Atlet Taekwondo ITN Malang harumkan nama Kampus Biru di ajang Kejuaraan 2nd Instiper di Jogjakarta 11-12 Januari 2020. (Foto: Istimewa)

Atlet Taekwondo ITN Malang harumkan nama Kampus Biru di ajang Kejuaraan 2nd Instiper di Jogjakarta 11-12 Januari 2020. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Awal Tahun 2020 menjadi ajang panen prestasi bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Sebanyak lima medali berhasil diboyong dari Kejuaraan 2nd Instiper di Jogjakarta 11-12 Januari 2020.

Ada sekitar 650 atlet dalam kejuaraan tersebut, dan Taekwondo Kampus Biru ITN Malang berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan dua perunggu. Masing-masing adalah Reva Nabila Putri (emas), Bernika Natasya Ifada (perak dan perunggu), Alvin Ahlunnizar (perak), dan Pamungkas Hutapea (perunggu).

“Kalau di Instiper baru kali ini ITN ikut. Kami menurunkan enam atlet di cabang Kyorugi (fight) dan Poomsae (seni jurus bela diri),” ujar Bernika Natasya Ifada, Ketua UKM Taekwondo saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang, Selasa (14/01/2020).

 

Pamungkas Hutapea dan Reva Nabila Putri (Berdiri). Bernika Natasya Ifada dan Alvin Ahlunnizar (Duduk). (Foto: Yanuar/humas)

Pamungkas Hutapea dan Reva Nabila Putri (Berdiri). Bernika Natasya Ifada dan Alvin Ahlunnizar (Duduk). (Foto: Yanuar/humas)

 

Mahasiswi Teknik Geodesi ini juga menyumbangkan medali perak Poomsae Individual Putri dan medali perunggu Kyorugi Female U62. Mahasiswa semester tiga ini memang memiliki basic Poomsae (seni jurus bela diri). Tahun 2018 yang lalu, Tasya sapaan Bernika Natasya Ifada pernah meraih medali emas di UM Cup. “Basic saya memang Poomsae. Untuk jurusnya sendiri ada tangkisan, pukulan, dan tendangan,” imbuh Tasya.

Baca juga: Medali Emas Pertama Reva Nabila Putri untuk Kampus Biru ITN Malang

Sedangkan Alvin Ahlunnizar, peraih medali perak Kyorugi (fight) Male U54, merasa pengalaman mengikuti kejuaraan amatlah penting. Baginya lebih baik mendapatkan bekas cedera karena sudah berusaha daripada kalah tanpa usaha. “Belum pernah mendapatkan emas, tapi yang terpenting kita sudah berusaha sebaik-baiknya,” kata mahasiswa Teknik Geodesi semester tiga ini.

Usaha terbaik juga dikisahkan oleh Pamungkas Hutapea, peraih medali perunggu Kyorugi (fight) U74. Menghadapi lawan cukup tangguh, mahasiswa Teknik Sipil ini mensiasatinya dengan agility (kelincahan) gerak.

“Awalnya ikut U68, tapi setelah liburan ternyata berat badan saya naik, jadinya saya mendaftar U74. Setelah latihan dan berusaha menurunkan berat badan akhirnya bisa turun menjadi 67 kilogram, tapi sayangnya saya sudah terlanjur mendaftar U74. Ini berpengaruh saat tanding, soalnya lawan saya cukup besar. Maka, saya siasati dengan kelincahan gerak, menyerang dan menghindar,” tandas mahasiswa semester lima ini. (mer/humas)

Baca juga: Keluar Dari Zona Nyaman, Wahyu Tedy Pratama Sabet Juara 3 Jujitsu di Kota Batu

79 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini