Back

Rahasia Lulus 3,5 Tahun Dr. Eko Alumnus Teknik Mesin S-1 ITN Malang Dorong Maba Berinovasi serta Melek Peluang Wirausaha

Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., memberi motivasi pada maba ITN Malang agar melek peluang wirausaha. (Foto: Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Alih-alih memberikan pembekalan yang kaku, Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., justru mengawali sesi pembekalan dengan mengajak beberapa mahasiswa baru (maba) naik ke atas panggung Aula Kampus 1 ITN Malang, Selasa (01/08/2026). Alumnus Teknik Mesin S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) angkatan 2008 yang kini menjadi akademisi, peneliti energi baru terbarukan (EBT), sekaligus wirausahawan manufaktur tersebut membagikan rekam jejak nyata cara mengubah keluhan menjadi inovasi bernilai tinggi pada kegiatan Gigantik 2026 ITN Malang.

“Saya dulu masuk Teknik Mesin karena prospeknya bagus. Begitu masuk ITN, kita harus pinter melihat peluang. Kira-kira apa yang bisa dimanfaatkan di sekitar kita,” ujar Eko di hadapan para mahasiswa baru Abhyasa 57.

Baca juga: Bukan Sekadar Tempat Praktikum, ITN Malang Hadirkan Welding Center Berstandar Industri dan Sertifikasi

Strategi membaca peluang itu dibuktikannya sejak masa perkuliahan. Dari 22 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ia ajukan, 12 di antaranya berhasil lolos dan didanai pemerintah melalui Kemendikbudristek/Dikti. Pendanaan dari PKM tersebut bahkan ia manfaatkan untuk membiayai berbagai acara himpunan mahasiswa, seperti ajang drag bike. Lebih dari sekadar ajang pencarian dana, interaksi di organisasi mengajarkannya seni berkomunikasi dan mengelola perbedaan.

Tak hanya aktif berorganisasi dan menggarap inovasi, Eko membagikan kunci keberhasilannya menyelesaikan studi S-1 hanya dalam waktu 3,5 tahun. Ia menyarankan mahasiswa untuk tidak menunda persiapan tugas akhir.

“Rencanakan sejak dini. Semester 1 dan 2 fokus adaptasi, lalu memasuki semester 3 sudah harus punya gambaran topik skripsi. Saat masuk semester 6, manfaatkan magang industri untuk mengambil data riil yang bisa langsung diolah menjadi bahan skripsi,” paparnya.

Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., memberi motivasi pada maba ITN Malang agar melek peluang wirausaha. (Foto: Humas ITN Malang)

Pengalaman bertahun-tahun di laboratorium dan dunia industri membawanya pada sejumlah karya terapan yang telah terdaftar paten, di antaranya: Paten Turbin Air Undershot, Desalinasi Air Laut Surya, dan Konversi E-Car Safari ITN.

Menurut Eko, kunci agar inovasi teknik tidak berhenti di skripsi adalah dengan mengkombinasikan antara hard skills rekayasa dan soft skills relasional, seperti kemampuan presentasi, negosiasi wirausaha, serta empati sosial.

“Keahlian teknis membantu kalian menciptakan solusi, tapi kemampuan komunikasi dan relasi yang membuatnya dipercaya dan dipakai orang lain. Jangan menunggu modal ratusan juta atau alat canggih untuk mulai. Bangun purwarupa sederhana (Minimum Viable Product) untuk membuktikan fungsi dasar di lapangan, lalu dengarkan evaluasi penggunanya,” tegasnya.

Baca juga: Pesan Dr. Aladin untuk Mahasiswa Baru ITN Malang: Kuliah Teknik Jangan Malu Deketin Dosen!

Mengakhiri sesinya, ia berpesan agar mahasiswa baru ITN Malang tidak takut menghadapi kegagalan di masa-masa awal perkuliahan.

“Gagal saat kuliah itu sangat murah harganya. Yang paling mahal adalah lulus tanpa pernah berani mencoba hal baru. Sukses itu bukan undian instan, melainkan akumulasi dari ratusan eksperimen kecil yang dijalani dengan konsisten,” pungkas Eko. (Mita/Humas ITN Malang)

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023