
Gandeng APTIKOM Jatim, ITN Malang Gelar Seminar Internasional Deep Learning Bersama Pakar AI Taiwan
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., memberikan cinderamata kepada Prof. I-Cheng Chang, Ph.D., dari Department of Computer Science and Information Engineering, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Siapa sangka teknologi Artificial Intelligence (AI) kini tak hanya berkutat di layar komputer, tapi sudah bisa mengenali penyakit tanaman dari selembar foto hingga melacak jejak lumba-lumba di laut lepas dari guratan siripnya. Penerapan canggih Deep Learning dan Computer Vision inilah yang dibedah dalam Seminar Internasional hasil kolaborasi Teknik Informatika S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersama APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Wilayah Jawa Timur di Aula Kampus 1 ITN Malang, Jumat (25/9/2026).
Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen dari belasan perguruan tinggi di Jawa Timur ini menghadirkan pakar dunia, Prof. I-Cheng Chang, Ph.D., dari Department of Computer Science and Information Engineering, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan. Kehadirannya tak sekedar memberi kuliah tamu, tetapi menjadi bukti riil pelaksanaan kerja sama internasional yang sudah digagas dua tahun lalu antara ITN Malang dan NDHU Taiwan.
Baca Juga : Teknik Informatika dan Bisnis Digital ITN Malang Teken MoA dengan National Dong Hwa University Taiwan
Apresiasi Pimpinan dan Sinergi Kelembagaan
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyambut hangat kedatangan tamu dari Taiwan ini dan menekankan pentingnya respons kampus terhadap tren teknologi.
“Perkembangan dunia informatika saat ini luar biasa cepat dengan hadirnya AI, Data Analytics, hingga Cybersecurity. Ini jadi tantangan buat kita untuk terus berkolaborasi,” ujar Rektor.
Rektor juga mengapresiasi kesiapan panitia yang berhasil menghadirkan banyak peserta meski waktu persiapan sangat terbatas. “Alhamdulillah, dalam dua hari peserta yang mendaftar tembus lebih dari 200 orang. ITN Malang sangat siap menopang event-event besar berikutnya bersama APTIKOM,” lanjutnya.
Teknik Informatika S-1 ITN Malang bersama APTIKOM Wilayah Jatim menggelar Seminar Internasional di ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Komitmen senada disampaikan oleh Ketua APTIKOM Wilayah Jawa Timur, Yoyon Arie Budi Suprio, S.ST., M.Kom., yang menegaskan bahwa kemitraan antarlembaga tak boleh berhenti sebatas penandatanganan berkas.
“Kegiatan hari ini adalah bukti nyata dari kesepakatan MoU yang dibuat dua tahun lalu. Jangan sampai kerja sama ini hanya sebatas tanda tangan, tapi harus ada aksi riil yang dampaknya dirasakan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus jadi bukti kuat saat visitasi akreditasi oleh LAM INFOKOM,” tegas Yoyon.
Menyambung pentingnya aksi riil dalam kerja sama tersebut, Kaprodi Teknik Informatika S-1 ITN Malang, Yosep Agus Pranoto, ST., MT., menceritakan bagaimana kolaborasi ini berawal dari jejaring akademis di tingkat prodi hingga terealisasi secara nyata.
“Acara ini berawal dari hubungan baik dosen kita, Bu Betty, yang sedang tugas belajar di NDHU Taiwan. Ini kedatangan Prof. I-Cheng Chang yang kedua kalinya ke prodi kami sebagai wujud nyata Implementation Arrangement,” ungkap Yosep. Menurutnya, meski persiapannya terbilang mendadak, antusiasmenya luar biasa. Target awal 150 peserta tembus lebih dari 200 orang dari kampus luar seperti Unmer, Kanjuruhan, hingga beberapa kampus dari luar Malang.
Penerapan Deep Learning: Dari Deteksi Penyakit Jeruk hingga Analisis Taktik Olahraga
Prof. I-Cheng Chang, Ph.D., dari Department of Computer Science and Information Engineering, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan saat menjadi pembicara di Seminar Internasional ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Dalam paparannya bertajuk “Advances in Deep Learning for Computer Vision and Motivation for Further Study in Taiwan”, Prof. I-Cheng Chang memaparkan bagaimana algoritma AI mampu mengolah data visual menjadi keputusan presisi di kehidupan nyata:
- Kesehatan (Healthcare): Menerapkan model YOLOv5 dan SAM untuk analisis porsi dan gizi makanan (Diet Advisor), hingga pemanfaatan pemindaian Hepatic Arterial Perfusion Imaging (HAPI) untuk memprediksi tingkat kelangsungan hidup pasien kanker hati.
- Pertanian (Agriculture): Mengembangkan sistem Pomelo Pest and Disease Recognition berbasis Multi-Label Branch Network (MLB Net) dan Phyto Former. Petani cukup memotret daun jeruk lewat ponsel untuk mendeteksi berbagai penyakit sekaligus, seperti Citrus Melanose maupun Leaf Miner.
- Konservasi Kelautan (Marine Conservation): Pemanfaatan sistem DeepFin (non-invasive photo-ID tracking) yang menyaring puluhan ribu foto untuk mengenali identitas tiap ekor lumba-lumba lewat pola sirip punggungnya.
- Teknologi Olahraga (Sports Technology): Menerapkan computer vision untuk melacak gerakan cepat petinju di ring (JAAB system), menganalisis kayuhan pendayung perahu naga, hingga membaca taktik bulu tangkis (Shuttle Eyes) tanpa perlu menempelkan sensor di tubuh atlet.
Sesi acara ditutup dengan pemaparan peluang beasiswa studi lanjut S2 dan S3 di NDHU Taiwan bagi dosen dan mahasiswa. Sesi ini dipandu oleh Betty Dewi Puspasari, S.Kom., MT., dosen Teknik Informatika ITN Malang yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di NDHU di bawah bimbingan Prof. I-Cheng Chang. (Mita/Humas ITN Malang)



