Back

Gandeng ITN Malang, Bappelitbangda Mahakam Ulu, Siapkan Tiga Kajian Strategis untuk Dongkrak Infrastruktur Daerah

ITN Malang digandeng Bappelitbangda Mahakam Ulu untuk menyiapkan tiga kajian strategis untuk mendongkrak infrastruktur daerah. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Kerja sama antara Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur makin solid. Setelah berjalan lebih dari lima tahun, sinergi ini kembali berlanjut lewat pemaparan laporan pendahuluan untuk tiga kajian strategis yang berfokus pada perencanaan wilayah dan infrastruktur. Pertemuan penting ini digelar di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) Kampus I ITN Malang pada Rabu (17/06/2026).

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Mahulu, Yohanes Andi Abeh, S.Sos., M.Si., datang langsung bersama jajarannya. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim ahli ITN Malang yang telah mendampingi Bappelitbangda dalam beberapa kajian pada tahun-tahun sebelumnya, serta telah merampungkan laporan pendahuluan untuk tiga kajian di bidang infrastruktur wilayah.

Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., ahli infrastruktur wilayah ITN Malang saat presentasi Penyusunan Rencana Induk Infrastruktur Kawasan Strategis Daerah (KSD). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

“Kehadiran Bapak Rektor bersama seluruh tim di sini adalah sebuah kebanggaan bagi kami. Laporan pendahuluan ini baru tahapan awal dari tiga kajian yang akan digarap. Kami berharap teman-teman dari Bappelitbangda bisa memberikan masukan komprehensif agar penyusunan dokumen ini bisa selesai tepat waktu, berjalan sesuai rencana dan bermanfaat untuk pembangunan wilayah Kabupaten Mahakam Ulu,” ujar Yohanes.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Mahulu demi menyukseskan program prioritas RPJMD.

Komitmen senada juga ditegaskan oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D. Di tengah tantangan kondisi fiskal yang dihadapi pemerintah daerah hingga pusat saat ini, ITN Malang tetap berkomitmen penuh mengawal pembangunan Mahulu.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama lebih dari lima tahun ini. Saya selalu menekankan kepada tim ahli ITN untuk bekerja dengan baik, tertib administrasi sesuai kontrak, tepat waktu, dan menjaga kualitas. Kami yakin Mahulu bisa berkembang menjadi kabupaten terdepan dan menjadi percontohan di Kalimantan Timur,” ungkap Rektor optimis.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPKU ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., menjelaskan, karena sifatnya masih laporan pendahuluan, pembahasan belum masuk ke substansi yang sangat detail. Fokus utama pertemuan ini adalah menyepakati ruang lingkup, metodologi, dan tahapan kerja ke depan.

Baca juga: RTRW Selaras – Lahan Pangan Terkendali, ITN Malang Dampingi Kabupaten Nganjuk Matangkan Revisi RTRW

Untuk menuntaskan agenda besar ini, LPKU ITN Malang menerjunkan tiga pakar terbaiknya dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK): Rencana Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan (RP2P), digarap oleh Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT (pakar perancangan perkotaan); Penyusunan Rencana Induk Infrastruktur Kawasan Strategis Daerah (KSD), ditangani oleh Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT (ahli infrastruktur wilayah); dan Pengembangan Daya Dukung Lahan dan Infrastruktur Wilayah, dianalisis oleh Dr. Mohammad Reza, ST., MURP.

Ardiyanto menargetkan dokumen yang disusun ini tidak hanya menjadi pajangan, tapi bisa menjadi instrumen kuat untuk mendatangkan pembiayaan infrastruktur ke Mahulu. “Apalagi tahun ini tim ITN juga sedang membantu Kementerian ATR dalam menyusun rencana tata ruang Kawasan Strategis Nasional. Mahulu harus bersiap menyambut perubahan besar ini agar potensi aksesnya bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

ITN Malang digandeng Bappelitbangda Mahakam Ulu untuk menyiapkan tiga kajian strategis untuk mendongkrak infrastruktur daerah. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

Sementara itu, Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT membeberkan, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan data primer dan adanya aturan adat setempat yang khas. Karakteristik ini membuat tim tidak bisa memakai standar umum begitu saja dalam menyusun rencana infrastruktur di delapan kawasan strategis kabupaten. Terlebih lagi, beberapa di antaranya berbatasan langsung dengan kawasan strategis nasional, sehingga membutuhkan klastering dalam menyusun Rencana Induk Infrastruktur Kawasan Strategis Kabupaten Mahulu.

Untuk menyempurnakan perencanaan, perlu dilakukan kajian mengenai kearifan lokal masyarakat setempat yang memiliki aturan adat, tapi belum ada pembakuan tertulis soal kepemilikan tanah adat atau pola ruang adat. Data ini diharapkan dapat dihimpun bersamaan dengan survei yang akan dilakukan.

“Data dari hasil survei lapangan kami nanti justru akan menjadi sumber data baru yang sangat berharga bagi pemda setempat. Masukan dari analisis daya dukung lahan Pak Reza juga akan saya padukan untuk menyusun perencanaan yang benar-benar sesuai kondisi riil untuk menyusun Rencana Induk Infrastruktur Kawasan Strategis Kabupaten,” jelas Nurul akrab disapa.

Baca juga: Jaga Sinergi, ITN Malang dan Mahakam Ulu, Kaltim Lanjutkan Komitmen Bangun Daerah untuk Mahulu Melaju

Nurul menambahkan, melalui analisis dari Pak Ibnu Sasongko, Rencana Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan (RP2P) akan direncanakan untuk wilayah ibu kota dan sekitarnya. Dokumen tersebut bakal menjadi bagian penting bagi pemda dalam menyempurnakan RPJM, menentukan prioritas pembangunan, serta mengelola anggaran daerah maupun dana pusat secara lebih terukur.

Setelah pemaparan laporan pendahuluan ini selesai, tim ahli ITN Malang dijadwalkan segera turun ke lapangan untuk melakukan survei. Mereka akan memperbarui kebijakan makro yang berlaku sekaligus mengagendakan asistensi khusus ke Kemendagri terkait regulasi pengelolaan perkotaan yang baru. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023