Terbaik dari kiri ke kanan. Tim BTS: Riski Kurniawan, Fellix Christofel Sambaiang, Dian Roby Sugara. Tim The Engineer: Reynhard Bayu Prananda Ghunu, Wahyu Bangkit Pangestuaji, dan I Komang Azi Sunarya G. (Foto: Mita/Humas)

Terbaik dari kiri ke kanan. Tim BTS: Riski Kurniawan, Fellix Christofel Sambaiang, Dian Roby Sugara. Tim The Engineer: Reynhard Bayu Prananda Ghunu, Wahyu Bangkit Pangestuaji, dan I Komang Azi Sunarya G. (Foto: Mita/Humas)


 

Hebat ! Itulah kata yang pantas untuk mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Pasalnya dua tim dari 7 tim ITN Malang yang diturunkan mampu menyabet 2 juara sekaligus. Yakni menempati posisi juara 1 dan juara 2 dalam Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) 2019 di Universitas Kristen Petra Surabaya, Jumat-Minggu (10-12/5/19).

Kedua tim tersebut ialah Tim The Engineer sebagai juara 1 dan Tim Beton Tahan Serang (BTS) sebagai juara dua. Mereka melaju ke final setelah berkompetisi dengan total 75 tim se-Indonesia. The Engineer sendiri beranggotakan Reynhard Bayu Prananda Ghunu, I Komang Azi Sunarya G., dan Wahyu Bangkit Pangestuaji.

 

Tim Beton Tahan Serang (BTS) mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang raih juara II dalam LKTB 2019 di UK Petra Surabaya. (Foto: Istimewa)

Tim Beton Tahan Serang (BTS) mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang raih juara II dalam LKTB 2019 di UK Petra Surabaya. (Foto: Istimewa)

 

Lomba berskala nasional ini mengumpulkan mahasiswa Teknik Sipil seluruh Indonesia untuk bertanding membuat inovasi pembuatan beton yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi. Dengan memanfaatkan fly ash atau abu terbang sisa dari hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik. Pemanfaatan fly ash ini juga untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena fly ash bisa beracun.

“Komposisi yang kami gunakan perbandingan 45 persen fly ash dan 50 persen semen. Fly ash ini bisa menaikkan kuat tekan beton dalam waktu yang lama. Semakin lama beton semakin kuat,” terang Reynhard Bayu Prananda Ghunu, Ketua Tim Engineer ITN Malang, saat ditemui di ruang Humas ITN Malang, Selasa (14/5/19).

Menurut Reynhard, campuran fly ash dan semen yang pas bisa menghasilkan beton mutu tinggi. Ini setara dengan kekuatan beton untuk membangun gedung-gedung tinggi. Untuk menghasilkan beton yang kuat menurut mahasiswa semester 8 ini kuncinya adalah pada mixing atau pencampuran. “Meskipun perhitungannya sudah benar belum tentu komposisinya pas. Perlu feeling dan pengalaman sehingga mendapat campuran yang pas” ujar mahasiswa yang pernah menyabet juara 3 dalam ajang yang sama di tahun 2018 yang lalu.

Sementara itu Tim BTS ITN Malang menyatakan kegembiraannya setelah timnya mendapatkan juara 2. “Pertamakali ikut lomba dan mendapatkan juara sangat excited bagi kami,” kata Dian Roby Sugara, mahasiswa semester enam ini.

 

Tim The Engineer Teknik Sipil ITN Malang sabet juara I dalam LKTB 2019 di UK Petra Surabaya. (Foto: Istimewa)

Tim The Engineer Teknik Sipil ITN Malang sabet juara I dalam LKTB 2019 di UK Petra Surabaya. (Foto: Istimewa)

 

Tim BTS terdiri dari Dian Roby Sugara semester 6, Fellix Christovel Sambaiang semester 4, dan Riski Kurniawan semester 2. “Kami harus banyak belajar kepada kakak tingkat, agar bisa mempertahankan gelar di LKTB tahun depan,” imbuh Dian. Menurutnya ini sekaligus untuk regenerasi.

Atas prestasi tersebut Tim The Engineer sebagai juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta rupiah, sedangkan Tim BTS sebagai juara II mendapatkan uang tunai 3,5 juta rupiah. Apresiasi juga diberikan oleh ITN Malang dengan memberikan bebas biaya SPP selama satu tahun bagi juara I, dan bebas biaya SPP satu semester bagi juara II. (me/humas)

329 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini