Kepala Prodi PWK, Dr. Agung Witjaksono, ST MT (kanan) secara simbolis memberikan paket sembako kepada mahasiswa PWK, Selasa (13/05/2020). (Foto: Yanuar/humas)

Kepala Prodi PWK, Dr. Agung Witjaksono, ST MT (kanan) secara simbolis memberikan paket sembako kepada mahasiswa PWK, Selasa (12/05/2020). (Foto: Yanuar/humas)


Malang, ITN.AC.ID — Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membagikan kurang lebih 100 paket sembako kepada mahasiswa PWK terdampak pandemi Covid-19. Batuan tersebut tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang tidak mudik selama pandemi, namun juga kepada mahasiswa yang berdomisili di Malang namun keluarganya terdampak Covid-19.

“Pembagian paket sembako ini merupakan bentuk dukungan PWK kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19. Kebanyakan memang mahasiswa luar Malang, namun ada juga beberapa mahasiswa Malang yang terdampak (Covid-19) tetap kami bantu,” terang Kepala Prodi PWK, Dr. Agung Witjaksono, ST MT di sela pembagian sembako di depan Gedung PWK kampus 1, Selasa (12/05/2020).

Agung mengatakan, Prodi PWK yang bersinergi dengan alumni memiliki kepedulian kepada mahasiswa sebagai satu keluarga besar. Melihat mahasiswa PWK yang tidak pulang kampung, prodi berupaya memberikan asupan nutrisi dengan bahan pokok berupa beras, dan lauk.

“Mahasiswa khususnya yang dari luar kota menaati peraturan pemerintah untuk tidak pulang ke kampung halaman. Jadi, keberadaannya di Malang perlu kita support. Dengan harapan mereka punya semangat meski tidak pulang, sehingga studi juga lancar,” imbuhnya.

 

Jezzar Rizaldi Salim mahasiswa PWK ITN Malang yang tidak mudik dan bertahan di Kota Malang. (Foto: Yanuar/humas)

Jezzar Rizaldi Salim mahasiswa PWK ITN Malang yang tidak mudik dan bertahan di Kota Malang. (Foto: Yanuar/humas)

 

Pembagian sembako dilakukan hari Selasa dan Rabu (12 dan 13 Mei 2020) dengan tetap menerapkan prinsip ‘physical distancing’. Dimana masing-masing dilakukan dalam tiga gelombang sesuai angkatan, mulai angkatan 2013 sampai angkatan 2019. Hal ini untuk mengindari berkerumunnya massa.

“Hari ini diberikan kepada 50 mahasiswa dalam tiga gelombang. Besok (hari Rabu) juga kami buat tiga gelombang agar tidak ada penumpukan massa. Mahasiswa yang datang juga wajib dicek suhu, masuk ke lorong siap kerja (losipka) untuk disemprot desinfektan, dan wajib memakai masker,” ujar lulusan doktoral UB ini. Agung berharap untuk angkatan 2013 yang sedang menyusun skripsi terus termotivasi menyelesaikan skripsinya.

Baca juga: Hindari Penularan Covid-19, ITN Malang Sediakan Bak Cuci Tangan di Kampus dan Ajak Masyarakat Biasa Cuci Tangan

Bantuan sembako Prodi PWK ITN Malang ini diapresiasi oleh Jezzar Rizaldi Salim mahasiswa angkatan 2013 asal Ende NTT. Dia bersama rekan-rekannya memutuskan tidak pulang karena mematuhi aturan pemerintah untuk tidak mudik. Keputusannya untuk tidak mudik ini juga didukung oleh orang tua mereka.

“Kami berterimakasih kepada jurusan PWK. Pemberian sembako ini cukup membantu kami para mahasiswa yang tidak mudik karena Covid-19. Apalagi orang tua saya yang biasanya berjualan di pasar, saat ini pasar sedang ditutup jadi otomatis pendapatan hampir tidak ada,” cerita Jezzar usai menerima paket sembako yang berisi beras lima kilogram, telur satu kilogram, dan 15 pack mie instan.

Jefri Katun mahasiswa asal Timur Tengah Utara (TTU) mengatakan hal serupa. Bantuan sembako meski tidak banyak cukup membantu dirinya memenuhi kebutuhan bahan pokok. Pasalnya meski kedua orang tuanya PNS, tapi menurut pengakuan mahasiswa angkatan 2013 ini ada pemotongan gaji PNS selama pandemi.

“Kami berterimakasih juga kepada jurusan PWK dan ITN Malang karena bagi kami angkatan 2013 yang sedang skripsi ada kelonggaran dalam proses skripsi. Kami apresiasi untuk kampus dan jurusan,” pungkas Jezzar yang di amini oleh temannya Jefri. (Mita Erminasari/humas)

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, ITN Malang Perpanjang Kuliah Daring Sampai Akhir Semester

168 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini