Rektor ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE mengalungkan Samir kepada Prof.Dr.Eng.Ir. I Made Wartana, MT sebagai tanda pengukuhan guru besar, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Sabtu (20/03/2021). (Foto: Yanuar/Humas)


Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Yaitu, Prof. Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT Guru Besar dalam Bidang Teknik Elektro dan Prof. Dr. Ir. Kustamar, MT Guru Besar dalam Bidang Teknik Sumber Daya Air. Proses pengukuhan guru besar dilakukan pada Sidang Senat Terbuka ITN Malang di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Sabtu (20/03/2021).

Dengan bertambahnya dua guru besar tersebut, kini Kampus Biru total memiliki delapan guru besar. Pengukuhan prof Made sebagai professor ke tujuh dan Prof Kustamar sebagai professor ke delapan sedianya akan dilakukan secara bersamaan. Namun, pengukuhan Prof Kustamar akhirnya diwakilkan kepada sang isteri. Pasalnya pada awal Februari yang lalu Prof Kustamar telah meninggal dunia. Isteri beliau, Ir. Ari Mukti, MT secara simbolis menerima gordon kehormatan dari Rektor ITN Malang. Ini sebagai tanda bahwa institusi sangat menghargai prestasi yang diraih para dosennya. Menjadi catatan perjalanan penting bagi ITN Malang sehingga prestasi jabatan fungsional tertinggi akan di laporkan sebagai arsip.

Ir. Ari Mukti, MT menerima gordon kehormatan dari Rektor ITN Malang Prof.Dr.Eng.Ir. Abraham Lomi, MSEE atas gelar guru besar yang diterima almarhum suaminya Prof.Dr.Ir. Kustamar, MT. (Foto: Yanuar/Humas)

Ir. Ari Mukti, MT menerima gordon kehormatan dari Rektor ITN Malang Prof.Dr.Eng.Ir. Abraham Lomi, MSEE atas gelar guru besar yang diterima almarhum suaminya Prof.Dr.Ir. Kustamar, MT. (Foto: Yanuar/Humas)

Rektor ITN Malang Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE mengatakan, dalam dua tiga tahun ke depan ITN Malang akan terus menambah guru besar. Menjadi target ITN Malang penambahan guru besar untuk membangun program pasca sarjana yang baru. Dimana persyaratan minimal memiliki dua guru besar harus terpenuhi.

“Ada beberapa prodi yang berpotensi memiliki dua guru besar. Kami akan mendorong teman-teman untuk melakukan percepatan. Tahun ini kami berharap ada yang bisa dikukuhkan menjadi guru besar. Sudah ada yang berproses, jadi kami menunggu semoga surat keputusan pengangkatan sebagai guru besar segera turun,” katanya.

Baca juga: Profesor I Made Wartana: Tidak Ada Impian Sekolah Tinggi Apalagi Jadi Profesor

Profesor merupakan jabatan fungsional akademik tertinggi. Untuk dikukuhkan sebagai guru besar seseorang harus memiliki pendidikan terakhir doktor, sehingga tidak bisa asal semat. Maka, ITN Malang memberikann kesempatan kepada dosen untuk kuliah S-3. Hingga kini ITN Malang sudah memiliki doktor lebih dari 30 persen. Dan saat ini masih banyak dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor baik di dalam maupun luar negeri. Kedepan akan banyak dosen2-dosen ITN bergelar doktor dan mempunyai jabatan fungsional akademik yang sudah sangat layak untuk diusulkan sebagai professor atau ke minimal ke lektor kepala.

Baca juga: Sedikit Bicara dan Aktivis Luar Biasa, Rektor ITN Malang Prof Kustamar Tutup Usia

“Kami berharap siapapun yang jadi ptofesor akan bisa membina generasi kita, agar mereka bisa mencapai puncak karir tertinggi di bidang akademik. Semoga Prof Made bisa memberikan suatu contoh yang baik, membina generasi agar mereka bisa menjadi calon-calon pemimpin yang berhasil,” pungkas alumnus Asian Institute of Technology (AIT), Thailand ini. (me/Humas ITN Malang)

 400 total views,  1 views today

image_pdfimage_print