Mahasiswa ITN Malang sedang memasang papan nama di Pemandian Wisata Pakis Suceng di Desa Lalang-lang, Kecamatan Singosari, Kab Malang, Minggu (22/9/19). (Foto: Istimewa)

Mahasiswa ITN Malang sedang memasang papan nama di Pemandian Wisata Pakis Suceng di Desa Lalang-lang, Kecamatan Singosari, Kab Malang, Minggu (22/9/19). (Foto: Istimewa)


 

Sekitar 50 mahasiswa terlihat bergotong royong membersihkan lokasi sekitar sumber mata air Pakis Suceng di RT 05 RW 01, Desa Lang-lang, Kecamatan Singosari, pada Minggu (22/9/19) yang lalu. Bahkan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini membuat dan memasang papan nama “Wisata Pakis Suceng” di dekat kolam pemandian.

“Ini merupakan kegiatan bakti desa. Kali ini memilih di Desa Lang-lang karena kami lihat Pakis Suceng merupakan tempat wisata yang potensial, namun belum digarap dengan serius olah desa,” tutur Roby Agus Christianto, salah satu anggota HMM, saat ditemui di kampus 2 ITN Malang, Jumat (27/9/19).

Mahasiswa semester 7 ini menuturkan, pemandian Pakis Suceng dipilih sebagai tempat bakti desa berawal dari seringnya mahasiswa Teknik Mesin Kampus Biru memanfaatkan pemandian seluas kurang lebih 15 meter persegi tersebut untuk berlatih mengemudikan kapal cepat tak berawak. Mereka merasa prihatin dengan kondisi tempat wisata, dimana jalan menuju tempat tersebut sempit. Arah masuk ke lokasi juga banyak tumpukan sampah karena dekat dengan tempat pembuangan sampah warga sekitar, serta belum ada penerangan.

“Kata Pak RW tempat ini kurang publikasi, sehingga masih jarang yang berwisata ke Pakis Suceng. Ada sih yang berwisata namun kebanyakan warga sekitar yang membawa anak-anaknya,” beber mahasiswa asal Malang ini.

 

Bentuk kepedulian, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Teknik Mesin S-1 ITN Malang adakan Bakti Desa membersihkan lokasi Pemandian Wisata Pakis Suceng. (Foto: Istimewa)

Bentuk kepedulian, Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Teknik Mesin S-1 ITN Malang adakan Bakti Desa membersihkan lokasi Pemandian Wisata Pakis Suceng. (Foto: Istimewa)

 

Kehadiran mahasiswa ITN Malang disambut baik warga sekitar Wisata Pakis Suceng. Bahkan menurut Roby, semula mahasiswa hanya menyumbang papan nama, namun oleh Pak RW diminta sekalian membuatkan papan penunjuk arah.

“Awalnya hanya ingin bersih-bersih dan pasang tulisan saja, tapi diminta oleh Pak RW sekalian pasang papan penunjuk arah ke lokasi wisata. Semoga kedepannya (bakti desa) bisa berkelanjutan. Kegiatan ini juga untuk menyatukan mahasiswa dengan masyarakat,” pungkasnya, berharap tahun depan bila memungkinkan bisa melakukan bakti desa tentang pengelolaan sampah. (me/humas)

302 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini