (me/Humas ITN Malang)




Kontruksi Banyak Gunakan Beton, Teknik Sipil ITN Malang Dorong Mahasiswa Inovasi Teknologi Beton

Dr. Yosimson P Manaha, ST., MT dosen Teknik Sipil ITN Malang Ahli Bidang Rekayasa Struktur, memberikan kuliah tamu Ecive 2021 secara virtual, Sabtu (24/04/2021). (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)


Malang, ITN.AC.ID – Seiring perkembangan jaman, pembangunan insfrastruktur di berbagai bidang terus mengalami kemajuan. Kemajuan ini juga berdampak pada kemajuan perkembangan teknologi beton dan kontruksi. Apalagi dewasa ini sebagian besar kontruksi menggunakan teknologi beton, karena penggunaannya yang mudah dan mampu menjangkau sampai pelosok daerah. Hal ini disampaikan oleh Ir. Ari Wibisono, ST.,MT.,Ph.D dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya pada kuliah tamu Ecive 2021 Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

“Biaya penggunaan beton lebih murah dari pada baja. Beton bisa dipakai hampir disemua dunia kontruksi sedangkan baja tidak. Khsusnya untuk gedung-gedung yang low risk sampai mediun risk. Kalau sudah high risk, maka baja akan memegang alih,” ujar Ari pada kuliah tamu yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (24/04/2021).

Ir. Ari Wibisono, ST.,MT.,Ph.D dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya Ahli Bidang Struktur saat menerangkan materi kuliah tamu pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Sipil ITN Malang. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)

Ir. Ari Wibisono, ST.,MT.,Ph.D dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya Ahli Bidang Struktur saat menerangkan materi kuliah tamu pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Sipil ITN Malang. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)

Menurut Ari, beton banyak digunakan karena mudah dan murah dari pada baja. Namun sayangnya, meski beton lebih kuat dalam hal tekan, tapi lemah dalam hal tarik. Untuk itu, saat pemakaian beton perlu ditambah tulangan baja sehingga beton lebih kuat dalam hal tekanan dan tarikan. Kelebihan lainnya beton bisa dicetak dalam bentuk apapun serta dimodel indah. Ini yang tidak bisa dimiliki oleh baja, karena baja harus melalui fabrikasi di pabrik baja.

“Sehinga beton bisa melakukan penetrasi hingga kepelosok daerah dengan teknologi yang tidak perlu setinggi baja. Orang awan bisa melakukan, kalau dengan baja harus melalui fabrikasi. Hanya saja untuk bangunan tinggi memang menggunakan teknologi baja, bukan teknologi beton. Beton lebih leman dari pada baja. Perbandingannya baja 8-10 kali lebih kuat dari pada beton,” terang dosen Ahli Bidang Struktur ini. Untuk itu diperlukanlah penelitian-penelitian mengenai teknologi beton khususnya oleh akademisi.

Bertajuk “Perkembangan Teknologi Beton Terhadap Teknologi Material Tambahan dan Campuran”, kuliah tamu juga menghadirkan dua pemateri lainnya, yakni Dr. Yosimson P Manaha, ST.,MT dosen ITN Malang dan Asep Saepudin dari PT Master Builders Solutions Indonesia.

Baca juga: I Wayan Mundra: Sistem Drainase Alami Kota Malang Aman, Tapi Masih Banjir

Dr. Yosimson P Manaha, ST.,MT membagikan inovasi-inovasi penelitian yang bisa dikembangkan oleh peserta kuliah tamu yang kebanyakan adalah mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai universitas. Meskipun begitu, kuliah tamu kali ini juga diikuti oleh pelajar dari SMK/SMA peserta kompetisi Ecive 2021.

“Dewasa ini banyak penelitian yang menggunakan bahan tambahan pada campuran beton. Seperti pengaruh penambahan serat ijuk terhadap sifat mekanik beton. Kalau untuk beton besar agak kesulita ya, karena mencari ijuk yang begitu banyak susah,” kata Yosimson.

Untuk contoh penelitian lainnya mahasiswa bisa memanfaatkan bahan tambahan seperti, pozzolith 501 HE, slag, serbuk gelasih tegel keramik (reduksi semen), batu apung, batu apung dan sekam padi, abu sekam padi dan zat adiktif bestmittel 0,5%, serat daun nanas, serat pisang, serat kawat bendrat, serat dari ressam, reduced water dan accelerated admixture, plasticizer, abu terbang flay ash dan zat adiktif, serat polypropylene, lateks dan serat rambut, abu sekam padi dan besmittel, serat bambu, kawat bendrat, cangkang biji karet, larutan gula dan abu arang briket, abu batang pisan, limbah plastik HDPE, dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Lima Finalis Berbagai Kampus Berlomba Paparkan Inovasi Bahan dan Teknologi Beton di ITN Malang

“Ini contoh-contoh penelitian, hanya membutuhkan waktu tiga bulan (penelitian). Silahkan yang berminat bisa dikembangkan. Untuk penggunaan batu apung nantinya lebih condong ke beton ringan. Sementara kalau penelitian memakai serat daun nanas yang cukup banyak, juga kesulitan. Untuk penelitian kuat tekan dan kuat tarik lentur beton dengan serat kawat bendrat, kalau tidak salah per kilo gram harganya 18 ribu rupiah, ya memang cukup mahal,” terang Ahli Bidang Rekayasa Struktur ini.

Sementara, untuk mendapatkan beton mutu tinggi dan berkinerja tinggi ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti, mengurangi proporsi beton dengan cara mengurangi air dalam adukan beton, menambahkan aditif mineral seperti silica fume atau abu terbang, menambahkan serat (beton berserat), beton dengan pemadatan mandiri (Self Compacting Concrete/SCC).

“Silica fume, campuran beton untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Misal untuk kolom struktur, dinding geser, beton prategang dan lain-lain. Waktu kuliah dulu saya pernah meneliti dan hasilnya bagus, dengan komposisi yang tepat kekuatannya bisa sampai 70-80 bahkan 100 Mpa,” pungkasnya. (mer/Humas ITN Malang)




Lima Finalis Berbagai Kampus Berlomba Paparkan Inovasi Bahan dan Teknologi Beton di ITN Malang

Juara 2 LKTI Ecive HMS ITN Malang 2021 Semar Adhideva dari Universitas Negeri Sebelas Maret saat mempresentasikan karyanya lewat platform zoom meeting pada Senin (19/04/2021). (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)


Malang, ITN.AC.ID – Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Education of Civil Engineering (Ecive) 2021 baru saja digelar oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), LKTI bertema “Inovasi Bahan dan Teknologi Beton Ramah Lingkungan” memasuki tahap final. Ada 5 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang berkompetisi lewat platform zoom meeting pada Senin (19/04/2021).

“Sebelumnya karya tulis sudah masuk ke panitia tanggal 5 April 2021 kemarin. Ada 11 karya dari 11 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah diseleksi kami ambil lima finalis untuk mempresentasikan hasil karyanya,” ujar Renaldy Priya Hutama, Koordinator Ecive 2021 saat dihubungi lewat sambungan whatsapp, Senin (19/04/2021).

Menurut Aldy akrab disapa, LKTI ECIVE diadakan tiap tahun untuk menumbuhkan jiwa kompetensi mahasiswa dalam karya tulis yang dituangkan dalam gagasan atau ide kreatif yang bersifat orisinil, visioner dan implementatif untuk mencari solusi permasalahan yang relevan. “Di sini mahasiswa diharapkan bisa berinovasi untuk membuat (karya tulis) tentang teknologi beton yang kuat sekaligus ramah lingkungan,” jelas Aldy.

Renaldy Priya Hutama, Koordinator Ecive 2021 (dua dari kanan) menyimak presentasi dari Tim Grozova dari Universitas Udayana Bali. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)

Renaldy Priya Hutama, Koordinator Ecive 2021 (dua dari kanan) menyimak presentasi dari Tim Grozova dari Universitas Udayana Bali. (Foto: Tangkapan layar zoom meeting Ecive 2021)

Dijelaskan Aldy, untuk penilaian lomba pada babak penyisihan dilihat dari format penulisan, orisinalitas, kejelasan dan revelansi gagasan, kebermanfaatan dan aplikatif, kesesuaian dengan tema, nilai guna, inovasi dan kreativitas. Sedangkan penilaian pada babak final fokus pada penguasaan materi, gaya bahasa dalam penyampaian, dan kesesuaian dengan dokumen penawaran.

Pada babak final panitia memberi durasi 25 menit, 15 menit untuk presentasi dan 10 menit tanya jawab. Memang tidak bisa dipungkiri kalau kompetisi secara daring akan banyak hambatan khususnya dalam hal jaringan. Namun, semua bisa teratasi dengan adanya koordinasi antara peserta dan panitia.

Baca juga: Alumni ITN Malang Kupas Manfaat Penggunaan Beton Prategang

“Untuk peserta LKTI tahun ini kualitasnya sangat bagus, mungkin mereka mempersiapkan lomba Ecive tahun ini dengan matang mulai dari persiapan sampai final. Mereka antusias, saya perhatikan sejak mulai acara sampai final peserta sangat bersemangat. Aktif bertanya kepada panitia,” jelas mahasiswa asal Tulungagung ini.

Tim LKTI yang lolos ke babak final antara lain Kuya Pemaknaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), WTR-Ravindra dari Universitas Wijayakusuma Perwokerto, Semar Adhideva dari Universitas Sebelas Maret Solo, Grozova dari Universitas Udayana Bali, dan Domang Team dari Politeknik Negeri Banyuwangi.

Baca juga:  Pusat Karir ITN Malang Temukan Job Seeker dengan Perusahaan Lewat Virtual Job Fair

“ Untuk pemenang juara akan diumumkan pada kuliah tamu hari Sabtu 24 April 2021 besok. Saya harap dengan diadakannya Ecive 2021 ini selain sebagai ajang pengembangan diri juga sebagai sarana silaturahmi dengan teman-teman dari kampus lain sehingga terbina relasi antar kampus, ” harapnya.

Perlu diketahui sebagai pemenang LKTI Eciv 2021 adalah juara 1 Kuya Pemaknaan (Institut Teknologi Bandung), juara 2 Semar Adhideva (Universitas Negeri Sebelas Maret) dan juara 3 Wtr-Ravindra (Universitas Wijayakusuma Purwokerto). (mer/Humas ITN Malang)




Link And Match, ITN Malang Kolaborasi dengan KEK Singhasari

Rektor ITN Malang Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE (kiri) mendengarkan penjelasan David Santoso, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama (IG) mengenai KEK Singhasari, di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Selasa (20/04/2021).


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang digandeng oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama antara Rektor ITN Malang Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE dengan David Santoso, Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama (IG) sebagai pengelola area KEK Singhasari, di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Selasa (20/04/2021).

Kerjasama Kampus Biru dengan KEK Singhasari mencakup kolaborasi dalam bidang pengembangan pelaksanaan hybrid university termasuk technology readyness assestment dalam rangka link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Bersama-sama mengembangkan capacity building untuk penyelenggaraan Hybrid University dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Serta, kajian dan studi bersama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis revolusi industri 4.0.

Foto berfoto: Dua alumni ITN Malang, General Manager PT Intelegensia Grahatama, Kriswidyat Praswanto, ST MM alumnus Teknik Sipil (duduk paling kanan) dan Design and Planning KEK Singhasari, Agus Pramono alumnus Arsitektur (baju hitam) ikut foto bersama usai penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama antara ITN Malang dan KEK Singhasari. (Foto: Yanuar/humas)

Foto berfoto: Dua alumni ITN Malang, General Manager PT Intelegensia Grahatama, Kriswidyat Praswanto, ST MM alumnus Teknik Sipil (duduk paling kanan) dan Design and Planning KEK Singhasari, Agus Pramono alumnus Arsitektur (baju hitam) ikut foto bersama usai penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama antara ITN Malang dan KEK Singhasari. (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE menyampaikan antusiasmenya saat menerima rombongan David Santoso. Menurut rektor, program pemerintah dengan KEK Singhasari sangat luar biasa. Apalagi, sekarang ITN Malang diberi kesempatan untuk berkolaborasi.

“Program pemerintah ini luar biasa. Saya antusias. Saya berharap nantinya ada implementasi nyata, tidak hanya sekedar MoU. Kalau menyangkut kawasan Singosari, ITN Malang sudah mempunyai lokasi pemberdayaan masyarakat. Harapannya kegiatan nantinya bisa menyambung dengan kawan-kawan (program studi),” kata rektor dalam sambutannya.

Dengan antusiasme rektor juga menyampaikan bahwa dua alumni ITN Malang juga ikut dalam tim kebijakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di kementerian. Dan lebih membahagiakan lagi bahwa di dalam tim pengembangan KEK Singhasari juga ada alumni Teknik Sipil dan Arsitektur ITN Malang. “Saya kaget juga malam-malam ada whatsapp masuk dan yang bersangkutan memperkenalkan diri sebagai salah satu manager pengembangan KEK Singhasari. Dan, ternyata adalah alumni (Teknik Sipil) ITN Malang,” katanya dengan semangat.

Baca juga: Mimpi Wujudkan Green City, Pemkab Sumba Barat Daya Bermitra dengan ITN Malang

Prestasi alumni ITN Malang seketika direspon oleh David Santoso, Direktur Utama PT IG. Menurut David ada beberapa alumni ITN Malang yang bergabung dalam pengembangan KEK Singhasari. Oleh karena itu David berharap ada keterlibatan ITN Malang dalam berkolaborasi mengembangkan kawasan KEK Singhasari.

“Orang teknik sangat mumpuni. ITN memiliki planologi, arsitektur serta teknik industri, nanti semua bisa dikerjasamakan. Ada perkawinan teknologi tepat guna, teknologi pangan dan merketing jadi satu. ITN bisa berkontribusi banyak di sini, kami akan mengakomodasi,” kata David.

Menempati lahan seluas 120 hektar KEK Singhasari merupakan KEK ke-13 dari total 15 KEK di Indonesia. Dengan bidang pengembangan pariwisata dan teknologi KEK Singhasari juga digadang-gadang ikut serta mendukung wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Merupakan satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. Dengan begitu TNBTS bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Dikatakan David, KEK Singhasari memiliki wisata peninggalan Kerajaan Singhasari. Perencanaan sosio kultur yang menjadi embrio kampus ITN Malang sangat menarik dilihat dari sisi planologi. Sehingga ini bisa menjadi salah satu yang menjadi perhatian mahasiswa. “Diskusi-diskusi itu dibutuhkan, tapi kadang tidak ada ruangnya,” imbuhnya.

Baca juga:  Pengalaman Pendampingan RTRW, ITN Malang Siap Kawal Kabupaten Mahakam Ulu

Malang yang diapit oleh Gunung Bromo dan Gunung Arjuno juga menarik perhatian David. Selain Bromo, Gunung Arjuno yang relatif berdekatan dengan kawasan KEK Singhasari memiliki keindahan dan berpotensi menjadi destinasi wisata baru.

“Kawasan pariwisata itu bagus kalau desain tata ruang memadai. Arjuno indahnya luar biasa. Saya ingin menciptakan destinasi wisata baru. ITN nanti bisa memetakan masterplan (Arjuno) termasuk juga Bromo. Banyak tempat-tempat menarik di Bromo selain Penanjakan. Masih banyak yang bisa di explore. Atau nanti bisa kita lihat peluang lain, barangkali bisa ditemukan suatu sistem yang secara swasta menguntungkan,”  harap David.

Sementara itu General Manager PT Intelegensia Grahatama, Kriswidyat Praswanto, ST MM menambahkan, KEK Singhasari salah satu kegiatan utamanya adalah teknologi. Kampus-kampus teknologi bisa berperan aktif mendukung pengembangan KEK Singhasari.

“Saya ingin di ITN menjalin suatu kolaborasi. Karena KEK Singhasari merupakan lembaga swasta, maka  dengan membangun kerjasama dengan perguruan tinggi swasta  akan lebih fleksibel. Kerjasaman ini akan lebih nge-link (terkoneksi) dan secara birokrasi tidak begitu panjang. Apalagi link and match antara dunia pendidikan (perguruan tinggi) dengan dunia kerja belum banyak digarap oleh dunia akademik,” harap alumnus Teknik Sipil ITN Malang ini. Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama ini juga hadir Agus Pramono, Design and Planning KEK Singhasari yang juga alumnus Arsitektur ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)




Tanggap Darurat Pasca Gempa Bumi ITN Malang Lepas Relawan ke Tumpakrejo

Wakil Dekan III FTSP ITN Malang, Dr. Hardianto, ST MT secara simbolis menyerahkan bantuan logistik kepada Fitri Harianto, Koordinator Aksi Sinergitas Lintas Batas untuk Posko Gabungan Tanggap Darurat Pasca Bencana Gempa Bumi Malang di Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang, Rabu (14/04/2021). (Foto: Yanuar/humas).


Malang, ITN.AC.ID – Gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/04/2021) yang lalu mengakibatkan kerusakan bangunan di beberapa wilayah Kabupaten Malang. Kondisi ini menggugah kepedulian Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Kampus Biru berkolaborasi dengan relawan dari berbagai komunitas di Malang membentuk Posko Gabungan Tanggap Darurat Pasca Bencana Gempa Bumi Malang di Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang. Secara simbolis Wakil Dekan III FTSP ITN Malang, Dr. Hardianto, ST MT memberangkatan relawan dan logistik dari kampus 1, Rabu (14/04/2021).

“Ini merupakan kegiatan tanggap darurat pasca gempa bumi di Malang Selatan. Upaya ITN Malang Bersama komunitas untuk meringankan beban saudara-saudara kita. Kami di kampus TNI siap menjadi posko logistik sementara,” kata Hardianto.

Dari Kampus 1 ITN Malang diberangkatkan relawan dari berbagai komunitas di Malang dan logistik menuju Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang. (Foto: Yanuar/humas).

Dari Kampus 1 ITN Malang diberangkatkan relawan dari berbagai komunitas di Malang dan logistik menuju Desa Tumpakrejo, Gedangan, Kabupaten Malang. (Foto: Yanuar/humas).

Semangat komunitas saling bahu membahu diapresiasi oleh Hardianto. Pasalnya, selain masih dalam kondisi pandemi relawan diberangkatkan di awal Ramadan akan membawa makna tersendiri. “Sekarang awal puasa Ramadan bagi yang muslim, dan masih menyempatkan diri untuk berpartisipasi menolong saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Malang Selatan. Saya mewakili pimpinan ITN mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak,” sambungnya.

Sementara itu, hal yang sama disampaikan oleh Kepala Humas ITN Malang, F.X. Ariwibisono, ST,M.Kom. Kegiatan posko gabungan sebagai upaya membantu warga Malang Selatan khususnya di Desa Tumpakrejo bersama komunitas kemanusiaan se-Malang Raya.

“Selain dengan komunitas kami juga sudah ada komunikasi dengan Resimen Armed Kostrad Malang yang diwakili oleh Mayor Sumaryono dan sudah bertemu dengan rektor. ITN berkomitmen dan mendukung penuh gerak aksi kemanusiaan untuk saudara kita di Malang Selatan,” kata Ari.

Dikatakan Ari, untuk tahap awal bantuan akan difokuskan di Desa Tumpakrejo, karena sebelumnya ITN Malang sudah menjalin MoU dalam hal pengembangan desa dan kawasan wisata di desa tersebut. “Dengan adanya bencana ini kami ganti dengan kegiatan pararel, berupaya turut berpartisipasi membangun desa dan membantu mensuplay kebutuhan masyarakat di sana,” paparnya.

Baca juga: HMJ ITN Malang Peduli Korban Banjir Bandang NTT dan NTB

ITN Malang juga sudah menyiapkan tempat di kampus 1 untuk menampung material bahan bangunan untuk membantu warga yang rumahnya rusak. “Menurut informasi banyak rumah yang rusak, seperti atap. Jadi, mereka membutuhkan sumbangan berupa asbes dan lainnya,” tutup Ari.

Bertajuk Sinergitas Lintas Batas, posko gabungan tidak hanya terdiri dari ITN Malang dan komunitas Malang Raya, namun juga dari luar Malang. Hal ini disampaikan oleh Fitri Harianto, koordinator aksi sekaligus founder Gerakan Kesadaran Alamku Hijau.

“Merupakan upaya bersama untuk ikut peduli dan berkontribusi dalam pemulihan pasca gempa. Kami berkolaborasi mengajak segenap lintas komunitas yang ada di Malang dan bahkan dari luar Malang. Titik awal di Desa Tumpakrejo, tapi nanti berpotensi berkembang (penanganan) ke tempat lain,” ujar Cak Ndan sapaan akrab Fitri Harianto.

Baca juga:  Kerjasama FTSP Angkat Potensi Desa Tumpakrejo Gedangan Malang

Menurut Cak Ndan, ada sekitar 15 komunitas yang bergabung di posko Desa Tumpakrejo dan akan bertambah seiring kegiatan aksi berjalan. Relawan yang tergabung ini akan membantu pemulihan pasca gempa serta membantu mengkoordinir bantuan logistik dari para donatur. Untuk bantuan logistik akan diarahkan ke kampus ITN Malang sebagai tempat penampungan.

“Hari ini kami memberangkatkan sekitar 20 relawan, dan nanti tiga hari kemudian akan diganti oleh komunitas yang lain. Saat ini ada 15 komunitas yang sudah bergabung, salah satunya ITN Malang. Sebagai akademisi ITN punya tanggung jawab untuk ikut memikirkan, karena banyak rumah yang rusak dan sebagian roboh. Secara akademik ITN bisa mengkaji dan merekomendasikan rumah tahan gempa. Semoga ini bisa diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Malang,” paparnya.

Informasi kebutuhan warga pun sudah diterima oleh Cak Ndan dari Kepala Desa Tumpakrejo. “Waktu terus berjalan dan kami butuh gerak cepat. Jadi, yang penting berjalan dulu penanganannya. Untuk awal mungkin masih dalam taraf pembersihan. Tahap ke dua baru perbaikan, sambal mengkoordinir material yang dibutuhkan,” jelas Cak Ndan. (me/Humas ITN Malang)

itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC