Wakil Rektor III ITN Malang Ir. Fourry Handoko, ST,SS,MT,Ph.D,IPU, (paling kiri) menerima rombongan Pemkab Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Rabu malam (16/12/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Menjadikan Kota Tambolaka green city dan masyarakat menguasai teknologi menjadi mimpi besar Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete. Keinginan tersebut disampaikan saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Rabu malam (16/12/2020).

“Kami berharap kota kami Tambolaka kelak akan menjadi green city, dan kedepannya warga Sumba bisa menguasai teknologi. Kami sungguh-sungguh mengharapkan bermitra dengan ITN Malang sehingga pada saatnya ada lompatan-lompatan kemajuan di daerah kami,” harap Kornelius dalam sambutannya.

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), NTT, dr. Kornelius Kodi Mete (batik kuning) menaruh harapan besar kepada ITN Malang untuk membantu mewujudkan kemajuan Sumba Barat Daya (SBD). (Foto: Yanuar/humas)

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), NTT, dr. Kornelius Kodi Mete (batik kuning) menaruh harapan besar kepada ITN Malang untuk membantu mewujudkan kemajuan Sumba Barat Daya (SBD). (Foto: Yanuar/humas)

Menurut Kornelius, SBD memiliki banyak potensi alam yang indah dengan gunung berapi yang bisa dikembangkan. Sementara jumlah penduduk SBD masih sedikit dengan rata-rata menempuh pendidikan sekolah 7 (tujuh) tahun. “Untuk desa wisata kami ingin ITN bisa memberi solusi dan wawasan, sehingga di masa datang rumah adat Sumba tetap bertahan,” imbuh Kornelius.

Cita-cita Kornelius bagi masyarakat SBD adalah membangun desa pintar, desa cerdas. Sekolah dibangun tidak hanya dalam pendidikan formal. Dengan begitu bisa bermitra dengan siapa saja. Mahasiswa bisa KKN di Sumba dengan memberi pendidikan informal ke semua orang.

Baca juga: Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Curhat ke ITN Malang

“Saya selama ini mengkaji MoU dengan ITN benar-benar berjalan dengan baik. ITN sungguh-sungguh hadir di Sumba.
Dengan MoU yang baru ini semoga mimpi-mimpi kami akan menjadi kenyataan. Cita-cita kami desa-desa di Sumba dan Kota Tambolaka ITN Malang yang membangun,” pungkasnya.

Baca juga: ITN Malang Digandeng Pemkab Manggarai Garap RTRW

Sementara itu Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kerjasama (LP2K), Ir. Togi H. Nainggolan mengatakan, ITN Malang di tahun 2020 ini menyelesaikan rencana detail perkotaan Tambolaka. Bahkan rencana grand detail kota tidak hanya 5-10 tahun, namun 20 tahun ke depan. Dengan luasan 1.000 hektar kota akan dijadikan tiga perencanaan wilayah. Dengan adanya UU Cipta Kerja ada penyederhanaan birokrasi, maka ITN Malang dan SDB akan melakukan eliminasi pembangunan kota 20 tahun ke depan.

“Kami (ITN Malang) juga ada permintaan dari Rumah Sakit Karitas (SBD) untuk pengembangan masterplan rumah sakit. Kami sudah membantu penyusunannya sejak tahun 2018. Jadi, dalam momen MoU sekarang kami sekaligus minta ijin karena rumah sakit masuk dalam wilayah SDB. Setelah MoU ini kami akan membantu (pengembangan masterplan) sebagai pengabdian masyarakat,” pungkas Togi. (me/Humas ITN Malang)

 423 total views,  1 views today

image_pdfimage_print