Rangga Firdaus, S.Kom,M.Kom dosen Universitas Lampung saat menjadi pemateri di Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) di ITN Malang, Jumat (29/11/2019). (Foto: Yanuar/humas)

Rangga Firdaus, S.Kom,M.Kom dosen Universitas Lampung saat menjadi pemateri di Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) di ITN Malang, Jumat (29/11/2019). (Foto: Yanuar/humas)


 

Malang, ITN.AC.ID — Pembelajaran sekarang semakin mudah dan menarik dengan kuliah daring (dalam jaringan/online). Pemanfaatan internet selain memungkinkan dosen dan mahasiswa tidak perlu bertatap muka, juga dapat membuat proses belajar lebih praktis namun tetap edukatif. Salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi online Join My Quiz.

Rangga Firdaus, S.Kom,M.Kom dosen Universitas Lampung menjelaskan aplikasi dan game edukatif Join My Quiz kepada dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) di Kampus 2 ITN Malang, Jumat (29/11/2019). Peserta pelatihan diminta langsung praktek dengan join ke aplikasi serta menjawab daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.

 

Aplikasi dan game edukatif ‘Join My Quis’ membantu dosen berinteraksi dengan mahasiswa secara online. (Foto: Yanuar/humas)

Aplikasi dan game edukatif ‘Join My Quis’ membantu dosen berinteraksi dengan mahasiswa secara online. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Di aplikasi ini dosen bisa membuat pertanyaan yang akan dijawab oleh mahasiswa. Uniknya soal dan jawaban tersebut juga bisa dikirim ke email orang tua. Jadi, orang tua tahu apakah anaknya mengerjakan tugas atau tidak,” ujar Rangga.

Dikatakan Rangga, model-model pembelajaran seperti quis ini bisa disetting. Namun, yang paling penting menurutnya adalah tahapan dalam membuat soal. Bagaimana soal dibuat akan menentukan cara mahasiswa menjawab.

Baca juga: Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Automatisasi Bidang Industri Konstruksi Masih Rendah

“Materi bapak dan ibu bisa menentukan mahasiswa untuk berpikir kritis dan inovatif. Karena e-learning harus bisa mengangkat potensi mahasiswa. Dalam ujian bukan hanya menentukan benar jawaban saja, tapi apa yang membuat mereka salah dalam menjawab soal juga harus menjadi catatan,” katanya.

Menurut Rangga, teknologi memang penting tapi bukan segalanya. Kekuatan e-learning adalah konten materinya. Untuk itu agar satu misi maka tiga elemen harus disiapkan, yakni dosen, infrastruktur, dan regulasi. “Untuk mendukung kuliah daring maka dosen, support system, infrastruktur, dan regulasi dari pimpinan harus sejalan, satu frekuensi dan satu misi,” tandas anggota Tim Spada Belmawa Ristekdikti ini. (me/humas)

Baca juga: Terus Berbenah, ITN Malang Perdalam SPADA

1,041 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini