Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengcapkan sumpah jabatan sebagai Rektor ITN Malang Periode 2021-2023 di hadapan Ketua P2PUTN, Ir Kartiko Ardi Widodo, MT di Auditorium Kampus I ITN Malang, Rabu (03/03/2021). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE resmi dilantik menjadi Rektor ITN Malang Periode 2021-2023. Kepemimpinan Prof Abraham Lomi hanya dua tahun melanjutkan kepemimpinan rektor sebelumnya Prof Dr Ir Kustamar MT dengan masa jabatan rektor periode 2019-2023. Perlu diketahui Prof Kustamar meninggal dunia karena sakit pada awal Februari 2021 lalu. Ir Kartiko Ardi Widodo, MT Ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional) melantik Prof Abraham Lomi secara langsung di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Rabu (03/03/2021).

Pembacaan dan penandatanganan sumpah jabatan dan pakta integritas disaksikan langsung oleh jajaran P2PUTN, dan civitas akademika ITN Malang. Sementara serah terima jabatan diserahkan dari pelaksana tugas (PLT) rektor, Dr F Yudi Limpraptono ST MT (Wakil Rektor I Bidang Akademik ITN Malang) kepada Rektor Abraham Lomi. Hadir pula dalam undangan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, perwakilan dari pemerintahan kota dan kabupaten se Malang Raya, serta Rektor Universitas Katolik Widya Karya Malang.

Ir Kartiko Ardi Widodo, MT Ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional) menyampaikan sambutan di pelantikan Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE. (Foto: Yanuar/humas)

Ir Kartiko Ardi Widodo, MT Ketua P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional) menyampaikan sambutan di pelantikan Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE. (Foto: Yanuar/humas)

Dikatakan Ir Kartiko Ardi Widodo, MT, civitas akademika ITN Malang merasa kehilangan Prof Kustamar yang telah berpulang. Pada masa kepemimpinan Prof Kustamar sudah banyak prestasi yang telah diraih ITN Malang. Diantaranya, ITN Malang masuk 100 besar perguruan tinggi tingkat nasional, urutan nomor empat kategori institut negeri dan swasta, dan nomor satu kategori institut swasta se-Indonesia. ITN Malang juga berhasil meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari LLDIKTI Wilayah VII Jatim.

“Di bidang riset dan publikasi ilmiah serta pengabdian masyarakat ITN masuk dalam klaster utama. Hasil audit memberikan penilaian wajar tanpa pengecualian. Hal ini membuktikan ITN berhasil melakukan tata kelola yang baik. Banyak keberhasilan yang telah diraih ITN pada masa kepemimpinan Prof Kustamar (alm). Maka, ITN harus tetap melanjutkan perjuangan beliau untuk menjadi ITN Malang lebih baik lagi,” kata Kartiko dalam sambutannya. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan juga ditayangkan melalui  platform Zoom Meeting serta disiarkan secara live di Youtube ITN Malang Official.

Baca juga: ITN Malang jadi Penyelenggara Konferensi Internasional Kelistrikan, Teknologi, dan Informasi di Bali

Pemilihan Prof Abraham Lomi sebagai rektor dilakukan selama hampir dua minggu secara marathon oleh P2PUTN. Dengan memperhatikan saran, pendapat dari dewan pengawas dan senat. Mekanisme semua proses pemilihan dilakukan sesuai ketentuan dari peraturan pendidikan tinggi dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga P2PUTN, serta statuta ITN Malang.

“Alhamdulillah semua (proses pemilihan) bisa berlangsung lancar, sehingga proses pelantikan juga dapat berlangsung dengan baik. Kepada Prof Lomi kami ucapkan selamat bertugas, semoga diberikan kelancaran, keberhasilan dalam menjalankan amanah sebagai rektor,” ujarnya.

Baca juga: Sedikit Bicara dan Aktivis Luar Biasa, Rektor ITN Malang Prof Kustamar Tutup Usia

Sementara itu dalam sambutannya Prof Lomi akrab disapa mengatakan, ada tiga tanggung jawab penting yang harus dilaksanakan. Yakni, melaksanakan program rektor dan harus mencapai target, membangun komunikaisi intensif dengan P2PUTN, dan melakukan pembinaan untuk regenerasi. Sementara pakta integritas yang ditandatangani rektor sebelumnya ada 10 poin juga harus dilaksanakan. Merupakan tanggung jawab berat sehingga memerlukan sinergi antara institusi dan yayasan.

“Tugas kita sangat berat, tapi kita semua harus komitmen. Maka, perlu sinergi bersama-sama antara institusi dengan P2PUTN agar seimbang. Mudah-mudahan dengan jabatan dua tahun ini saya bisa menjadi nahkoda ITN Malang. Ini anugerah, bukan berarti di ITN tidak ada regenerasi. Tetapi ada hal-hal yang harus dilakukan dengan matang. Kita harus kompak kerjasama dengan pemikiran inovatif dan strategis sesuai dengan kemajuan zaman,” pungkas pria kelahiran Waingapu NTT tahun 1962 ini. (me/Humas ITN malang)

 412 total views,  2 views today

image_pdfimage_print