
Ratusan Pelajar Serbu Kampus 1 ITN Malang, Asah Mental Berkompetisi di Olimpiade Oneday Obor Langit
Penuh kompetisi, para peserta tingkat SD mengikuti Olimpiade Oneday Obor Langit 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Malang, ITN.AC.ID – Suasana Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Minggu (26/06/2026) kemarin tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anak sekolah tingkat SD hingga SMP memenuhi area kampus dengan wajah tegang sekaligus antusias. Mereka merupakan para peserta Olimpiade Oneday Obor Langit 2026 yang digelar serentak di tiga kota, yakni Malang, Pasuruan, dan Buleleng. Khusus untuk wilayah Malang Raya, ITN Malang dipercaya menjadi tuan rumah yang memfasilitasi ajang bergengsi ini.
Kompetisi akademik yang digagas oleh PT Obor Langit ini melombakan tiga mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris dengan format berbasis kertas. Tercatat ada sekitar 200 peserta dari berbagai sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang saling adu kemampuan.
Kepala Humas ITN Malang, Reni Rupianti, SM., MM., menyambut hangat kolaborasi ini. Menurutnya, agenda ini menjadi momen pas bagi kampus untuk memperlihatkan fasilitas terbaru mereka kepada masyarakat luas.
Baca Juga : Serunya Malang Edu Fest 2026 di ITN Malang: Diapresiasi Wali Kota, Peserta Juara Dapat Diskon Kuliah 50%
“ITN sangat terbuka untuk kegiatan positif seperti ini. Momen ini sekaligus untuk memperkenalkan ITN Malang ke khalayak luas. Dari segi infrastruktur, kampus 1 sudah banyak berbenah sehingga sangat siap dikolaborasikan sebagai venue kegiatan. Kalau sekarang pesertanya masih tingkat SD dan SMP, kedepan peluang kerja sama ini bisa kita tingkatkan ke jenjang SMK dan SMA. Olimpiade seperti ini jelas menambah kompetensi siswa dan jalurnya sejalan dengan visi ITN Malang sebagai institusi perguruan tinggi,” ujar Reni.
Pihak penyelenggara pun mengaku tidak salah pilih lokasi. Perwakilan PT Obor Langit, Nizar Muhaimin, mengungkapkan, pemilihan Kampus 1 ITN Malang didasari oleh fasilitasnya yang sangat mendukung, mulai dari ruang kelas yang nyaman, halaman yang luas, hingga jaminan keamanan. Selain itu, lokasinya di tengah kota memudahkan akses bagi peserta dari berbagai sudut Malang Raya.
Penuh kompetisi, para peserta tingkat SD mengikuti Olimpiade Oneday Obor Langit 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
“Koordinator dari pihak ITN juga sangat memudahkan komunikasi. Kerja samanya berjalan lancar tanpa birokrasi yang menyulitkan. Mengingat keberhasilan acara ini berkat dukungan penuh ITN, tentu saja kami akan mempertimbangkan kembali kampus ini sebagai mitra strategis untuk event-event skala regional maupun nasional berikutnya,” kata Nizar.
Nizar menambahkan, ajang satu babak yang rampung dalam sehari ini memang didesain untuk melatih mental anak-anak sejak dini. Lewat manajemen waktu yang ketat, mulai dari registrasi, ujian, hingga seremonial, panitia yang sudah terlatih berhasil mengemas acara dengan efektif.
“Kami ingin wadah ini melatih keterampilan berkompetisi, membentuk jiwa sportivitas agar mereka bisa menerima kemenangan atau kekalahan dengan bijaksana. Visi jangka panjang kami adalah ingin ikut andil agar pendidikan berkualitas bisa diakses merata. Semakin banyak kota yang kami jangkau, semakin banyak siswa yang punya panggung untuk menunjukkan bakat akademiknya,” tambahnya.
Penuh kompetisi, para peserta tingkat SD mengikuti Olimpiade Oneday Obor Langit 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Respons positif juga datang dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Salah satunya adalah Agus, orang tua siswa dari MI Nurul Huda 1 Malang, yang anaknya ikut bertanding di kategori Matematika kelas 3. Bagi Agus, ini sudah kedua kalinya sang anak ikut serta dalam kompetisi serupa.
“Manajemen waktunya bagus sekali dan tepat waktu, jadi anak-anak tidak jenuh menunggu. Tempatnya juga sangat lumayan, terutama masalah parkirnya yang lega, jadi kami yang mengantar tidak pusing. Akses jalannya strategis sekali, sangat memudahkan anak-anak dan orang tua,” tutur Agus puas.
Melalui gelaran ini, ITN Malang tidak hanya sukses menjadi penyedia tempat, tetapi juga membuktikan perannya sebagai ruang tumbuh yang suportif bagi calon-calon generasi emas Indonesia bahkan sejak usia sekolah dasar. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)



