Ketua Umum Himakpa, Syauqi Azhar Dani (membawa kotak donasi) foto bersama tim pendukung Live Acoustic Bantu Masamba Bangkit dari Musibah, di Warkop Ben Padang, Sidoarjo, Sabtu (15/08/2020). (Foto: Istimewa)

Ketua Umum Himakpa, Syauqi Azhar Dani (membawa kotak donasi) foto bersama tim pendukung Live Acoustic Bantu Masamba Bangkit dari Musibah, di Warkop Ben Padang, Sidoarjo, Sabtu (15/08/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Musibah banjir bandang yang melanda Masamba Luwu Utara pada Senin, 13 Juli 2020 yang lalu menggugah kepedulian Himpunan Mahasiswa Teknik Pencinta Alam (HIMAKPA) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Bekolaborasi dengan musisi Sidoarjo dan di dukung oleh Warkop Ben Padang, Himakpa menggalang dana dengan menggelar live acoustic di Warkop Ben Padang, Rangkah Kidul, Sidoarjo pada Sabtu 15 Agustus 2020.

Dikatakan Ketua Umum Himakpa, Syauqi Azhar Dani, selain menggelar musik akustik acara penggalangan dana juga diselingi dengan sosialisasi mengenai penyebab terjadinya banjir. Umumnya terjadinya banjir merupakan dampak dari pembukaan lahan hutan yang dialihfungsikan untuk perkebunan serta pembangunan yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah kelestarian alam berkelanjutan.

 

Live Acoustic Bantu Masamba Bangkit dari Musibah, di Warkop Ben Padang, Sidoarjo, menghadirkan musisi Sidoarjo, Ryncoustic dan HMKP feat SM. (Foto: Istimewa)

Live Acoustic Bantu Masamba Bangkit dari Musibah, di Warkop Ben Padang, Sidoarjo, menghadirkan musisi Sidoarjo, Ryncoustic dan HMKP feat SM. (Foto: Istimewa)

 

“Penggalangan dana ini untuk membantu Masamba bangkit dari musibah banjir bandang akibat luapan Sungai Rongkong, Sungai Meli, dan Sungai Masamba yang terjadi bulan kemarin (Juli 2020). Memprihatinkan memang, luapan sungai-sungai tersebut merupakan dampak dari pengalih fungsian lahan hutan secara besar-besaran untuk keperluan pembukaan perkebunan sawit dan villa, disertai intensitas curah hujan yang tinggi waktu itu,” beber Syauqi, saat dihubungi melalui sambungan whatsapp, Kamis (20/08/2020).

Baca juga: Banjir Awal Tahun 2020 Gugah Solidaritas Alumni ITN Malang

Live acoustic yang mengundang Mapala se-Sidoarjo ini juga dimeriahkan oleh penampilan Ryncoustic dan HMKP feat SM, serta beberapa pengunjung yang menyumbangkan suaranya. Tidak hanya itu, Skala Mayapadha Mojokerto juga hadir menambah kemeriahan di lokasi acara.

Warkop Ben Padang, depan Perumahan Pallazo Park, Sidoarjo sengaja dipilih sebagai lokasi acara, karena tempatnya nyaman, cocok untuk bersantai dan ramai pengunjung. Apalagi banyak anggota Himakpa berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya, sehingga memudahkan untuk berkoordinasi.

“Semoga kita semua dapat saling membantu. Meskipun kondisi pandemi namun hati nurani kita tidak akan mati. Bersama-sama kita menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu Masamba Bangkit dari Musibah. Menurut informasi dari media lokal Hj. Indah Putri Indriani selaku Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan mengeluarkan kebijakan “Memperpanjang Status Darurat Tanggap Bencana Atas Bencana Banjir Bandang di Bumi Lamaranginang (julukan Luwu Utara) selama 30 hari,” pungkas mahasiswa Teknik Informatika semester 5 ini. (mer/humas)

Baca juga: Rektor ITN Malang Bahas Solusi Atasi Banjir dan Siap Back Up Replikasi Kalpataru Bambang Irianto dengan Materi Lebih Ilmiah

101 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini