Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menerima potongan tumpeng dari Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT sebagai tanda Dies Natalis ke-51 ITN Malang resmi dibuka, di auditorium kampus I, Sabtu (18/01/20). (Foto: Yanuar/humas)

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT menerima potongan tumpeng dari Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT sebagai tanda Dies Natalis ke-51 ITN Malang resmi dibuka, di auditorium kampus I, Sabtu (18/01/20). (Foto: Yanuar/humas)

Malang, ITN.AC.ID — Genap memasuki usia ke-51, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang merayakan momen spesial tersebut dengan perayaan dies natalis. Mengangkat tajuk “Merajut Budaya Sebagai Perekat Bangsa” pembukaan Dies Natalis ITN Malang digelar usai pengukuhan Profesor Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, di auditorium kampus I, Sabtu (18/01/20).

Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT mengapresiasi pengukuhan Profesor Lalu Mulyadi sebagai salah satu kado terindah bagi Kampus Biru, selain beberapa prestasi mahasiswa yang berhasil diraih pada awal tahun 2020.

 

Pemotongan tumpeng dalam perayaan Dies Natalis ke-51 ITN Malang dilakukan oleh Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT. (Foto: Yanuar/humas)

Pemotongan tumpeng dalam perayaan Dies Natalis ke-51 ITN Malang dilakukan oleh Ketua P2PUTN Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT. (Foto: Yanuar/humas)

 

“Prestasi Profesor Lalu menjadi kado terbaik tahun ini. Begitupula prestasi mahasiswa dari UKM Taekwondo awal tahun ini yang berhasil memborong lima medali untuk kampus tercinta,” ujar Kustamar.

Dikatakan rektor, sekarang ini banyak generasi muda yang belum tahu bagaimana repotnya menyatukan bangsa. Sehingga sering kita dengar adanya perpecahan antar golongan. Dengan tema yang diusung dalam dies natalis, maka diharapkan ITN Malang menjadi model penggunaan budaya bangsa yang beraneka ragam untuk merekatkan mahasiswa yang memiliki pemahaman cenderung terpisah-pisah.

Baca juga: ITN Malang Kukuhkan Guru Besar di Bidang Arsitektur

“Kami sudah membuat Forum Komunikasi Kebangsaan ‘Pelangi Nasional’. Di dalamnya ada kerukunan antar umat beragama, budaya nusantara, dan cinta NKRI. Kalau itu sudah terlaksana dengan baik, maka pembentukan karakter cinta bangsa bisa dilakukan di kampus. ITN mahasiswanya berasal dari berbagai daerah dengan agama beragam. Kalau itu berhasil bisa ditularkan ke lain kampus,” papar rektor asal Blitar ini.

Rangkaian Dies Natalis ke-51 ITN Malang akan bertabur perlombaan dengan mengundang pelajar tingkat SMK/SMA sederajat, perlombaan untuk dosen dan mahasiswa, dan pameran teknologi. “Dies natalis bisa membangkitkan semangat civitas akademika dan merekatkan mereka dengan masyarakat. Akan ada kegiatan lomba-lomba tingkat internal dan eksternal, puncaknya juga ada open house,” lanjut rektor.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT merefleksi perjalanan ITN Malang hingga usia 51 tahun. Menurutnya perkembangan zaman terkait teknologi dan informasi menjadi tantangan bagi institusi.

“Menghadapi perkembanagn teknologi informasi tenaga pendidik harus merubah peran. ITN Malang harus menjadi leader dalam pemanfaatan teknologi dan informasi. Pengelola ITN Malang harus responsif, di usia 51 tahun ITN akan menjadi trend-setter (bagi perguruan tinggi),” kata Kartiko. (me/humas)

Baca juga : Doa Lintas Agama, Santunan Anak Yatim, dan Pembagian Hadiah Warnai Tasyakuran Dies Natalis ke-50 Tahun ITN Malang

460 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini