ITN Malang Kukuhkan Guru Besar di Bidang Arsitektur

Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT mengalungkan gordon sebagai tanda resmi dikukuhkannya Profesor Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT, di auditorium kampus I ITN Malang, Sabtu (18/01/20). (Foto: Yanuar/humas)

Malang, ITN.AC.ID – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan Profesor Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur, di Aula Kampus 1, Sabtu (18/01/20). Upacara prosesi pengukuhan dilakukan dalam Rapat Senat Terbuka yang dihadiri oleh sivitas akademika Kampus Biru ITN Malang, keluarga Prof Lalu Mulyadi, dan para undangan.

Pengukuhan Prof Lalu menjadi prestasi dan kado terindah pada perayaan Dies Natalis ITN Malang yang ke-51 tahun. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT saat memberikan sambutan.

“Pengukuhan Prof Lalu sebagai kado terbaik bagi kami (ITN Malang) saat memasuki usia 51 tahun. Perayaan prestasi selalu akan kami upayakan, apalagi menyangkut sumber daya manusia,” ujar Kustamar.

 

Profesor Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT, MT, Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur ITN Malang (kiri) mendapat ucapan selamat dari Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kanan). (Foto: Yanuar/humas)

Profesor Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT, MT, Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur ITN Malang (kiri) mendapat ucapan selamat dari Rektor ITN Malang Dr.Ir. Kustamar, MT (kanan). (Foto: Yanuar/humas)

 

Upaya Kampus Biru dalam peningkatan sumber daya manusia khususnya dosen telah digarap dengan matang. Upaya kenaikan peringkat perguruan tinggi dari peringkat 56 (PTN/PTS) secara nasional menuju 50 besar terus diupayakan. Salah satunya ialah melalui peningkatan jabatan fungsional akademis.

Dikatakan Rektor, ada beberapa fasilitas yang diberikan kepada dosen untuk percepatan jabatan fungsional mereka. Antara lain, memfasilitasi semua dosen tiap tahun untuk melaksanakan abdimas, bila tidak ada pendanaan dari Dikti maka akan ada biaya dari dana internal. Melakukan pendampingan penulisan jurnal ilmiah, sehingga luarannya dipastikan jurnal berkualitas. Dosen juga difasilitasi gratis dalam penyusunan buku. Serta, membuat tim untuk membantu dalam penyusunan dokumen-dokumen.

“Untuk abdimas bila tidak ada pendanaan dari Dikti, maka akan dibiayai dari dana internal. Ini semua fasilitas untuk dosen, mulai tenaga pengajar, tenaga ahli, lektor, lektor kepala, bisa berjalan cepat. Ini stategi kami untuk mempercepat menjadi guru besar,” beber Kustamar. 

Baca juga: Kunjungi Kayutangan, Pakar Arsitektur Kota Ajak Masyarakat Lestarikan Aset Pusaka

Pada tahun 2020 ITN Malang menargetkan tambahan tiga guru besar yang sudah dalam proses. Bidangnya sendiri mencakup bidang elektro, sipil dan manajemen. “Target kami tahun 2020 ada tiga sampai empat guru besar. Untuk target nasional 3 persen sementara jumlah dosen kami sekitar 200 orang, harapannya ITN bisa memiliki delapan guru besar,” tandasnya.

Prof Lalu Mulyadi merupakan guru besar pertama di Arsitektur ITN Malang. Pria asal Lombok ini melakukan riset tentang Arsitektur Kota Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal. Dalam acara tersebut Koordinator LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr.Ir. Soeprapto, DEA, juga turut hadir sebagai saksi serta perwakilan Pemerintah Kota Malang, serta Yayasan P2PUTN. (me/humas)

Baca juga: Berawal Kecintaan pada Candi, Rektor ITN Malang Prakarsai Batik Khas Malangan

itn.ac.id - Powered by PUSTIK - NOC