Tim Solid. (Ki-ka) Ir. Munasih, MT, (dosen pembimbing), Achmad Rony Ardiansyah, Yukrista Megania Orissa, dan Imra Atus Sa'adah masuk lima besar Lomba Estimasi Biaya Proyek (Esbipro) Civilphoria Competition 2019 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, pada 13-16 November 2019. (Foto: Istimewa)

Tim Solid. (Ki-ka) Ir. Munasih, MT, (dosen pembimbing), Achmad Rony Ardiansyah, Yukrista Megania Orissa, dan Imra Atus Sa’adah masuk lima besar Lomba Estimasi Biaya Proyek (Esbipro) Civilphoria Competition 2019 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, pada 13-16 November 2019. (Foto: Istimewa)


 

Malang, ITN.AC.ID – Tim Ken Arok Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang masuk dalam lima besar pada Lomba Estimasi Biaya Proyek (Esbipro) Civilphoria Competition 2019 yang digelar oleh Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, pada 13-16 November 2019 yang lalu.

Tim yang beranggotakan Achmad Rony Ardiansyah, Imra Atus Sa’adah, dan Yukrista Megania Orissa menyabet juara harapan dua setelah bersaing dengan 28 tim Teknik Sipil se-Indonesia.

Achmad Rony Ardiansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa Teknik Sipil seluruh Indonesia terhadap estimasi biaya proyek serta efisiensi pengerjaan suatu bangunan baik efisiensi anggaran maupun efisiensi waktu.

 

Tim Ken Arok Teknik Sipil ITN Malang presentasi estimasi biaya proyek di hadapan juri. (Foto: Istimewa)

Tim Ken Arok Teknik Sipil ITN Malang presentasi estimasi biaya proyek di hadapan juri. (Foto: Istimewa)

 

“Di sini peserta lomba diminta membuat estimasi biaya proyek untuk gedung tiga lantai seluas 30 kali 25 meter persegi. Kami harus menghitung volume pekerjaan dari kebutuhan harga dan berapa lama pekerjaannya,” ujar Rony biasa disapa saat ditemui di ruang Humas ITN Malang beberapa waktu yang lalu.

Untuk itu ketiga mahasiswa semester tiga ini membagi pekerjaan agar selesai tepat waktu. Rony sebagai ketua tim menangani arsitektural, Imra menghitung struktur bangunan, sedangkan Yukrista mengatur time schedule (jadwal) pelaksanaan dan site work (pekerjaan awal) termasuk mekanikal elektrikal.

Baca juga: Pepatran Bawa Mahasiswa ITN Malang Juarai Lomba Karya Terbaik Studio Perencanaan Tata Ruang

“Untuk perhitungannya sendiri kami membutuhkan dana 11 miliyar rupiah dalam jangka waktu pengerjaan 38 minggu. Yang menjadi catatan kami hingga lolos lima besar adalah rekapitulasi anggaran kami hampir sama mendekati perhitungan dari panitia lomba,” imbuh Yukrista.

Sementara hal yang paling sulit dari proyek ini adalah penghitungan beton. Imra menuturkan, gambar bangunan sudah disediakan oleh panitia, sehingga peserta hanya merencanakan RAB-nya. “Jadi kami perlu referensi lain untuk menghitung beton,” timpal Imra.

Ketiga mahasiswa Kampus Biru inipun berharap, kedepannya untuk lomba-lomba Teknik Sipil mahasiswa ITN Malang bisa lebih aktif berperan serta. “Harapan ke depan untuk lomba-lomba Teknik Sipil, mahasiswa bisa lebih banyak lagi yang ikut serta dan mendapatkan hasil lebih baik lagi. Karena selain menambah wawasan juga bisa sharing tentang perkuliahan dengan peserta lain,” tandas Imra, mahasiswa asal Samarinda Kalimantan Timur. (me/humas)

Baca juga: ITN Malang Panen Prestasi, Tim Mahasiswa Teknik Sipil Borong Juara I dan II LKTB 2019

104 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini