Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT mendorong pembelajaran virtual untuk mudahkan mahasiswa, Jumat (29/11/2019). (Foto: Yanuar/ Humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT mendorong pembelajaran virtual untuk mudahkan mahasiswa, Jumat (29/11/2019). (Foto: Yanuar/ Humas)


 

Malang, ITN.AC.ID — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus berbenah dalam pengembangan sistem pembelajaran dan kurikulum. Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) ITN Malang pun digelar di Ruang Amphi Gedung Elektro Kampus 2 sebagai salah satu langkah yang ditempuh. Dengan pemateri Rangga Firdaus, M.Kom, dosen Universitas Lampung, dan Hartoto, M.Pd, dosen Universitas Negeri Makasar, pada Jumat-Sabtu (29-30/11/2019)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menyatakan, dalam pembelajaran harus berbenah bukan melompat ke masa datang. Salah satunya dengan pembelajaran virtual, dimana mahasiswa akan dimudahkan ketika mereka ada kendala untuk datang ke kampus.

“Kampus diminta dan dituntut serba cepat. Makannya pada saat pembelajaran bisa divirtualkan, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus kalau memang tidak diperlukan. Tapi, saat pembelajaran praktek langsung ya harus datang ke kampus, karena ini tidak bisa divirtualkan,” kata Kustamar mengarahkan prodi melakukan praktek skala industri.

 

Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) ITN Malang digelar di Ruang Amphi Gedung Elektro Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ Humas)

Pelatihan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) ITN Malang digelar di Ruang Amphi Gedung Elektro Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ Humas)

 

Sedangkan Evi Hendriarianti, ST.,MT., Ketua Lembaga P3AI ITN Malang mengatakan, mimpi Kampus Biru ITN Malang mempunyai daya saing nasional dan internasional. Sehingga diperlukan strategi untuk memperbaiki metode pembelajaran yang menyesuaikan era Revolusi Industri 4.0.

Baca juga: Sekretaris LLDIKTI Wilayah VII Jatim Sarankan Perguruan Tinggi Buka Kuliah Daring

“Saya berharap dalam metode pembelajaran ITN, tidak hanya di luar jaringan tapi juga di dalam jaringan. Sebenarnya ini bukan hal yang baru, karena ITN sebelumnya sudah memiliki e-learning, dan nanti penggunaan SPADA cakupannya akan lebih luas lagi. Harapannya dengan spada.itn.ac.id kita bisa memberikan pembelajaran yang lebih baik lagi,” tegas Evi. (me/humas)

Baca juga: Keren! Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia ITN Malang Berada di Posisi 56, kedepan Rektor Targetkan Naik 50 Besar

620 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini