Tim Archiestic ITN Malang masuk 4 besar Lomba Gambar Teknik (LGT) Student Day of Civil Engineering 15th, Politeknik Negeri Malang (Polinema) 2020. (Ki-ka): Pontivex Kurnia Adi Prabawa, Nico Firmansyah, dan Ahmad Sulton Royan. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Desain stasiun Arjunamarta memang unik dan menarik. Seperti namanya, gabungan kata Arjuna dan Amarta yang berarti Arjuna “bersinar terang” dan Amarta “hutan yang rindang” dalam cerita pewayangan. Maka, terciptalah bentuk bangunan stasiun kereta api dengan pencahayaan maksimal dan penghawaan alami yang baik.

“Kami menjunjung kearifan lokal dengan mengambil kata Arjuna. Dalam tokoh pewayangan Arjuna adalah kesatria yang tampan dan unik, sedangkan dalam bahasa Sanskerta Arjuna berarti “bersinar terang”. Ini kami aplikasikan dalam bangunan dengan pencahayaan alami yang maksimal. Sementara Amarta aplikasinya berupa taman indoor berukuran cukup besar. Sehingga, ruangan dalam stasiun berhawa sejuk meski tanpa AC (Air Conditioner) dan segar karena pasokan oksigen lebih banyak dari tanaman,” beber Pontivex Kurnia Adi Prabawa Ketua Tim Archiestic ITN Malang saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp, Senin (23/11/2020).

Tema moderen dan ramah lingkungan terlihat jelas dari sentuhan tangan tiga mahasiswa Arsitektur Kampus Biru yakni, Pontivex Kurnia Adi Prabawa, Nico Firmansyah, dan Ahmad Sulton Royan. Tim mereka akhirnya lolos 4 besar Lomba Gambar Teknik (LGT), Student Day of Civil Engineering 15th, Politeknik Negeri Malang (Polinema). Proses lombanya sendiri dimulai sejak awal Agustus hingga 21 November 2020 secara daring.

Desain Stasiun Kereta Api Arjunamarta berkonsep kearifan lokal, dengan penghawaan dan pencahayaan alami maksimal, hemat energi serta ramah lingkungan karya mahasiswa Arsitektur ITN Malang. (Foto: Istimewa)

Desain Stasiun Kereta Api Arjunamarta berkonsep kearifan lokal, dengan penghawaan dan pencahayaan alami maksimal, hemat energi serta ramah lingkungan karya mahasiswa Arsitektur ITN Malang. (Foto: Istimewa)

“Tentunya konsep ini tidak hanya hemat energi, tapi juga nyaman. Kami juga menambahkan fasilitas untuk mendukung penerapan protokol kesehatan Covid-19. Nanti, setelah pandemi berlalu fasilitas-fasilitas tersebut tetap dapat membantu mengatasi kekurangan dan permasalahan yang umumnya terjadi pada stasiun-stasiun yang sudah ada,” kata Ivex sapaan akrab Pontivex Kurnia Adi Prabawa.

Selama kurang lebih 20 hari Tim Archiestic merancang desain stasiun dengan memakai berbagai aplikasi. Antara lain, Autocad untuk gambar kerja, Sketchup untuk modeling tiga dimensi, dan aplikasi Lumion untuk rendering dan membuat animasi. Jadi, meski menduduki peringkat 4 dengan total skor 77,19 Tim Archiestic mampu mengungguli tim dari UNS, Undip, Polinema, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dan Politeknik Negeri Bandung (Polban). Tim ITN Malang lainnya, yakni Tim Creature juga berhasil menduduki juara 3 dalam event yang sama.

Baca juga: Membidik Konsep Hunian Klien, Desain Mahasiswa Arsitektur Menjadi Pemenang Utama Rendering Challenge

“Mungkin menariknya bagi juri, karena massa dan fasad bangunan stasiun Arjunamarta unik dan menarik. Mengusung konsep kearifan lokal, memiliki taman indoor yang cukup besar, penghawaan dan pencahayaan alami maksimal, hemat energi serta ramah lingkungan,” ulang Ivex.

Baca juga: Demi Kenyamanan Bermasker, Alumnus ITN Malang Buat Inovasi Penyangga Masker

Mengangkat tema Inovasi Stasiun Kereta Api yang Ramah Lingkungan, kegiatan tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Polinema ini diharapkan menjadi ajang untuk mengenalkan mahasiswa di bidang rancang bangun, tentang pekerjaan konsultan perencana dan cara menggambar yang efektif dan efisien. Mengembangkan jiwa kreativitas, kompetitif, mengasah kreatifitas, ilmu, dan inovasi antar mahasiswa.

“Banyak pengalaman yang kami dapat dari kegiatan lomba semacam ini. Selain pengalaman, ilmu bidang merancang atau mendesain yang di dapat di kampus bisa kami asah di sini (LGT). Semoga capaian kami bisa menjadi inspirasi buat adik-adik di ITN untuk semangat berkarya dan lebih baik dari kami.” tandasnya. (mer/Humas ITN Malang)

301 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini