Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) dan Rektor Universitas Kanjuruhan Malang, Dr. Pieter Sahertian, M.si (kanan) menunjukkan Nota Kesepahaman, di Kampus I ITN Malang, Rabu, (23/09/20). (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT (kiri) dan Rektor Universitas Kanjuruhan Malang, Dr. Pieter Sahertian, M.si (kanan) menunjukkan Nota Kesepahaman, di Kampus I ITN Malang, Rabu, (23/09/20). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID — Hubunga kemitraan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan kampus di wilayah Kota Malang terus terjalin. Kali ini Kampus Biru digandeng oleh Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Rabu, (23/09/20).

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT berharap meski kerjasama berlatar belakang program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), namun kerjasama diharapkan bisa lebih meluas.

 

Akrab, sesi diskusi antara ITN Malang dan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membahas Kampus Merdeka. (Foto: Yanuar/humas)

Akrab, sesi diskusi antara ITN Malang dan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membahas Kampus Merdeka. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Kolaborasi antar kampus akan meningkatkan kinerja kita dalam kurikulum Kampus Merdeka. Dalam mewujudkan kurikulum merdeka belajar harusnya kita (antar perguruan tinggi) saling bergandeng tangan sehingga kerja akan semakin ringan. Berbeda halnya ketika kita menggandeng perusahaan tentunya persyaratannya lebih rumit,” kata Kustamar.

Baca juga: Terima Dana Hibah Setengah Miliar, 9 Prodi ITN Malang Siap Terapkan Kurikulum Kampus Merdeka

Peringkat ITN Malang secara nasional masuk 100 besar menjadi alasan mendasar Unikama menjalin kerjasama dengan ITN Malang. Momentum Kampus Merdeka diharapkan menjadi wadah implementasi pengembangan di bidang riset dan pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Kanjuruhan Malang, Dr. Pieter Sahertian, M.si.

“Terimakasih bahwa permintaan kami dalam rangka Tridharma Perguruan Tinggi dan implementasi MBKM disambut hangat oleh ITN. Memang benar kita tidak bisa bekerja sendiri. Arahan dari Kemenristek diharapkan para dosen sudah melakukan kolaborasi riset di berbagai ilmu. Jadi ada kemungkinan orang sosial bekerjasama dengan orang IT,” harap Pieter. (me/humas)

Baca juga: Wujudkan Merdeka Belajar, ITN Malang Digandeng Universitas Ma Chung

155 kali dilihat, 26 kali dilihat hari ini