Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, S.Pd, M.Sc menyampaikan sosialisasi tentang PKM di kampus 2 ITN Malang, Sabtu (16/11/19). (Foto: Yanuar/ humas)

Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, S.Pd, M.Sc menyampaikan sosialisasi tentang PKM di kampus 2 ITN Malang, Sabtu (16/11/19). (Foto: Yanuar/ humas)


 

Malang, ITN.AC.ID – Kapabilitas dosen pembimbing dan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terus ditingkatkan. Salah satunya dengan menggelar Seminar PKM di kampus 2 ITN Malang yang menghadirkan Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, S.Pd, M.Sc dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali, Sabtu (16/11/19).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Fourry Handoko, ST,SS,MT,Ph.D, menyampaikan mengenai tahapan proses PKM Kampus Biru ke depan masih banyak yang perlu dilalui. Sepertihalnya peningkatan kapabilitas dosen pembimbing dan koreksi proposal.

“Persaingan untuk lolos PKM amat ketat. Masih ada tahapan-tahapan sebelum di-upload, baik di internal maupun eksternal. Mohon kalian (dosen dan mahasiswa) tetap semangat,” kata Fourry.

 

Peserta Seminar PKM ITN Malang meluber sampai di luar ruang Amphi Elektro di kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ humas)

Peserta Seminar PKM ITN Malang meluber sampai di luar ruang Amphi Elektro di kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/ humas)

 

Sedangkan pemateri Dr.rer.nat I Wayan Karyasa, S.Pd, M.Sc menyampaikan, pembuatan dan proses PKM mampu melatih kompetensi di abad ke-21. Sadar atau tidak, PKM mengembangkan kompetensi seseorang baik hard skill maupun soft skill.

“Selain hard skill tentang judul yang diajukan, membuat proposal PKM menuntut kita untuk berpikir kreatif dan membangun karakter. Dalam menuliskannya saja kemampuan komunikasi mahasiswa sudah bertambah karena bisa mengubah bahasa visual menjadi bahasa nalar,” jelas Wayan.

Lulusan doktoral Inorganic Chemistry Technische Universitaet Berlin Jerman ini juga berbagi kiat sukses dalam menyusun proposal PKM. Yakni berpikir kritis dan kreatif, memahami hakekat dan panduan penyusunan proposal, mengerti karakteristik setiap skim PKM, serta berlatih menyusun proposal secara berkelompok.

“Kreatifitas yang dituangkan dalam proposal PKM adalah ilmu terapan, jadi bukan berupa penelitian dasar. Pengusul PKM (mahasiswa) juga harus patuh pada format yang ditetapkan dan wajib menyampaikan gagasan sesuai aturan, atau akan tersingkir,” tambah Wayan.

Baca juga: Gala Gantung Semar ITN Malang Melaju Ke PIMNAS, Petani Buah Belimbing Turut Senang

Sementara untuk ide PKM mahasiswa bisa mendapat dari mana saja. Yang harus dipegang adalah kreatifitas, karena dengan kreatifitas akan ditemukan banyak kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan. “Hal ini dapat dicari di sekitar kita. Misalnya digitalisasi seni lokal atau alternatif peralatan ramah lingkungan,” tuturnya.

Beragamnya jenis-jenis PKM ternyata berkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini tampak dalam skema yang boleh dipilih satu jenis atau dirampungkan bertahap. Tahap paling awal menurut Wayan dalah level gagasan, yakni PKM Gagasan Tertulis (GT). PKM GT dapat dilanjutkan ke level riset dan pengembangan, yaitu PKM Penelitian dan PKM Karsa Cipta.

“Dua PKM ini bisa diimplementasikan dalam PKM Teknologi, PKM Pengabdian Masyarakat, serta PKM Kewirausahaan. Untuk PKM Artikel Ilmiah tidak boleh menggunakan judul yang sama, sebab masing-masing PKM memiliki luaran berupa artikel. Baru-baru ini juga bertambah satu jenis lagi yakni PKM Gagasan Futuristik Konstruktif,” tuntasnya. (itnmalangnews.id/ mer/humas)

Baca juga: Target Lolos Ajang Bergengsi PIMNAS, ITN Malang datangkan Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti

99 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini