Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT, (kiri) dan Rektor Universitas Ma Chung Assoc.Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si. (kanan) usai penandatanganan MoU di kampus 1 ITN Malang, Rabu (29/07/2020). (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT, (kiri) dan Rektor Universitas Ma Chung Assoc.Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si. (kanan) usai penandatanganan MoU di kampus 1 ITN Malang, Rabu (29/07/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID — Setelah sebelumnya Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang digandeng oleh Unmer Malang, pada Minggu lalu. Hari ini giliran Universitas Ma Chung kerjasama dengan Kampus Biru. Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di Ruang Sidang Rektorat Kampus 1 ITN Malang pada Rabu (29/07/2020).

Dikatakan Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT, dengan adanya Kampus Merdeka, universitas diberi kewajiban memfasilitasi mahasiswanya yang ingin mengambil mata kuliah yang sama di perguruan tinggi lain.

 

Abadikan momen kebersamaan ITN Malang dan Universitas Ma Chung foto bersama. (Foto: Yanuar/humas)

Abadikan momen kebersamaan ITN Malang dan Universitas Ma Chung foto bersama. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Kita sama-sama membutuhkan (antar perguruan tinggi). Karena institusinya sama (perguruan tinggi) maka sama-sama sudah mengenal tugasnya masing-masing. Jadi seperti barter (mahasiswa),” kata rektor.

Menurut Kustamar, beda halnya jika bekerjasama dengan instansi swasta. Selain membutuhkan biaya yang lebih, kampus juga mengalami kesulitan dalam mengontrol.

Baca juga: Pertukaran Mahasiswa Belajar, ITN Malang Kerjasama dengan Unmer Malang

“Tidak menutup kemungkinan bidang lainnya nanti bisa dikerjasamakan, semisal seminar nasional atau internasional, wirausaha, dan lainnya, yang sifatnya saling melengkapi,” imbuh Kustamar.

Apa yang disampaikan Rektor ITN Malang sesuai harapan Rektor Universitas Ma Chung Assoc.Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, S.E., M.Si. Menurut Prof. Murpin, mahasiswa sudah bisa mendesain sendiri jalan menuju masa depannya. Dengan cara merdeka belajar/kuliah tanpa menyusahkan.

“Mereka (mahasiswa) inginnya kan belajar tidak menyusahkan. Mahasiswa bisa mendesain sendiri (cara belajar),” kata Prof Murpin.

Selain kerjasama terkait pertukaran mahasiswa belajar, Prof Murpin berharap kedua kampus bisa mulai berkolaborasi dengan prodi masing-masing yang nyata di tengah masyarakat.

“Saat ini eranya berkolaborasi, tidak hanya lintas prodi tapi antar universitas. Mewujudkan yang nyata. Perguruan tinggi juga bisa berkolaborasi dengan rakyat. Semisal Teknik Mesin ITN membuat mekanisasi pertanian dan Ma Chung akan membantu (abdimas),” tuntasnya. (me/humas)

Baca juga: ITN Malang jadi Co Hosting Bahas Perubahan Iklim di 6th GoGreen Summit and Awareness on Climate Change

326 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini