Asesor (berdiri tengah baju batik), dosen dan mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota foto bersama di depam gedung kuliah PWK usai visitasi. (Foto: Istimewa)

Asesor (berdiri tengah baju batik), dosen dan mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota foto bersama di depam gedung kuliah PWK usai visitasi. (Foto: Istimewa)


 

Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang akhirnya meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah 33 tahun berjuang. Kabar bahagia ini disampaikan oleh Ketua Program Studi PWK ITN Malang, Ida Soewarni, ST,MT saat ditemui di ruang humas, Kamis (18/7/19). Pengumuman akreditasi A keluar tanggal 16 Juli 2019, sedangkan surat keputusan akreditasi diperoleh tanggal 17 Juli, satu hari setelah pengumuman.

“Menurut asesor saat visitasi tanggal 12 Juli kemarin, setelah data diupload dan revisi diupload, maka akan segera diumumkan. Jadi, hari Selasa kami sudah mendapatkan pengumuman bahwa PWK mendapat akreditasi A,” tegas Ida.

Ini merupakan capaian yang luar biasa setelah melewati tujuh standar penilaian. PWK mendapatkan poin bagus pada sumber daya manusia dengan adanya empat doktor, dukungan mahasiswa dan alumni yang luar biasa, serta sistem pembelajaran yang terus dikembangkan dengan berbasis online.

“Selain dosen yang bergelar doktor, peran alumni sangat luar biasa. Bahkan, kemarin saat visitasi Arie Keriting (komedian Indonesia) menyempatkan diri hadir di almamaternya PWK,” imbuh wanita asal Jember ini.

Akreditasi tersebut juga membawa PWK ITN Malang menjadi satu dari sembilan program studi sejenis yang menyandang akreditasi A. Dimana mana hanya tiga perguruan tinggi yang berstatus swasta yakni, ITN Malang, Unisba dan Bosowa. Keberhasilan PWK ITN Malang meraih akreditasi A juga tidak lepas dari peran serta Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI). Induk ini menjadi wadah komunikais, koordinasi dan membahas terkait muatan yang berkembang di lingkungan PWK. Prodi PWK se-Indonesia melakukan koordinasai tiga kali setahun untuk mengup-date informasi.

Dengan diraihnya akreditasi A, PWK ITN Malang sudah dinyatakan siap Go Internasional oleh asesor. Ini tentunya sejalan dengan harapan Rektor ITN Malang, mengingat selama ini para dosen PWK sudah sering Menjadi Narasumber Di Berbagai Negara, Seperti Bangladesh, Thailand, Serta Malaysia. Selain Go Internasional, PWK juga akan mengembangkan sentra akademik dan riset di kawasan Indonesia Timur.

“Untuk Go Internasional sudah ada embrionya, dengan beberapa dosen menjadi narasumber di luar negeri terkait Resilience City (ketahanan sebuah kota). Kalau dulu PWK ITN ciri khasnya dengan kota-kota kecil, sekarang mengarah keperencanaan kota berbasis kultural dan perencanaan wilayah yang berbasis lingkungan,” kata alumnus PWK ITN Malang angkatan pertama ini.

 

Ketua Program Studi PWK ITN Malang, Ida Soewarni, ST,MT (berdiri empat dari kiri) bersama Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (duduk dua dari kanan) berfoto bersama saat visitasi. (Foto: Istimewa)

Ketua Program Studi PWK ITN Malang, Ida Soewarni, ST,MT (berdiri empat dari kiri) bersama Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (duduk dua dari kanan) berfoto bersama saat visitasi. (Foto: Istimewa)

 

Persiapan go internasional ini juga dibarengi dengan rencana pembukaan Program Studi S-2 PWK yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari. “Karena sudah Go Internasional harapan Pak Rektor target berikutnya adalah membuka Prodi S-2. Syaratnya membuka S-2 maka harus akreditasi A dulu,” ungkapnya.

Bahkan menurut mantan penyiar Radio KDS 8 Malang ini, rencana tersebut sudah disambut baik oleh alumni PWK ITN Malang. Arie Keriting secara terang-terangan akan menjadi orang pertama yang mendaftar. “Animo alumni yang akan studi lagi di ITN cukup besar. Bahkan alumni sudah ada yg bersedia, Arie Keriting sendiri menyampaikan kepada saya akan menjadi orang pertama yang akan mendaftar,” pungkasnya. (me/humas ITN Malang)

1,739 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini