Serius, Kaprodi PWK ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT (paling kanan) menjelaskan seputar penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), di Laboratorium Kota Kultural PWK, Selasa (10/03/2020). (Foto: Istimewa)

Serius, Kaprodi PWK ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT (paling kanan) menjelaskan seputar penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), di Laboratorium Kota Kultural PWK, Selasa (10/03/2020). (Foto: Istimewa)


Malang, ITN.AC.ID — Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah diperlukan untuk mewujudkan rencana tata ruang wilayah yang sesuai dengan undang-undang tentang penataan ruang. Ilmu ini dikuasai benar oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Jadi, tidak asing lagi kalau kampus legendaris di Kota Malang ini menjadi jujukan belajar dari berbagai universitas bahkan pemerintah daerah. Salah satu pemerintah daerah yang belajar ke Prodi WKP adalah Pemkab Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Mahakam Ulu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat.

Kaprodi PWK, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT mengatakan, selama empat hari ke depan Selasa – Jumat (10-13/03/2020) Dinas Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman (PUPR) Mahakam Ulu belajar di PWK ITN Malang. Terkait dengan penyusunan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kota), serta peraturan zonasi. Untuk penyusunan peta dasar nantinya bisa kerjasama dengan Teknik Geodesi. Juga, rencana kedepannya akan kerjasama dengan LBD (Lembaga Bisnis dan Diklat).

 

Dr. Ir. Ibnu Sasongko, (paling kiri berbaju batik) MT dosen ITN Malang menjadi salah satu pemateri. (Foto: Istimewa)

Dr. Ir. Ibnu Sasongko, (paling kiri berbaju batik) MT dosen ITN Malang menjadi salah satu pemateri. (Foto: Istimewa)

 

“Selama empat hari ke depan 10 orang dari Dinas PUPR Mahakam Ulu belajar di PWK. Dari mereka ada yang alumni PWK ITN, ini menunjukkan kami (PWK ITN Malang) tetap melakukan komunikasi dengan para alumni yang sudah tersebar di seluruh Indonesia yang mengabdi di pemerintah daerah,” ujar Agung saat ditemui di Laboratorium Kota Kultural PWK, Selasa (10/03/2020).

Baca juga: Prof. Kemal Taruc, Kupas Ketahanan Perkotaan di PWK ITN Malang

Agung berharap selanjutnya ada kerjasama MoU, sehingga ITN Malang bisa melakukan pendampingan dalam hal pembuatan/penyusunan produk tata ruang termasuk KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis).

“Pelatihan ini diharapkan menjadi embrio untuk rencana kerja sama yang lebih berkembang lagi. Kalau sudah ada MoU atau MoA, kami bisa mendampingi penyusunan produk tata ruang sekaligus mengajak program studi yang lain untuk terlibat,” lanjut Agung.

Sementara itu Sektretaris Dinas PUPR, Margono, ST, mengatakan, PUPR Mahakam Ulu merasa penting untuk belajar ke perguruan tinggi, karena di perguruan tinggi memiliki berbagai disiplin ilmu.

“Di sini (PWK) kami akan belajar mengenai perda RTRW, RDTRK dan sedikit menyinggung KLHS. Sehingga setelah pelatihan kami bisa membuat produk tata ruang. Memutuskan (belajar) ke PWK ITN karena produk ITN sudah banyak bermunculan seperti di Sumba serta Kartanegara,” terang Margono. (me/humas)

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Berguru pada Prodi PWK ITN Malang

33 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini