Azwar Alamsah mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang (paling kanan) saat mengikuti Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2018. (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Mengikuti pertukaran mahasiswa (student exchange) sebagai implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memiliki kesan tersendiri bagi mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Seperti halnya Azwar Alamsah mahasiswa Teknik Mesin S-1 bersama tiga rekannya yang mengikuti pertukaran mahasiswa dengan Universitas Katolik Widya Karya Malang. Mulai bulan September ke empat mahasiswa Teknik Mesin ini mengambil mata kuliah Mekanika Bahan Komposit.

“Dari bulan September sampai minggu kemarin hampir tidak pernah ada libur. Kecuali libur usai MID dan ketika dosennya ijin ada kepentingan,” ujar Azwar saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Sabtu (09/01/2021).

Muhammad Aditya mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang (dua dari kanan depan) bersama teman-temannya saat kuliah offline sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Muhammad Aditya mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang (dua dari kanan depan) bersama teman-temannya saat kuliah offline sebelum pandemi Covid-19. (Foto: Istimewa)

Azwar antusias mengikuti kuliah daring lewat platform Google Classroom. Menurutnya kuliah dengan dosen dan bertemu mahasiswa dari luar kampus memberi pengalaman tersendiri. Di kelas Azwar hanya ada delapan mahasiswa. Empat mahasiswa dari Kampus Biru dan sisanya mahasiswa dari Universitas Widya Karya.

“Bertemu karakter dan cara mengajar dari dosen yang berbeda, lebih merefresh tentunya. Tapi, yang lebih untung itu dapat materi yang berbeda dari dosen Widya Karya. Kami di kelas kecil, jadi mahasiswa saat mengungkapkan pendapat dan ide baru lebih direspon. Kemudian dibahas bersama-sama,” jelas mahasiswa asal Lombok ini.

Dikatakan Azwar, komunikasi dengan dosen juga berlanjut lewat aplikasi WhatsApp apabila mahasiswa kurang memahami materi kuliah. “Jika kami kurang paham, bapaknya (dosen) menyuruh kami untuk menghubungi lewat WA secara personal,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang Kuliah Daring Go Internasional

Sementara, untuk tugas diberikan dua minggu sekali atau disaat materi yang dijelaskan sudah selesai. “Pengerjaan tugas diberi waktu dua hari. Selain tugas ada juga MID semester yang dilakukan secara langsung (online). Jadi kami ujian seperti di kelas (offline). Menurut saya ini bagus dan efektif,” lanjutnya.

Di mata Azwar, Antonius Prisma Jalu Permana, S.Si., M.Si dosen Universitas Widya Karya merupakan sosok yang supel, ramah, dan sering membuat lelucon seperti di kelas offline.

Baca juga: Ulang Prestasi, Juara Satu KKCTBN 2018 Kapal ITN Malang Satu-satunya Capai Garis Finish

Sementara itu Muhammad Aditya mahasiswa student exchange lainnya menyampaikan kesan yang sama mengenai kuliah daring. “Bisa kuliah di universitas lain itu program bagus. Belajar daring bersama dosen baru, juga teman-teman baru benar-benar membuat feel yang berbeda. Jadi kami tambah termotivasi,” ujar Aditya. Sedangkan dua mahasiswa program student exchange Teknik Mesin S-1 lainnya adalah Mochamad Alditiyan Butefani dan Arya Jemparing Jagad. (mer/Humas ITN Malang)

 222 total views,  1 views today

image_pdfimage_print