Arlita Melly Dyah Putri Diana, mahasiswi Teknik Lingkungan ITN Malang Juara 1 Kejuaraan Nasional Open Turnamen Pencak Silat Yogyakarta Championship VI Tahun 2019, di GOR Amongrogo Yogyakarta, (22-23 Oktober 2019). (Foto: Istimewa)

Arlita Melly Dyah Putri Diana, mahasiswi Teknik Lingkungan ITN Malang Juara 1 Kejuaraan Nasional Open Turnamen Pencak Silat Yogyakarta Championship VI Tahun 2019, di GOR Amongrogo Yogyakarta, (22-23 Oktober 2019). (Foto: Istimewa)


 

MALANG, ITN.AC.ID — Arlita Melly Dyah Putri Diana, mahasiswi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menyabet juara 1 pada Kejuaraan Nasional Open Turnamen Pencak Silat Yogyakarta Championship VI Tahun 2019. Arlita bertanding pada kategori fighter (tanding) di GOR Amongrogo Yogyakarta pada 22-23 Oktober 2019.

Gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Yogyakarta ini diikuti kurang lebih 5000 pesilat dari berbagai kategori. Lita sapaan akrabnya bertanding pada kelas A dewasa dengan kategori tinggi dan berat badan 45-50 kg.

Meski tangan Lita sempat cedera sebelum bertanding, namun gadis asal Probolinggo ini membuktikan dirinya tetap bisa menjadi yang terbaik di kelasnya.

 

Total: Arlita Melly Dyah Putri Diana berlatih pagi dan sore membuahkan hasil juara 1 kategori fighter (tanding). Kejurnas Open Turnamen Pencak Silat Yogyakarta Championship VI diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Yogyakarta. (Foto: Mita/humas)

Total: Arlita Melly Dyah Putri Diana berlatih pagi dan sore membuahkan hasil juara 1 kategori fighter (tanding). Kejurnas Open Turnamen Pencak Silat Yogyakarta Championship VI diadakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Yogyakarta. (Foto: Mita/humas)

 

“Tangan cedera bagian pergelangan kiri kena tendangan. Sedang yang punggung telapak tangan kanan pernah patah satu bulan yang lalu sebelum bertanding ke Yogja,” kata Lita saat ditemui di Ruang Humas ITN Malang, Sabtu (26/10/19).

Untuk menuju Yogya, Lita konsisten berlatih meskipun sendiri. Atlet Tapak Suci ini intens berlatih mandiri di depan kosan pagi dan sore. Sedangkan malamnya merapat ke UKM Tapak Suci di Universitas Brawijaya.

Baca juga: Atlet ITN Malang Sabet Juara 3 Ju-Jitsu Tingkat Nasional di Surabaya

“Persiapan latihan pagi dan sore di depan kosan serta di UB selama dua Minggu. Kalau di kos ya, misal lari 100-200 meter, latihan pecing-an, tendangan, pukulan dan lain-lain,” imbuh alumnus SMA 2 Probolinggo ini.

Lita mengaku saat semi final dan final menghadapi lawan yang tangguh. Semi final ia melawan pesilat dari Jakarta, sedangkan final melawan Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) dari Jawa Barat.

Kecintaan Lita kepada silat sejak SMP mengantarkan Lita meraih beberapa prestasi, yakni Pesilat terbaik putri tingkat Kota Probolinggo 2017. Juara 1 UMS (Universitas Muhammadiyah Surabaya) National Championship 2018.

“Kedepan pengennya jadi timnas Indonesia,” tandasnya yang bersiap diri menjalani ujian sabuk biru untuk menjadi pelatih pada bulan Desember 2019 mendatang. (mer/humas)

Baca juga: ITN Malang Panen Prestasi, Tim Mahasiswa Teknik Sipil Borong Juara I dan II LKTB 2019

59 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini