Back

Penyelamat Kantong dan Nyaman di Rumah! Mareta Kurnia Sari Buat Inovasi Rumah Pintar Berbasis AI dan Panel Surya, Raih Lulusan Terbaik Pascasarjana ITN Malang

Mareta Kurnia Sari, lulusan terbaik Magister Teknik Elektro (Konsentrasi Elektronika Kontrol), Program Pascasarjana ITN Malang pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Bayangkan punya rumah pintar yang tidak hanya hemat listrik dan ramah lingkungan, tetapi juga bisa mengerti perintah bahasa sehari-hari. Mulai dari menggeser jadwal menyalakan oven saat cuaca mendung, hingga mengoptimalkan daya panel surya ketika matahari terik. Inovasi itulah yang lahir dari tangan dingin Mareta Kurnia Sari, wisudawan terbaik Program Studi Magister Teknik Elektro (Konsentrasi Elektronika Kontrol), Program Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026.

Gadis asal Sumenep, Jawa Timur yang kini mengabdi sebagai staf di Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) ini berhasil menyelesaikan studi S-2 nya tepat waktu dalam kurun 2 tahun. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing I Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST., MT., dan Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., Mareta merampungkan riset tesis bertajuk “Integrasi IndoBERT dan NSGA-II untuk Penjadwalan HEMS Berbasis Preferensi Pengguna”. Riset tersebut menggabungkan teknologi pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing) Bahasa Indonesia dengan algoritma optimasi multi objektif.

Baca Juga : Pengabdian Berdampak: Puluhan Lulusan Pascasarjana ITN Malang Siap Bawa Perubahan di Daerah

Hasilnya, sistem rumah pintar atau Home Energy Management System (HEMS) buatannya mampu memproses perintah alami pengguna, seperti “Besok siang hujan deras, tolong buatkan jadwal”, lalu secara otomatis menyesuaikan operasional perangkat listrik rumah tangga agar hemat energi tanpa mengorbankan kenyamanan.

Bagi putri dari pasangan H. Mohammad Sari dan Hj. Siti Harida ini, pendidikan tinggi dan dunia teknologi bukan sekadar mengejar gelar akademis. Mareta menegaskan pentingnya peran perempuan di ranah sains dan teknologi modern.

“Sebagai seorang wanita, saya percaya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik untuk membangun kompetensi, kemandirian, dan kepercayaan diri. ITN Malang memberikan saya kesempatan untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa perempuan juga mampu berprestasi di bidang teknologi dan pendidikan tinggi,” ungkap Mareta.

Baca Juga : ITN Malang Tingkatkan Kompetensi SDM Penataan Ruang Kabupaten Sumenep

Teknologi HEMS kembangan Mareta ini menjadi jawaban atas tantangan efisiensi energi rumah tangga di Indonesia. Dengan memanfaatkan model AI IndoBERT, sistem dapat mengekstraksi informasi instruksi bahasa Indonesia sehari-hari, kemudian dipadukan dengan algoritma NSGA-II untuk menjadwalkan perangkat seperti AC, mesin cuci, hingga pompa air. Keunggulannya, sistem ini mampu menyerap daya panel surya (photovoltaic) secara maksimal sehingga menekan tagihan listrik PLN secara signifikan.

Keberhasilan Mareta Kurnia Sari menjadi bukti nyata bahwa Program Pascasarjana ITN Malang terus melahirkan lulusan berdaya saing tinggi yang siap menghadirkan solusi teknologi cerdas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023