
Gelorakan Kampanye PHBS di Kampus, Dinkes Kota Malang dan ITN Malang Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Hidup Sehat Hingga Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswi ITN Malang antusias mengikuti tahapan pemeriksaan gula darah gratis yang diselenggarakan oleh petugas Dinkes Kota Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjadi tempat berlangsungnya Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Bertempat di Aula Kampus 1 pada Rabu (30/9/2026), mahasiswa ITN Malang dipilih menjadi pelopor generasi muda yang siap bergerak menularkan budaya hidup sehat, baik secara fisik maupun mental.
Berbeda dengan kampanye PHBS yang dikhususkan bagi mahasiswa, kegiatan cek kesehatan gratis juga diikuti oleh tenaga pendidik dan kependidikan serta mahasiswa. Kampanye PHBS ini Dinkes Kota Malang merambah sektor perguruan tinggi dengan menyasar dua kampus saja di Kota Malang, yakni ITN Malang dan Polinema.
Langkah edukasi PHBS di lingkungan kampus ini didukung oleh pihak institusi. Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayan Dinkes Kota Malang yang telah menyelenggarakan cek kesehatan dan sosialisasi di kampus. Menurutnya, program ini sangat penting mengingat populasi mahasiswa yang selalu berganti tiap tahunnya.
Baca Juga : Sering Ceria Belum Tentu Bebas Stres, Maba ITN Malang Diajak Peka Kesehatan Mental Saat Memulai Perkuliahan
“Kami mewakili Rektor mengucapkan terima kasih. Pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat bermanfaat, terutama bagi mahasiswa baru maupun lama yang terus berganti setiap tahun. Kami sangat terbuka jika ada kegiatan-kegiatan berkesinambungan dari Dinkes Kota Malang di masa mendatang,” tutur Hardianto.
Jajaran pimpinan ITN Malang dan Dinkes Kota Malang berfoto bersama mahasiswa peserta Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Cek Kesehatan Gratis di Aula Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kegiatan ITN Malang, Ida Soewarni, ST., MT., menilai keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam PHBS sangat vital untuk menularkan kebiasaan sehat di lingkungan terdekat.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Malang. Kegiatan berjalan sangat baik bahkan melampaui target peserta. Harapannya, gerakan PHBS ini tidak berhenti di sini, tetapi mahasiswa bisa menyebarkannya lagi ke teman-teman di prodi masing-masing,” ujar Ida yang juga merupakan Wakil Dekan III FTSP ITN Malang.
Baca Juga : Waspada Kesehatan Mental Gen Z: ITN Malang Soroti Peran Garda Depan Guru BK Melalui Workshop Kolaborasi
Program PHBS yang menyasar kampus ini bukan tanpa alasan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, drg. Muhammad Zamroni, membeberkan bahwa potensi penyakit tidak menular (PTM) serta isu kesehatan mental anak muda di Kota Malang tergolong cukup tinggi. Data survei mencatat angka gangguan mental emosional dan depresi di Kota Malang sempat menyentuh 20,1 persen—salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
“Kita seringkali berpikir hidup sehat baru penting ketika baru sakit. Paradigma ini harus diubah lewat kampanye PHBS, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kalau ada 100 orang yang hadir saat ini, secara statistik bisa ada 20 orang yang merasa stres. Jika tidak ditangani sejak dini, bisa berakibat fatal,” terang Zamroni.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang, drg. Muhammad Zamroni, memberikan arahan dan sosialisasi pentingnya budaya PHBS serta kesehatan mental di hadapan mahasiswa ITN Malang. (Foto: Humas ITN Malang)
Melalui edukasi PHBS yang mencakup materi PHBS Membangun Kebiasaan Sehat dalam Kehidupan Mahasiswa, serta Support System Kesehatan Jiwa dan Pertolongan Pertama Luka Psikologis (P3LP), Zamroni juga mengingatkan mahasiswa agar mewaspadai gaya hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik (mager), kebiasaan merokok, hingga penggunaan rokok elektronik.
Manfaat nyata dari kampanye PHBS ini dirasakan langsung oleh Katharina Budi Kusuma, mahasiswi Bisnis Digital ITN Malang angkatan 2025. Setelah mengikuti pemeriksaan gula darah, tes fisik, dan sesi materi kampanye, ia tergerak untuk langsung mempraktekkan gaya hidup sehat di kosan.
“Awalnya pengin tahu kondisi kesehatan aja. Tapi setelah menyimak materi PHBS tadi, jadi makin sadar. Langkah nyatanya mau mulai rapi-rapi kamar kos, terus nanti sore rencananya mau langsung daftar nge-gym,” seloroh mahasiswi asal Blora ini.
Melalui kolaborasi kampanye PHBS ini, ITN Malang bersama Dinkes Kota Malang berharap budaya hidup bersih, sehat fisik, dan peka terhadap kesehatan mental dapat tertanam kuat serta menjadi gaya hidup baru di lingkungan sivitas akademika. (Mita/Humas ITN Malang)



