Ir. Zain Muhammad Yani saat memberikan materi Teknologi Bahan kepada mahasiswa Arsitektur ITN Malang, Sabtu (14/12/19). (Foto: Yanuar/humas)

Ir. Zain Muhammad Yani saat memberikan materi Teknologi Bahan kepada mahasiswa Arsitektur ITN Malang, Sabtu (14/12/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Malang, ITN.AC.ID — Dalam teknologi bahan khususnya perkembangan teknologi fasade, Indonesia sudah tergolong maju, namun sayangnya belum bisa disejajarkan dengan luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh Ir. Zain Muhammad Yani saat memberi Kuliah Tamu Teknologi Bahan kepada mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, di kampus 1 pada Sabtu (14/12/19).

“Kita sudah hampir sama dengan luar negeri (teknologi fasade), tapi belum sejajar. Di luar negeri lebih canggih punya mesin fasade engineering, Indonesia belum punya,” ujar Yani di hadapan 130 mahasiswa Arsitektur ITN Malang.

Dikatakan oleh Yani, bangunan tampak muka/luar gedung sekarang ini sudah beragam bentuknya. Ada yang berbentuk kotak, persegi, ditata baik vertikal, horizontal bahkan miring. Bahan-bahan pendukungnya membutuhkan penyesuaian yang perlu dipelajari dengan teknologi sekarang.

 

 

Antusias, 130 mahasiswa Arsitektur ITN Malang mendapat ilmu baru tentang fasade. (Foto: Yanuar/humas)

Antusias, 130 mahasiswa Arsitektur ITN Malang mendapat ilmu baru tentang fasade. (Foto: Yanuar/humas)

“Sekarang maju sekali fasade di dunia arsitektur, tapi tidak berbanding lurus dengan kemajuan pengetahuan mahasiswa. Jadi saya ingin berbagi pengetahuan fasade kepada mahasiswa ITN Malang,” tutur Yani yang juga datang bersama vendor produk aluminium terbaik PT Graha Sentosa Alam Jakarta.

Alumnus Arsitektur ITN Malang angkatan 1981 ini menceriterakan pengalamannya terjun dalam bidang fasade. Ia belajar fasade sejak tahun 1988, namun hingga saat ini ia belum bergelar fasade engineering.

Baca juga: Keren ! Empat Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Borong Juara Lomba Desain Gapura Kota Pasuruan

“Tapi saya belum fasade engineering, karena belum dibuktikan secara akademis. Saya memang belum terregister, karena di Indonesia belum ada jurusan tersebut. Negara yang ada jurusan tersebut baru di Hongkong, Amerika, dan Jepang,” ujarnya.

Tapi dalam hal pengetahuan dan pengalaman fasade, Yani tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya ia beberapa kali mengerjakan proyek desain and building di Singapura, Vietnam dan Aljazair. (me/humas)

Baca juga: Dirjen Kemenristek Dikti Apresiasi Pembangunan Sarana Ibadah di ITN Malang

73 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini