
Lulus Magister 1,5 Tahun, Achmad Reza Maulana Bedah Solusi Pelayanan Akademik Kampus Lewat Metode DMAIC
Achmad Reza Maulana lulusan terbaik Magister Teknik Industri (Peminatan Manajemen Industri) Program Pascasarjana ITN Malang pada Wisuda ke-76 Periode II tahun 2026. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.IS – Lulus S-2 dalam waktu 1,5 tahun dengan IPK nyaris sempurna 3,93 jelas bukan perkara mudah. Namun, Achmad Reza Maulana berhasil membuktikannya pada Wisuda ke-76 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Periode II tahun 2026. Menariknya lagi, wisudawan asal Pamekasan, Madura, ini merampungkan studi magisternya sembari tetap aktif bekerja.
Putra dari pasangan Mohamad Fadil dan Hasizah ini mengungkapkan bahwa kelancaran studinya di Program Studi Magister Teknik Industri (Peminatan Manajemen Industri) Pascasarjana ITN Malang tak lepas dari fleksibilitas sistem pembelajaran yang diterapkan kampus.
“Selama menempuh pendidikan di Magister Teknik Industri ITN Malang, saya mendapatkan pengalaman belajar yang sangat bermanfaat. Sistem perkuliahan memberikan fleksibilitas bagi saya untuk tetap menjalankan aktivitas pekerjaan sambil melanjutkan studi. Materi yang diberikan membantu saya memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam menganalisis serta menyelesaikan permasalahan di bidang industri. Dengan dukungan dosen dan proses pembelajaran yang terarah, saya dapat menyelesaikan studi dalam waktu 1,5 tahun,” ujar Reza.
Keberhasilan Reza merengkuh gelar Magister Teknik (MT) juga ditopang oleh penyelesaian tugas akhir atau tesis yang sangat relevan dengan kebutuhan manajerial instansi pendidikan. Di bawah bimbingan para dosen pembimbing Pascasarjana ITN Malang, Reza menyusun tesis berfokus pada evaluasi dan perbaikan kualitas pelayanan akademik.
Dalam risetnya, Reza mengidentifikasi kesenjangan antara harapan mahasiswa dan realitas pelayanan di lapangan, seperti kendala keterlambatan respons, panjangnya rantai prosedur, hingga gangguan sistem informasi akademik saat periode padat.
Achmad Reza Maulana lulusan Magister Teknik Industri (Peminatan Manajemen Industri) ITN Malang saat menyampaikan testimoni pada yudisium Pascasarjana ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Untuk membedah masalah tersebut, ia mengkombinasikan pengukuran lima dimensi SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kerangka kerja DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tak hanya itu, analisis penyebab masalah dirincinya menggunakan Diagram Fishbone, sedangkan formulasi solusinya disusun lewat pendekatan 5W1H dan Control Plan.
Hasil penelitian Reza menegaskan pentingnya penyempurnaan prosedur, kejelasan sistem tracking status pengajuan berkas, penguatan koordinasi antarunit, serta transparansi informasi agar kepuasan mahasiswa sebagai pemangku kepentingan utama dapat meningkat secara berkelanjutan.
Pengalaman belajar yang fleksibel dan aplikatif di ITN Malang terbukti mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cepat lulus, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang solutif bagi dunia kerja dan akademis. (Mita/Humas ITN Malang)



