Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Dr.Ir. Kustamar, MT. (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang disampaikan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Dr.Ir. Kustamar, MT mendapat apresiasi dari Sekteratis LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dr. Widyo Winarso, M.Pd,. Bahkan Widyo menyatakan konsep yang disampaikan Rektor ITN Malang luar biasa. Hingga cocoknya diberi nama “The Power Of Alumni”.

“Saya sampaikan bahwa kampus harus merangkul alumni untuk menyukseskan MBKM. Sampai-sampai Sekteratis LLDIKTI menamakan konsep saya dengan nama “The Power of Alumni,” ujar Kustamar.

Megah dan indah Monumental Gate Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Megah dan indah Monumental Gate Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Konsep MBKM yang menggandeng alumni tersebut disampaikan Kustamar di depan pimpinan perguruan tinggi se Jawa Timur saat menjadi narasumber pada bulan September 2020 yang lalu.

“MBKM bagi perguruan tinggi negeri (PTN) yang banyak anggaran tidaklah sulit penerapannya. Beda halnya dengan perguruan tinggi swasta (PTS) yang harus mengeluarkan anggaran dua kali lipat dalam pelaksanaannya,” ungkap Kustamar.

Hal ini sangat beralasan, pasalnya kampus tetap membiayai kegiatan pembelajaran reguler yang terus berjalan. Karena menurut Kustamar, tidak mungkin mahasiswa satu prodi melakukan magang bersama dalam sekali waktu.

Baca juga: Rektor UNITRI: Tiap ke Kalimantan Saya Ditanya ITN Malang

“Untuk melakukan kegiatan di luar kampus memerlukan anggaran. Nah, kalau tidak diatur dengan matang maka anggaran akan jebol. Jalan keluarnya adalah kampus harus merangkul alumni,” imbuh ahli pengairan ini.

Dikatakan Kustamar, alumni ibarat jembatan emas yang dapat mendekatkan mahasiswa dengan dunia lapangan kerja. Maka, alumni sedini mungkin perlu dilibatkan dalam proses pembelajaran. Keuntungannya, proses magang program MBKM di alumni biayanya juga lebih ringan dari pada bekerjasama dengan pihak lain.

“ITN pernah mendapat tawaran dari pihak yang mengambil keuntungan dari program MBKM. Jika bekerjasama, mereka akan menyedikan tempat magang dengan proyek-proyek khusus, dengan syarat 80 persen UKT masuk ke mereka. Inikan memberatkan kampus. Jadi, saya berharap tiap kota yang ada alumni ITN harus memiliki koordinator wilayah (Korwil) alumni,” harap Kustamar.

Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menguatkan fungsi website institusi. Karena website sangat penting untuk menjadi marketplace alumni.

“Oleh karena itu website harus dikelola secara serius oleh humas. Website harus menjadi marketplace alumni. Kemudian humas menjadi tim informasi yang menggabungkan alumni dengan kampus,” ucap Kustamar yang berharap semua lini saling bersinergi terutama humas dan tracer study. (me/Humas ITN Malang)

Baca juga: Alumni ITN Malang di Balik Pembangunan Jembatan Simpang Susun Semanggi Jakarta

428 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini