Dr. Didin Wahidin, M.Pd Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, berharap PKM menjadi upaya menciptakan sumber daya unggul untuk Indonesia maju, Rabu (24/9/19). (Foto: Yanuar/humas)

Dr. Didin Wahidin, M.Pd Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, berharap PKM menjadi upaya menciptakan sumber daya unggul untuk Indonesia maju, Rabu (24/9/19). (Foto: Yanuar/humas)


 

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS merupakan ajang kompetisi bergengsi bagi mahasiswa. Digelar oleh Kemenristekdikti, tiap tahunnya PIMNAS menjadi incaran perguruan tinggi seluruh Indonesia. Begitupun Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memiliki target besar untuk lolos PIMNAS dengan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Tidak tanggung-tanggung, Kampus Biru menghadirkan langsung Dr. Didin Wahidin, M.Pd Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

“PIMNAS merupakan media pembelajaran. Mahasiswa bisa tergabung dalam kelompok-kelompok, mengerjakan proposal bersama, mereka bisa terangsang belajar dari sesama teman maupun masyarakat. Mahasiswa akan mencari sendiri ilmu pengetahuan dari masalah yang mereka dapat,” terang Didin di Ruang Serbaguna Kimia kampus 1 ITN Malang, Rabu (24/9/19).

Menurut Didin untuk memunculkan PKM, maka mahasiswa diajak dalam proyek yang ada problem solving / penyelesaiannya. Dari situlah mahasiswa akan melihat permasalahan, kemudian akan mencari literatur lewat eskperimen dan lain sebagainya sehingga akan muncul kreatifitas dalam memecahkan masalah.

“PIMNAS juga memberi manfaat bagi orang lain. Sekarang banyak unicorn (perusahaan rintisan) yang berkembang di Indonesia. Harapannya dengan PIMNAS akan menghasilkan banyak teknologi dan mengarah kesana (lahirnya unicorn). Selain menguasai teknologi juga harus punya jaringan,” imbuhnya.

Masih menurut Didin, Indonesia memiliki SDM yang besar. Dengan PIMNAS maka akan tercipta mahasiswa unggul, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Mahasiswa unggul harus punya resilience, adaptivity, integrity, competency, continuous improvement. “Mahasiswa jangan menjadi generasi strowbery, dari jauh bagus namun, saat terjadi gesekan gampang rusak. Kalian harus bisa berkompetisi, bisa bersaing dan bertahan,” nasihat Didin.

PKM di beberapa perguruan tinggi memang sudah menjadi budaya. Budaya ini jugalah yang ingin dikembangkan oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir.Kustamar, MT. Baik mahasiswa, dosen maupun karyawan diharapkan memiliki keasyikan dalm proses pembuatan PKM. Memang menurut rektor, selama ini ITN Malang dalam kegiatan kemahasiswaan masih jauh dari target, sehingga masih banyak peluang-pelung yang bisa ditingkatkan. Tentunya dengan peningkatan SDM dan perbaikan fasilitas.

 

ITN Malang target lolos PIMNAS dan siap mendorong mahasiswa untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

ITN Malang target lolos PIMNAS dan siap mendorong mahasiswa untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

 

“Sebenarnya di ITN Malang tidak kalah asyik. Ada bonus kalau PKM-nya lolos, apalagi kalau lolos PIMNAS dan menang. Tolong mahasiswa yang sudah pernah lolos pendanaan PKM bisa memberi contoh dan membimbing adik-adiknya,” ujar Rektor.

Untuk membudayakan giat PKM di Kampus Biru, agenda selanjutnya adalah mengadakan TOT (training of trainer) bagi dosen pembimbing. Diawali dengan dosen pembimbing membuat proposal dan lolos pendanaan Dikti, maka akan menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa. Kegiatan Program peningkatan prestasi PKM dan PIMNAS 2019 saat itu turut dihadiri pula oleh dekanat, perwakilan dosen dan mahasiswa, serta perwakilan anggota tim PKM lolos pendanaan tahun 2019. (mer/humas)