Back

Kreatif dan Peduli Lingkungan! Content Creator ITN Malang Sabet Juara 2 Lomba Reels Instagram Bersih Desa

Yusran Bin Acho, S.Bns., staf Humas ITN Malang, menunjukkan piala dan papan penghargaan Juara 2 Lomba Video Reels Instagram Program Bersih Indonesia. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID — Aksi peduli lingkungan kembali menorehkan prestasi dari sivitas akademika Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Yusran Bin Acho, S.Bns., yang sehari-hari bertugas sebagai tim kreatif Hubungan Masyarakat (Humas) ITN Malang, sukses menyabet gelar Juara 2 dalam ajang Lomba Video Reels Instagram Program Bersih Indonesia bertema lingkungan.

Penghargaan ini diumumkan dan diserahkan dalam acara awarding yang digelar pada Senin, 12 Oktober 2026, bertempat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga wujud nyata dukungan serta peran aktif staf Humas ITN Malang dalam mengkampanyekan gerakan pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah mandiri di tengah masyarakat.

Video reels karya Yusran sukses memikat dewan juri berkat pendekatan kontennya yang edukatif, mengusung pesan utama: “Satu Rumah Ikut Memilah, Satu Lingkungan Ikut Berubah.”

Menurut Yusran, kompetisi kreatif dengan tema “Kelola Sampah Itu Mudah” ini diinisiasi oleh DLH Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bintari sebagai motor utama, serta melibatkan organisasi lokal Bersih Desa Kabupaten Malang melalui Layanan UPT PP Tumpang. Program ini lahir dari keresahan atas penumpukan sampah rumah tangga yang tidak terpilah, yang kerap memicu timbulnya gas rumah kaca berlebih.

Baca Juga : Gelorakan Kampanye PHBS di Kampus, Dinkes Kota Malang dan ITN Malang Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Hidup Sehat Hingga Cek Kesehatan Gratis

“Motivasi saya mengikuti lomba ini berawal dari kepedulian terhadap isu sampah rumah tangga yang semakin menumpuk tanpa dipilah. Melalui keterampilan media kreatif yang saya miliki di Humas, saya ingin berkontribusi nyata mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan sampah mandiri itu mudah dan bisa dimulai dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga,” ujar Yusran saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang pada Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, gerakan ini memanfaatkan platform digital E-Rika (Elektronik Retribusi Kebersihan) Tumpang, merupakan portal layanan digital khusus dari DLH Kabupaten Malang yang dikhususkan untuk mengelola dan melacak pembayaran tagihan retribusi kebersihan di wilayah Kecamatan Tumpang. Dengan E-Rika warga dapat mendaftar layanan pengelolaan sampah bulanan. Selanjutnya, petugas khusus akan mendatangi rumah warga untuk memberikan fasilitas tong sampah terpilah (organik dan anorganik) agar warga aktif memilah sampah dari sumbernya sebelum diangkut.

Penyerahan Penghargaan: Yusran Bin Acho, S.Bns. (tengah), berfoto bersama jajaran pemenang Lomba Video Reels Instagram bertema lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. (Foto: Humas ITN Malang)

Ajang kompetisi ini terbuka untuk umum (tidak harus warga berdomisili di Kabupaten Malang). Video harus mengangkat pengelolaan sampah di desa-desa di wilayah Kecamatan Tumpang, Jabung, Poncokusumo, Pakis, Wajak, dan Tajinan dengan menampilkan konten edukasi serta aksi kreatif pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Di tengah puluhan peserta lain yang ambil bagian, video reels buatan Yusran tampil beda. Proses pengambilan gambar (take video) untuk karya ini dilakukan langsung di Desa Wringinanom, Kecamatan Tumpang. Jika kebanyakan peserta lain fokus pada satu sudut pandang seperti aksi bersih-bersih di lapangan, karyanya menampilkan paket edukasi yang jauh lebih komprehensif.

Baca Juga : Hindari Sampah Menumpuk di TPA, Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Singosari Pilah Sampah dari Rumah

“Pembeda video saya dengan peserta lain itu kontennya komplit, mulai dari saran memilah sampah dari rumah, caranya bagaimana, platform yang dipakai, sampai ajakan. Kalau yang lain lebih fokus ke satu bidang saja seperti langsung ke aksi nyata,” jelas alumnus Bisnis Digital S-1 ITN Malang angkatan 2022 tersebut.

Melalui keikutsertaannya dalam lomba ini, Yusran berharap gaung kampanye kebersihan bisa menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Ia juga menyoroti target masif program ini ke depan yang membidik hingga seratus desa percontohan di Kabupaten Malang, dengan Desa Wringinanom di Kecamatan Tumpang sebagai salah satu role model utamanya.

“Semoga Kabupaten Malang lebih bersih dan ajakannya berdampak ke orang yang tepat, khususnya generasi sekarang yang mungkin kadang kurang mempedulikan sampah. Padahal hal sekecil itu bisa berdampak besar ke lingkungan,” pungkasnya penuh harap. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023