Back

ITN Malang Support Rumah Prestasi 3G dengan Edukasi Teknologi

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kanan) mendampingi Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof.Dr. Hariyono, M.Pd., saat peresmian Rumah Prestasi 3G (Glintung Go Green), Selasa (28/07/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID – Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Dr.Ir. Kustamar, MT turut menghadiri peresmian Rumah Prestasi 3G (Glintung Go Green) di Kampung 3G pada Selasa (28/07/2020). Rumah Prestasi 3G sebagai pusat pelatihan membangun kampung berbasis gotong-royong ini diresmikan langsung oleh Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof.Dr. Hariyono, M.Pd.

Bambang Irianto (inisiator Kampung 3G) sebagai salah satu ikon prestasi Pancasila, dengan kiprahnya membangun kampung dipandang mampu mewujudkan kegiatan edukasi yang kental dengan upaya-upaya membangun jiwa Pancasila di masyarakat melalui gotong royong dan toleransi.

 

Meninjau produk masyarakat (ki-ka): Bambang Irianto (inisiator Kampung 3G), Wakil Kepala Badan BPIP RI, Prof.Dr. Hariyono, M.Pd., dan Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT saat melihat-lihat stand produk masyarakat. (Foto: Yanuar/humas)
Meninjau produk masyarakat (ki-ka): Bambang Irianto (inisiator Kampung 3G), Wakil Kepala Badan BPIP RI, Prof.Dr. Hariyono, M.Pd., dan Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT saat melihat-lihat stand produk masyarakat. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Peresmian rumah prestasi 3G sebagai home base aktifis Kampung 3G sekarang sudah lebih berkembang menjadi suatu komunitas edukasi. Mereka sering diminta dan memberi bantuan untuk mengedukasi banyak RW (kampung) di Indonesia. Sehingga ITN turut men-support Rumah Prestasi 3G dengan berbagai edukasi,” kata rektor saat ditemui di ruangannya, Rabu (29/07/20).

Baca juga: Rektor ITN Malang Bahas Solusi Atasi Banjir dan Siap Back Up Replikasi Kalpataru Bambang Irianto dengan Materi Lebih Ilmiah

Menurut rektor, support ITN Malang dilakukan dalam bidang teknologi misalnya dengan edukasi pengendalian banjir di lingkungan perumahan. Juga lewat Teknik Lingkungan, Kampus Biru sering kali melakukan pendampingan bila ada tamu yang ingin belajar konsep konservasi air.

“Kalau dari Kampung 3G edukasi ke masyarakatnya sudah, tapi dari konsep ilmiahnya perlu di-support. Tidak lama lagi akan saya gulirkan ke sana (Kampung 3G) tentang sumur resapan yang double fungsi. Selama ini pemahaman masyarakat sumur resapan hanya meresapkan air, sedangkan pengambilan airnya di tempat lain. ITN sudah menggabung dua fungsi dalam satu titik. Proses ilmiahnya sedang kami kembangkan lagi,” terang Kustamar. ITN Malang kedepannya berupaya menyediakan konsep edukasi yang menyesuaikan perubahan serta bisa disampaikan ke masyarakat dengan efektif.

Terpisah, Ketua Prodi Teknik Lingkungan Sudiro, ST.MT menyatakan, kerjasama ITN Malang dengan Kampung 3G bisa dijadikan pengabdian masyarakat dan pengembangan keilmuan khususnya Teknik Lingkungan.

“Yang sudah berjalan kami terlibat mendampingi Pak Bambang di Kampung Giripurno, Kota Batu, pembuatan company profile tentang kampung tematik, serta narasumber mitra saat melakukan pendampingan,” kata Sudiro. Teknik Lingkungan juga memiliki kesempatan mengirim mahasiswanya ke Kampung 3G untuk pengembangan keilmuwan di perguruan tinggi. (me/humas)

Baca juga: ITN Malang jadi Co Hosting Bahas Perubahan Iklim di 6th GoGreen Summit and Awareness on Climate Change

Copyright - PERKUMPULAN PENGELOLA PENDIDIKAN UMUM DAN TEKNOLOGI NASIONAL - ITN MALANG - Powered by - PUSTIK 2023