Jalan-jalan ke Kampung Jahe Merah Sambil Cuci Mata Lihat Mural

Mahasiswa Arsitektur ITN Malang melukis mural di Kampung Jahe Merah Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (01/11/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID – Sekarang tidak ada lagi dinding kosong di Kampung Jahe Merah, di kawasan RT 2 dan 3, RW 7, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Pasalnya dinding yang semula kosong sudah berubah menjadi indah dengan lukisan mural dari mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Minggu (01/11/2020). Pengunjung yang datang ke sana sekarang bisa selfie sekaligus cuci mata lihat mural.

Ada tiga titik utama yang digarap oleh mahasiswa Arsitektur dengan dibantu warga sekitar. Yakni, di depan dan di sisi tembok balai RW, di tengah kampung dan di bagian paling ujung (belakang) dekat kebun jahe. Kampung Jahe Merah mengusung konsep urban farming, sehingga konsep mural pun dibuat secara matang agar bisa mendukung informasi di tiap sudut lingkungan.

Lukisan mural bertema keberagaman budaya mewarnai dinding balai RW 7, Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang, melambangkan persatuan dan kesatuan. (Foto: Istimewa)

Lukisan mural bertema keberagaman budaya mewarnai dinding balai RW 7, Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang, melambangkan persatuan dan kesatuan. (Foto: Istimewa)

“Temanya kami mengikuti dari keinginan warga. Setelah ada ide, konsep tema dibuatkan sketsa dan di diskusikan kembali dengan warga. Nah, ketika warga sudah setuju maka kami baru mengambar mural,” terang Anggi Maulana Firdian Saputra mahasiswa Arsitektur ITN Malang sekaligus penanggung jawab kegiatan.

Dikatakan Anggi, untuk mendukung tema urban farming, maka mural gambar tanaman mendominasi dinding dekat kebun. Sementara, dinding di tengah kampung digambar bebas dengan tema ceria tentang kerukunan warga, gambar hewan dan film kartun. “Nah, untuk dinding balai desa kami gambar dengan tema persaudaraan. Ada gambar keberagaman budaya termasuk agama, dan baju daerah,” imbuh Anggi.

Baca juga: Dosen ITN Malang Bantu Olah Minuman Sari Buah Markisa agar Tahan Lama

Melukis mural di Kampung Jahe Merah bukan serta merta begitu saja. Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitek (HMA) ITN Malang Al Aziz Nur Muhammad mengatakan, Kepala Kelurahan Mulyorejo secara khusus menyurati Prodi Arsitektur meminta bantuan mahasiswa untuk melukis mural. Dan, gayungpun tersambut karena HMA memiliki program pengabdian kepada masyarakat.

“Jayalah Negriku!” mendukung konsep urban farming Kampung Jahe Merah. (Foto: Istimewa)  Baca juga:

“Jayalah Negriku!” mendukung konsep urban farming Kampung Jahe Merah. (Foto: Istimewa)

“Kegiatan melukis mural pas sekali dengan proker kami pengabdian masyarakat sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai mahasiswa kami nantinya akan kembali ke masyarakat. Jadi, sebelum itu kami ingin belajar menerapkan pengetahuan kami di masyarakat sekaligus belajar kepada masyarakat. Kami datang bukan mengurui, tapi ingin belajar bagaimana bermasyarakat yang baik,” kata Aziz.

Baca juga: ITN Malang Support Rumah Prestasi 3G dengan Edukasi Teknologi

Kehadiran mahasiswa ITN Malang disambut baik oleh Ketua RW 07, Ignasius Hardiman. Ignasius mengatakan, adanya lukisan mural akan memberi nilai tambah bagi keberadaan kampung tematik setelah penataan lingkungan. “Mural ini mempercantik sudut kampung. Menjadi nilai tambah tersendiri, apalagi kampung kami akan mengikuti beberapa lomba tingkat kota bahkan ada yang mewakili propinsi,” ucapnya.

Sementara itu Hernanik Sulistiowati, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulyo 1, Rt 3, RW 7 mengatakan, dengan adanya lukisan mural kampung akan lebih indah dipandang. Lukisan mural juga bisa menjadi spot selfie. “Kegotongroyongan itu jaman sekarang sulit (diterapkan), namun dengan adanya kegiatan melukis mural kami berharap kegotongroyongan terus terpupuk di kampung kami. Lagipula mural bisa digunakan untuk selfie. Harapannya utamanya urban farming tetap terjaga untuk ketahanan pangan sekaligus bisa menambah penghasilan,” terangnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC