Julian Lion, koordinator Planart Exhibition 2019 saat memberikan keterangan kepada Humas ITN Malang, Selasa (17/12/12). (Foto: Yanuar/humas)

Julian Lion, koordinator Planart Exhibition 2019 saat memberikan keterangan kepada Humas ITN Malang, Selasa (17/12/19). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID — Sebanyak 30 sumber mata air di Kabupaten Malang terpotret dalam pameran fotografi Planart Exhibition 2019 bertajuk Finding Water Identities. Tidak hanya menampilkan sejarah dan kondisi existing (kondisi lokasi saat ini), namun mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang juga membuat desain yang ramah lingkungan.

“Pameran ini merupakan bagian dari mata kuliah Analisa Lokasi Pola Ruang dan Perencanaan Kawasan. Jadi pola ruang nantinya bisa diterapkan menyesuaikan dengan kondisi existing lingkungan yang ada di mata air saat ini,” terang Julian Lion, koordinator Planart Exhibition, Selasa (17/12/19).

Sumber Krabyakan menjadi salah satu sumber mata air di Kabupaten Malang yang terpotret dalam fotografi Planart Exhibition 2019. (Foto: Yanuar/humas)

Sumber Krabyakan menjadi salah satu sumber mata air di Kabupaten Malang yang terpotret dalam fotografi Planart Exhibition 2019. (Foto: Yanuar/humas)

Mengangkat sumber-sumber mata air di Kabupaten Malang mulai dari Sumber Brantas sampai Bendungan Karangkates, mahasiswa ITN Malang menggali potensi sekaligus masalah dan kemudian memecahkannya dalam bentuk desain. Hasil kajian ini dinilai dalam tiga sistem penilaian, yakni venustas, inovasi, dan firmitas yang langsung dilakukan oleh para pengunjung pameran.

“Ada tiga penilaian, yaitu venustas, ketepatan pengambilan sudut foto. Jadi obyek tidak sekedar difoto, namun juga harus bagus dalam pengambilan gambarnya. Inovasi, kesesuaian rancangan dengan kondisi existing sumber mata air. Dan firmitas, kesesuaian tema,” beber mahasiswi asal Kupang NTT ini.

Setiap pengunjung yang masuk diberikan tiga stiker penilaian. Mereka bebas menempelkan stiker tersebut kepada kelompok yang mereka anggap karyanya menarik. Kelompok yang paling banyak mendapatkan stiker merekalah pemenangnya.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Mesin Ramai-ramai Pasang Papan Nama Wisata Pakis Suceng

Salah satu sumber mata air yang diangkat mahasiswa Kampus Biru adalah Sumber Krabyakan, Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang. Selain lokasinya mudah dijangkau sekitar sumber masih banyak sawah yang memiliki keindahan tersendiri.

“Sebenarnya Sumber Krabyakan ini bisa dimaksimalkan sebagia tempat wisata, tapi pihak setempat (harus) bisa maksimal dalam pengelolaannya,” ujar Alivanda Adla anggota kelompok Sumber Krabyakan.

Menurut mahasiswi asal Kota Batu ini, selama ini Sumber Krabyakan digunakan sebagai tempat wisata dengan kolam renang sederhana. Adanya petilasan Ki Ageng Truno di dekat sumber membuat Sumber Krabyakan tetap terjaga.

“Berhubung belum maksimal pengembangannya, saran inovasi dari kami bisa ditambah gazebo, cafe, gerbang, dan juga dilengkapi dengan mushala. Inovasi semua terbuat dari kayu, bambu dan batu-batu alam, sehingga akan lebih terjaga,” tutup mahasiswa semester tiga ini. (mer/humas)

Baca juga: LPPM ITN Malang Terjunkan Tenaga Ahli ke Kabupaten Sikka

1,355 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini