Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kanan) dan Iko Sukma Handriadianto, Direktur Pelaksana PT GMS (kiri), foto bersama usai penandatanganan MoU di Ruang Sidang Pasca Sarjana Kampus 1, Selasa (08/09/2020). (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kanan) dan Iko Sukma Handriadianto, Direktur Pelaksana PT GMS (kiri), foto bersama usai penandatanganan MoU di Ruang Sidang Pasca Sarjana Kampus 1, Selasa (08/09/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Bidang logistik saat ini menjadi kebutuhan yang mendesak mengingat pergerakan barang dan manusia di Indonesia sangat tinggi. Apalagi selama ini bidang logistik masih didominasi oleh pemain asing khususnya dalam bidang ekspor import. Kebutuhan ini ditangkap oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan membuka Program Studi Manajemen Bisnis S-1. Sebagai langkah awal, Kampus Biru menggandeng PT Gunung Mas Samudra (GMS) Surabaya yang merupakan salah satu pelaku bisnis dibidang logistik. Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani langsung oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT dengan Iko Sukma Handriadianto, Direktur Pelaksana PT GMS, di Ruang Sidang Pasca Sarjana Kampus 1, Selasa (08/09/2020).

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT mengatakan, ITN Malang berupaya memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia Indonesia sehingga bisa mengelola dan mengefisiensikan pergerakan barang sehingga bisa meningkatkan ekonomi. Untuk itu Kampus Biru berkomitmen membuka prodi baru bisnis digital yang di dalamnya memuat ilmu logistik.

“ITN Malang tahun ini membuka prodi baru bisnis digital dengan menggandeng mitra, salah satunya PT GMS. Ini untuk meningkatkan bidang kajian, meski basic nya tetap teknologi. Harapannya akan meningkatkan SDM yang berkualitas. Apalagi selama ini terkait ekspor import di Indonesia masih banyak dimainkan oleh pihak asing. Kita harus bisa mengimbanginya dengan meningkatkan kualitas SDM, tentunya juga akan menguatkan ekonomi Indonesia,” kata rektor.

 

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Ellysa Nursanti, ST,MT menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT Gunung Mas Samudra (GMS).

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Ellysa Nursanti, ST,MT menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan PT Gunung Mas Samudra (GMS).

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Ellysa Nursanti, ST,MT mengungkapkan, kerjasama tetap dilewatkan dalam wadah Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan dengan menghadirkan praktisi untuk memberikan ilmunya kepada mahasiswa, sehingga tidak hanya berbasis literatur (literatur based). Sementara dari sisi penelitian bisa mengirimkan dosen untuk melakukan penelitian di perusahaan yang bersangkutan supaya bisa bersinergi. Dosen mendapat profit yang aktual, dan sebaliknya di pihak instansi mendapat profit masukan, saran, koreksi yang bisa menciptakan efisiensi di industrinya. Sedangkan dalam pengabdian masyarakat untuk dosen tepat sasaran dengan apa yang dilakukan.

Baca juga: Terima Dana Hibah Setengah Miliar, 9 Prodi ITN Malang Siap Terapkan Kurikulum Kampus Merdeka

“Selama ini untuk pengajaran kan hanya literatur, praktikum kita kerjakan di laboratorium. Kalau ada praktisi yang masuk tentunya memperkaya ilmu yang diperoleh (mahasiswa) supaya tahu bagaimana aplikasi di lapangan. Sedangkan pengabdian masyarakat umumnya masih sporadis, kalau memang berbasis kebutuhan sekarang akan lebih tepat sasaran,” tutur Ellysa.

Hal ini menurut Ellysa sejalan dengan program Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digulirkan pemerintah. Kerjasama antara perguruan tinggi dengan instansi nantinya bisa mencakup luas, selain magang bisa PKL, skripsi dimana dosen pendamping bisa turut serta mendampingi.

“Tentunya kerjasama tidak terbatas dalam prodi tertentu. Kami ada Teknik Industri S-1, Teknik Industri S-2, Teknik Industri Terapan serta Bisnis Digital. Karena di Teknik Industri ada kajian tentang logistik, inventori optimasi, networking yang tentunya saling bersinergi dengan adanya kerjasama ini,” pungkas Ellysa. (me/humas)

Baca juga: ITN Malang jadi Co Hosting Bahas Perubahan Iklim di 6th GoGreen Summit and Awareness on Climate Change

216 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini