Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang sedang mengerjakan tes teori dalam uji Sertifikasi Kompetensi Kerja di Kampus 2 ITN Malang, Kamis (08/04/2021). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Sebanyak 20 peserta mengikuti uji sertifikasi kompetensi kerja di Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (08/04/2021). Digelar oleh Program Studi (Prodi) Teknik Informatika S-1 bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komputer Skomtek Malang.

Kompetensi Sertifikasi Profesi 2021 yang diujikan adalah Skema Network Administrator Muda yang diikuti oleh 10 mahasiswa Teknik Informatika Kampus Biru, dan Skema Operator Komputer Muda untuk siswa SMK berjumlah 10 siswa dari SMK Muhammadiyah 2 Malang dan SMK Muhammadiyah 8 Pakis. Merupakan program dari BNSP untuk pelajar dan mahasiswa agar mempunyai sertifikasi bertaraf nasional.

“Uji kompetensi ini gratis karena merupakan program BNSP. Teknik Informatika sudah dari tahun kemarin bekerjasama dengan LSP Skomtek Malang untuk menggelar uji kompetensi ini,” ujar Kaprodi Teknik Informatika S-1, Suryo Adi Wibowo, ST, MT.

Kaprodi Teknik Informatika S-1 ITN Malang Suryo Adi Wibowo, ST, MT (kanan) bersama Kepala TUK Skomtek Malang dari LSP Komputer Rudi Hartono. (Foto: Mita/humas)

Kaprodi Teknik Informatika S-1 ITN Malang Suryo Adi Wibowo, ST, MT (kanan) bersama Kepala TUK Skomtek Malang dari LSP Komputer Rudi Hartono. (Foto: Mita/humas)

Menurut Adi biasa disapa, mahasiswa Teknik Informatika yang mendapat kesempatan uji kompetensi merupakan mahasiswa yang aktif di laboratorium serta mahasiswa yang memiliki prestasi. “Prodi berupaya memberi fasilitas bagi mahasiswa berprestasi. Supaya kelak ketika lulus peluang kerjanya luas, karena memiliki kompetensi,” ucapnya.

Dikatakan Adi, sertifikat kompetensi dari BNSP berlaku nasional di seluruh Indonesia. Dan, bahkan ada beberapa negara ASEAN yang mengakui sertifikasi BNSP. Untuk menghadapi uji kompetensi Prodi Teknik Informatika sebelumnya memberi bimbingan teknis kepada mahasiswa. Sehingga saat ujian berlangsung mahasiswa akan lebih siap. “Tujuannya memudahkan mahasiswa untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Punya bekal kemampuan yang baik dengan dasar sertifikat tadi,” imbuhnya.

Baca juga: Lulus Doktor, Dosen Teknik Informatika Angkat Disertasi Program Keahlian Ganda (PKG)

Sementara itu menurut Kepala TUK Skomtek Malang dari LSP Komputer Rudi Hartono mengatakan, uji kompetensi dibagi menjadi tiga tahap yakni, teori, praktik dan wawancara. Untuk tes teori menggunakan aplikasi sehingga hasil lebih cepat didapat. “Jadi, harapannya dari akumulasi tiga model tes tersebut kami bisa tahu bahwa peserta bisa dikatakan kompeten atau tidak kompeten,” kata Rudi.

Menurut Rudi, untuk siswa SMK ada tiga materi uji, Excel, Microsoft dan Power Point. Sedangkan untuk mahasiswa yang diujikan adalah administrasi jaringan.

“Cocok sesuai jurusannya informatika. Dia mengantur jaringan, biasanya selalu ada di perkantoran. Tapi tidak semua orang bisa mengakses, mesti ada pembatasan-pembatasan. Misalnya hanya bisa diakses oleh kepala dan lain sebagainya. Bahasanya mungkin super admin,” imbuhnya.

Baca juga:  Kreatif, Wisudawan Terbaik Teknik Informatika ITN Malang Buat Website Jadwal Majelis

Kompetensi bagi seseorang terutama angkatan kerja sangat dibutuhkan. Karena tenaga kerja standartnya mengacu pada SKKNI. Rudi menyarankan bagi pemilik sertifikat kompetensi kerja untuk meng-upgrade kemampuannya, karena sertifikat hanya berlaku selama tiga tahun.

“Sebaiknya tenaga kerja mengeluti kompetensi pada bidangnya dengan kontinu. Kalau mereka berhenti belajar ya bisa-bisa ilmu akan hilang apalagi tidak pernah dipakai. Makanya, sertifikat kompetensi hanya berlaku tiga tahun saja,” tutupnya. (me/Humas ITN Malang)

 110 total views,  2 views today

image_pdfimage_print