Back

Mahasiswa Bisnis Digital ITN Malang Sabet Juara 1 Kejurda Paralayang Jatim 2026

Farrel Ahmad Hierro, mahasiswa Bisnis Digital S-1 ITN Malang meraih Juara 1 Kejurda Paralayang Jatim 2026, kategori U-20 Lintas Alam Putra. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Mahasiswa Bisnis Digital S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Farrel Ahmad Hierro, berhasil menyabet Juara 1 Kejurda Paralayang Jatim 2026, kategori U-20 Lintas Alam Putra. Prestasi bergengsi ini ia raih pada ajang Danlanud Abd Saleh Open – Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Liga Paralayang Jawa Timur Seri 3 Tahun 2026.

Gelaran yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, ini berpusat di Landing Area Paralayang Songgomaruto, Kota Batu, dengan titik take-off di kawasan wisata udara Gunung Banyak.

Farrel unggul dari 44 atlet se-Jawa Timur setelah sukses menyelesaikan tantangan adu cepat menuju titik koordinat GPS yang ditentukan. Berbeda dengan kategori ketepatan mendarat, kategori lintas alam (Cross Country) menekankan pada ketepatan navigasi, taktik memanfaatkan arus udara panas, serta kecepatan melintasi rute yang telah ditentukan di udara. Kategori ini menuntut ia menuntaskan tugas di udara dalam rentang waktu terukur. Farrel mencatatkan waktu 40 menit pada round pertama dan 55 menit pada round kedua.

Baca Juga : Berbekal Mental Juara, Pesilat ITN Malang Sabet Emas di Kejuaraan IPSI Meski Kondisi Drop

“Lombanya mengerjakan tugas memakai GPS, ada koordinatnya dan balapan cepat-cepatan sampai tujuan bareng atlet lain. Waktu start-nya mulai saat posisi sudah di atas, tinggal meluncur ke bawah dan dihitung dari aplikasi,” tutur Farrel saat ditemui di Kampus 2 beberapa waktu lalu. Ia menceritakan keseruannya berlaga di angkasa Kota Batu.

Farrel Ahmad Hierro, mahasiswa Bisnis Digital S-1 ITN Malang usai meraih Juara 1 Kejurda Paralayang Jatim 2026, kategori U-20 Lintas Alam Putra. (Foto: Istimewa)

Kemenangan ini tak lepas dari proses panjang. Mengenal paralayang sejak SD di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Songgokerto. Farrel kecil awalnya hanya membantu warga sekitar melipat parasut, kemudian memberanikan diri ikut mengudara. Rasa penasaran berubah jadi tekad hingga ia mulai aktif belajar dan mengikuti kompetisi sejak 2022.

Untuk menghadapi Kejurda Seri 3 ini, pemuda yang memperkuat kontingen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu tersebut menjalani porsi latihan harian yang cukup berat.

Baca Juga : Olah Biji Pepaya Jadi Kopi Herbal Antioksidan, Tim Mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang Sabet Juara 2 International Competition of Academic and Innovation 2026

“Persiapannya latihan empat hari seminggu, sehari bisa 4 sampai 6 kali terbang. Selain itu ada latihan fisik seperti lari dan senam Tabata. Gerakan tangan dan kaki harus sinkron saat mengendalikan parasut,” jelas Farrel. Ia juga menjaga pola makan, seperti menghindari pedas, dan minum banyak air putih. Perlu diketahui, Senam Tabata adalah jenis latihan interval berintensitas tinggi (High-Intensity Interval Training / HIIT) yang dilakukan secara cepat dan singkat, biasanya hanya berdurasi 4 menit per sesi

Saat ditanya rahasia suksesnya menaklukkan angin Gunung Banyak, Farrel menekankan pentingnya kontrol emosi dan fokus saat terbang. Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, ia masih berambisi dan akan lebih terus giat berlatih untuk mencapai hasil yang lebih baik di kejuaraan berikutnya. Terlebih lagi, ia memiliki visi besar dalam karier olahraganya. “Target saya adalah menjadi juara di setiap kejuaraan,” tegasnya. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023