UKM KSR PMI Unit ITN Malang dan Duta Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covi-19 ITN Malang melakukan bakti sosial dengan menyuluhan 3M di Rumah Asuh Anak & Lansia “Griya Asih” Lawang Malang, pada Minggu (13/12/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Pancemi Covid-19 menyulut semangat mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk melakukan kegiatan bakti sosial “VCIM Social Action 2020”. Tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI Unit ITN Malang, sekitar 20 mahasiswa melakukan bakti sosial di Rumah Asuh Anak & Lansia “Griya Asih” Lawang, Malang, pada Minggu (13/12/2020).

Dikatakan M. Aldi Adriansyah anggota KSR PMI Unit ITN Malang, tidak semua panti mendapt perhatian yang sama terkait informasi dan kelayakan fasilitas dalam menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu KSR turut menggandeng mahasiswa Duta Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covi-19 dari ITN Malang.

Outbound mahasiswa ITN Malang dan anak-anak "Griya Asih" untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun kerjasama antar pemain. (Foto: Istimewa)

Outbound mahasiswa ITN Malang dan anak-anak “Griya Asih” untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun kerjasama antar pemain. (Foto: Istimewa)

“Tujuannya agar panti mendapat perhatian yang merata khususnya terkait pandemi. Ternyata masih ada panti yang jarang terekspos dan butuh perhatian, seperti halnya Griya Asih Lawang ini,” kata Ardi saat ditemui di kampus 1, didampingi Sisca Aldevia Azizah, Senin (14/12/2020).

Selain melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan, mahasiswa juga memasang wastafel tempat mencuci tangan. Ada juga pemberian sembako, alat PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang berisi sabun, peralatan mandi, hand sanitizer, dan masker, serta menyuluhan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan).

Baca juga: Hindari Penularan Covid-19, ITN Malang Sediakan Bak Cuci Tangan di Kampus dan Ajak Masyarakat Biasa Cuci Tangan

“Di Griya Asih hanya ada satu tempat cuci tangan itupun hanya menggunakan kran ala kadarnya. Selain wastafel kami juga memberikan alat penyemprot desinfektan agar bisa digunakan secara mandiri,” imbuh mahasiswa Teknik Informatika semester 3 ini.

Selain penyerahan bantuan mahasiswa Kampus Biru juga mengajak anak-anak Griya Asih outbound di halaman dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Ada tiga permainan yang digelar, yaitu memasukkan paku ke botol dengan menggunakan tali secara bersama-sama dan menjalankan bola di atas dua tali. Dimana yang paling cepat menyelesaikan game maka dia pemenangnya. Ada juga game bermain kucing-kucingan.

“Untuk menghibur adik-adik kami adakan game. Jadi adik-adik dibagi kelompok-kelompok. Sebagian outbound, sebagian lagi ikut penyuluhan mengenai Covid-19, dan begitupun nanti bergantian. Game ini selain menghibur juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan membangun kerjasama diantara pemain,” kata Aldi.

Baca juga: Bawa Misi Sosial dan Edukasi, KSR ITN Malang Ajak Anak Panti Hidup Sehat

Sementara penyuluhan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan) diberikan oleh kakak-kakak mahasiswa dari Duta Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 ITN Malang. M Rian Handika A anggota satgas menjelaskan, memang tepat baksos di Griya Asih, mengingat penghuninya terdiri dari anak-anak dan orang tua.

“Memang tepat baksos KSR di Griya Asih. Karena anak dan orang lanjut usia sangat rawan terkena virus. Jadi sebagai antisipasinya kami melakukan pensemprotan desinfektan. Masker dan alat cuci tangan juga kami tambah karena belum terpenuhi secara layak,” ungkap Rian.

Dikatakan mahasiswa Teknik Sipil S-1 ini, umumnya pengurus Griya Asih mengerti tentang penanganan Covid-19, namun fasilitas untuk penanganannya belum memadai. “Kami dari duta satgas Covid-19 akan terus berupaya semaksimal dalam memberi edukasi ke masyarakat baik secara mandiri atau bekerjasama dengan pihak lain,” pungkas Rian. (mer/Humas ITN Malang)

253 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini