
Sambut Generasi ABHYASA 57, ITN Malang Siapkan PKKMB GIGANTIK 2026 yang Berdaya, Berkarya, dan Berdampak
ITN Malang menggelar pra PKKMB 2026 secara online.
Malang, ITN.AC.ID – Memasuki ajaran baru, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) resmi membekali ratusan calon mahasiswa baru melalui gelaran Pra-PKKMB secara online pada Senin (31/08/2026). Pembekalan ini menjadi titik awal penyambutan mahasiswa baru yang dikemas dalam program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) beridentitas khas “Gigantik 2026”.
Gigantik yang merupakan akronim dari Gelar Insan Nyata Teknik Institut Teknologi Nasional bukan sekadar agenda orientasi biasa. Secara harfiah, “GIGANTIK” berarti sangat besar. Nama ini disematkan sebagai simbol titik awal bagi setiap mahasiswa baru di Kampus Teknik dan Inovasi untuk memantapkan diri menjadi pribadi yang lebih besar: besar dalam karya, kesuksesan, pemikiran, hingga keluhuran jiwanya sebagai calon pemimpin berbasis teknik yang siap mengabdi pada peradaban.
Menariknya, Gigantik 2026 hadir dengan penyegaran arah program dan identitas visual yang lebih modern, minimalis, berkarakter teknik, serta berkelanjutan. Mengusung semangat Generasi ABHYASA 57, seluruh rangkaian acara dipadukan dengan tiga pilar tagline utama: Berdaya (mengembangkan kapasitas dan kemandirian), Berkarya (mengubah potensi menjadi inovasi dan karya nyata), serta Berdampak (memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan bangsa).
Nama ABHYASA sendiri diserap dari bahasa Sanskerta (abhyāsa) yang bermakna belajar, ketekunan, latihan berkelanjutan, dan usaha tanpa henti. Filosofi ini menegaskan bahwa untuk menjadi mahasiswa unggul dibutuhkan proses tempaan secara konsisten. Sementara angka 57 mengikat perjalanan historis kejayaan ITN Malang yang berdiri sejak 1969 hingga usianya yang ke-57 tahun pada 2026 ini. Karakter maba juga diwakili oleh dua ikon: Abhy (sosok gajah cerdas simbol proses belajar) dan Yasa (simbol perwujudan karya dan kolaborasi).
Untuk membawa mahasiswa baru menempuh tiga tahapan perjalanan (Kenali, Bangun, dan Dampak), rangkaian PKKMB GIGANTIK 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari secara intensif:
- Hari Pertama (Selasa, 1 September 2026 – Kampus 1): Diawali dengan upacara pembukaan, parade prodi, hingga pembekalan wawasan kebangsaan, sistem pendidikan tinggi, akademik SIAKAD, serta sharing session bersama alumni.
- Hari Kedua (Rabu, 2 September 2026 – Kampus 1): Fokus pada ruang membangun masa depan, meliputi literasi keuangan Gen Z, kesehatan mental, etika digital & AI, persiapan karir bersama praktisi, hingga UKM Expo.
- Hari Ketiga (Kamis, 3 September 2026 – Kampus 2): Berpindah ke Kampus 2 Karanglo untuk kegiatanoutbounddan team building luar ruangan demi mengasah leadership, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab.
- Hari Keempat (Jumat, 4 September 2026 – Kampus 1 & 2): Penyambutan tingkat fakultas, program studi, Himpunan Mahasiswa (HMPS), hinggaparent gatheringsecara online.
Ketua Pelaksana PKKMB 2026 ITN Malang, Ida Soewarni, ST., MT., menyampaikan pesan hangat saat membuka pra PKKMB secara online.
Ketua Pelaksana PKKMB 2026 ITN Malang, Ida Soewarni, ST., MT., menyampaikan pesan hangat sekaligus membakar semangat para mahasiswa baru saat membuka sesi Pra-PKKMB.
“Selamat datang kepada mahasiswa baru Generasi ABHYASA 57 di ITN Malang. Di tempat ini, Anda akan ditempa menjadi manusia berdaya yang mampu mengenali potensi diri di kampus tercinta. Kita mulai setiap kegiatan tepat pukul 07.30 WIB untuk melatih kedisiplinan. Tunjukkan bahwa ABHYASA 57 benar-benar siap berkarya dan meraih kesuksesan di masa depan,” ujar Ida.
Baca Juga : Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026
Ia menambahkan bahwa ITN Malang terus bergerak menuju target menjadi perguruan tinggi berkelas dunia dengan tetap mempertahankan karakter dan multikultural.
“Kuncinya sederhana: rajin, tahu apa yang mau dikerjakan, dan tahu apa yang dicita-citakan. ITN Malang menyediakan wadah yang sangat luas, mulai dari kompetisi akademik seperti Kontes Jembatan Indonesia, desain arsitektur, Kontes Kapal Cepat Tak Berawak, hingga prestasi internasional seperti Paduan Suara Mahasiswa (PSM), ada juga pengembangan diri Duta Kampus, serta beragam UKM olahraga, pecinta alam dan lain sebagainya,” bebernya.
Ida juga menjelaskan bahwa tiap prodi memiliki Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) sebagai tempat belajar mahasiswa untuk bisa menjadi leader dan berorganisasi. “Manfaatkan PKKMB ini untuk saling menguatkan dan menorehkan karya terbaik!” pungkasnya semangat. (Mita/Humas ITN Malang)



