
ITN Malang Garap RDTR Kota Banjar, Hadirkan Solusi Penataan Ruang Berbasis Potensi Lahan
Ketua Tim Penyusun RDTR ITN Malang, Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., menyampaikan pemaparan materi teknis penataan ruang di depan jajaran pejabat Pemkot Banjar. (Foto: Istimewa)
Malang, itn.ac.id – Langkah Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dalam mempertegas posisinya sebagai kampus berdampak yang berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional kembali terbukti. Kampus teknik terbaik di Kota Malang ini dipercaya oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menggarap percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) secara swakelola.
Salah satu fokus wilayah penataan yang kini sedang dipacu adalah Provinsi Jawa Barat, tepatnya di Kota Banjar, dan Kabupaten Kuningan. Untuk wilayah Kota Banjar, fokus penataan ruang di Kecamatan Banjar dan sebagian Kecamatan Pataruman.
Tancap Gas Sejak Awal: Lahan Transit yang Dibuka Jalur Industri
Tim pakar lintas disiplin dari ITN Malang yang menggabungkan keahlian Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, Teknik Lingkungan, Arsitektur, hingga Teknik Sipil langsung bergerak cepat menggelar survei lapangan.
Langkah taktis ini membuat pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) 1 penentuan delimitasi batas wilayah yang digelar di Ballroom Hotel Mandiri, Kota Banjar, pada Selasa (13/10/2026) berjalan mulus. Data lapangan yang telah matang sebelum diskusi dimulai memungkinkan draf batas wilayah dan penapisan awal isu strategis langsung disepakati bersama oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., tim ahli ITN Malang (pakaian hijau) foto bersama jajaran Pemerintah Kota Banjar usai pembukaan FGD 1 dan KP 1 di Ballroom Hotel Mandiri, Kota Banjar. (Foto: Istimewa)
Tim ITN Malang juga secara paralel menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam durasi tiga bulan. KLHS ini disiapkan sebagai adendum dari Rencana Tata Ruang (ATR) untuk merumuskan Kebijakan, Rencana, dan Program (KRP) yang paling presisi, yang nantinya menjadi pijakan utama pembentukan Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Raperkada) perizinan investasi.
Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., Ketua Tim Penyusun RDTR ITN Malang untuk wilayah Banjar mengungkapkan, ada tantangan sekaligus potensi unik yang ditemui selama mengkaji karakter wilayah Kota Banjar di lapangan.
“Kota Banjar ini sebenarnya kota transit, tapi selama ini belum ada ‘jangkar’ ekonomi yang membikin arus kendaraan atau kegiatan benar-benar berhenti di sana, bahkan fasilitas penunjangnya masih sangat sederhana,” ujarnya saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang beberapa waktu lalu.
Padahal menurut Nurul, kota ini memiliki potensi besar sebagai kawasan transit yang dilengkapi stasiun kereta api serta jalur darat utama sehingga sangat ideal untuk dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
“Pemda setempat mempunyai antusiasme tinggi, bahkan menyuarakan keinginan agar kawasan ini didorong menjadi semacam kawasan ekonomi atau kawasan industri. Aspirasi itu tentu sah-sah saja, tapi penataan ruang tidak bisa langsung main ‘pemutihan’. Tugas kami adalah mendetailkan apa yang sudah ada di Perda RTRW kota, lalu mengkaji secara akademis dan teknis apakah potensi itu realistis atau tidak,” terang dosen PWK ITN Malang ini.
Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., tim ahli ITN Malang memaparkan materi analisis potensi dan konsep pengembangan kawasan di hadapan para peserta forum. (Foto: Istimewa)
Ia menambahkan, analisis awal menunjukkan cikal bakal kegiatan industri sebenarnya sudah mulai tumbuh di kawasan tersebut.
“Hasil survei awal menunjukkan kawasan ini memang punya prospek untuk dikembangkan ke arah kawasan industri berbasis potensi lokal. Kami melihat di sekelilingnya ada potensi pertanian yang kuat. Jadi tugas tim ITN adalah mencarikan diversifikasi produk yang bisa diolah jadi apa, pasokannya dari mana, dan mau dijual ke mana. Apalagi ke depan akan ada akses tol di daerah tetangga seperti Ciamis dan akses yang dekat ke Tasikmalaya. Itu jalur distribusi yang sangat strategis,” bebernya.
Sinergi Kuat Pemda dan Keterlibatan Mahasiswa
Proses penyusunan RDTR di Kota Banjar mendapat sambutan yang sangat hangat dari jajaran Pemerintah Kota Banjar. Kehadiran Sekda, Wakil Wali Kota, Asisten 1 dan 2, Kepala Bappelitbangda, hingga Kepala Dinas PUPR dalam setiap tahapan diskusi menunjukkan betapa pentingnya dokumen RDTR ini bagi masa depan perizinan dan investasi di daerah tersebut.
Selain menerjunkan dosen dan tenaga ahli, proyek strategis ini juga menjadi wadah pembelajaran nyata bagi para mahasiswa ITN Malang. Sebanyak empat mahasiswa diterjunkan langsung ke Kota Banjar untuk memperkuat tim pemetaan dan pengumpulan data teknis.
Sinergi antara kepakaran akademisi, keterlibatan aktif mahasiswa, dan respons kooperatif pemerintah daerah ini menjadi bukti konkret komitmen ITN Malang bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan hadir membawa solusi penataan ruang yang terukur dan berdampak panjang bagi masyarakat daerah. (Mita/Humas ITN Malang)



