Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang mendapat Penghargaan Pemberdayaan dan Apresiasi Pelaku Seni Budaya Tahun 2020 dari Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji di Hotel Santika Malang, Kamis (13/08/2020). (Foto: Istimewa)

Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang mendapat Penghargaan Pemberdayaan dan Apresiasi Pelaku Seni Budaya Tahun 2020 dari Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji di Hotel Santika Malang, Kamis (13/08/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID — Peran serta civitas akademika Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya mendapat apresiasi dari Pemerintahan Kota Malang. Penghargaan Pemberdayaan dan Apresiasi Pelaku Seni Budaya Tahun 2020 ini diberikan lagsung oleh Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji kepada Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang di Hotel Santika Malang, pada Kamis malam (13/08/2020).

Dikatakan Budi Fathony, ada 10 perwakilan seniman dan budayawan Kota Malang yang mendapat apresiasi. Mereka dari beragam pelaku seni budaya, salah satunya Budi Fathony sendiri yang juga merupakan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang yang dianggap penggiat dan konsen terhadap pelestarian cagar budaya.

 

Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang usai mendapat Penghargaan Pemberdayaan dan Apresiasi Pelaku Seni Budaya Tahun 2020 dari Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji di Hotel Santika Malang, Kamis (13/08/2020). (Foto: Istimewa)

Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang usai mendapat Penghargaan Pemberdayaan dan Apresiasi Pelaku Seni Budaya Tahun 2020 dari Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji di Hotel Santika Malang, Kamis (13/08/2020). (Foto: Istimewa)

 

“Konteksnya yang mendapat penghargaan adalah pelaku seni dan budaya. Nah, saya dirasa mewakili dalam pelestarian cagar budaya yang masuk dalam seni budaya di bidang arsitekturnya,” terang dosen Arsitektur ini saat ditemui di ruang Humas ITN Malang, Jumat (14/08/2020).

Meskipun ITN Malang adalah kampus teknik, tapi menurut Budi, ITN Malang konsisten dan peduli terhadap seni budaya khususnya Kota Malang. “Bagi saya pribadi ini sebagai tanggung jawab tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Buat Peta Wisata Kampung Heritage Kayutangan

Budi sendiri memotret cagar budaya Kota Malang mulai tahun 2002, sejak renovasi wajah Balai Kota Malang. Aktif juga menulis di beberapa media lokal tentang arsitektur kota. Menjadi anggota TACB sejak tahun 2017 sampai 2020 menjadi nilai plus tersendiri bagi Budi. Karena konsistensi serta komitmennya secara profesional untuk menjaga, mendampingi dan keterlibatan langsung kepada pelestarian cagar budaya inilah Budi masih dipercaya menjadi tim TACB.

 

Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang. (Foto: Mita/humas)

Ir. Budi Fathony, MTA dosen Arsitektur ITN Malang. (Foto: Mita/humas)

 

“Peran tim TACB sebagai garda depan menghadapi para memilik, pemohon yang rata-rata aset bangunannya masuk pada kawasan TACB. Harapannya masyarakat dan komunitas ikut men-support TACB. Dengan menyampaikan kepada kami bila ada kejadian perusakan situs atau aset cagar budaya,” kata Budi.

Budi menyoroti perkembangan cagar budaya saat ini. Dimana generasi millenial ternyata sangat tertarik terhadap seni dan budaya. Terbukti saat Budi mengajak mahasiswa Kampus Biru ITN Malang ke kawasan Kayutangan, mahasiswa sangat tertarik pada ornamen-ornamen bangunan lama.

“Bahkan anak-anak muda sudah ada yang menjadi volunteer cagar budaya dan siap menjadi mitra TACB. Dari yang awalnya volunteer cagar budaya, kemudian mereka membentuk komunitas Tamasja to Tourism Center sebagai pemandu wisata,” tutup Budi. (mer/humas)

Baca juga: Miniatur Rumah Malangan ITN Malang di Oeklam-Oeklam Heritage Kajoetangan

 478 total views,  1 views today

image_pdfimage_print